Sastra

Tukang Obat (Puisi Irfan M. Nugroho)

semestinya kau telah belajar menjadi pemetik daun tanpa melukai dahan
sebabmemetiknya pastilah membuat luka sayat atau sekadar
gores pada dahan-dahan yang mungkin sudah terlanjur tua untuk bicara
atau malah terlalu muda sehingga belum mengerti bahasa luka
barangkali daun itu merupa tukang nujum yang mengirim hantu
kepada orang-orang sakit lantaran mengunyah obat yang kau ramu
atau sebenarnya dirimu yang digerogoti cemas paling rampas
sehingga kau jual segala ramu seharga keringat yang lahir
dari pemanjat tebing tanpa sehelai tali
sedangkan aku masih di digerimis tanya
kenapa harus ada tebusan dari tiap gaibnya
Purwokerto, 2012
Sumber :

http://www.wawasanews.com/2013/03/puisi-puisi-irfan-m-nugroho.html

Narasi Luka (Puisi Irfan M. Nugroho)

mulanya ia adalah daun hijau yang jatuh
dihempas angin dan terurai di remah batin
lalu matahari menghujankan airmata paling api
yangmeranggaskan kematiannya
dan kau menyihirnya jadi duri paling pisau
yang tumbuh di angka-angka penanggalan
sehingga menjadi sejarah luka yang piatu
dibatinku
Purwokerto, 2012
Sumber :

http://www.wawasanews.com/2013/03/puisi-puisi-irfan-m-nugroho.html

http://www.wawasanews.com/2013/03/puisi-puisi-irfan-m-nugroho.html

Pemintal Doa – Achid BS (Puisi Irfan M. Nugroho)

lelaki yang menjatuhkan daun keningnya ke lantai
telah menuntaskan sakramen di rumah sunyi
di antara detak-detik waktu yang terahasiakan
mengucap ayat pada sembah yang panjang
atau mungkin mantra pekasih
lantaran cinta yang ditanam tak juga menjelma mawar
tapi sehelai sajadah yang menampung guntingan rindu
pasti akan selalu menjadi cahaya
danmengantarnya ke ujung rambut di belah tujuh
untuk menjadi penghuni taman
di mana khuldi pernah tertanam
Purwokerto, 2012
Sumber :

Perihal Kehilangan (Puisi Dewi ketujuh)

Satu pohon besar kehilangan dedaunnya.
Tidak bersedih ia
Sudah biasa, katanya.

Satu daun hijau
melepaskan diri dari pohon besar.
Melepaskan diri.
Terlepaskan.

Daun hijau menyesal.
Pohon besar menyesal.

Daun hijau sedih sebentar
Pohon besar
selamanya merasa kehilangan.

Sumber : http://dewiketujuh.wordpress.com/2012/06/29/perihal-kehilangan/

Kupetik Syair Syurga

Meneguk mentari pagi ini
Kubaca syair-syair indah yang terpahat di pualam
Sajak indah abadi penghuni tepi sungai ini
Kupetik pelan kecapi
Kuperdengarkan merdu petikan dawai-dawai
Inilah syair syurga…
Kumainkan setinggi angan
Menghanyutkan suara-suara hingga bermuara ke tepi laut
Sedang hayalan ditumbuhi penuh daun hijau

Kucoba petik sekali lagi
Makin melambung aku, dada tumbuh bak hutan belantara
Dan terus kupetik keindahanya seindah mungkin
Hingga angan terbang jauh tinggi
Bermukim di pulau awan tak dikenali
Bersama bidadari tak terselami
Berjalan di susunan nada-nada tertinggi…

Sumber : http://puisi.arrohwany.com/category/nature-and-beauty/