Pupuk Sawit

Diselewengkan, Harga Pupuk Bengkak Dua Kali Lipat

Sabtu, 29 November 2014

TEMPO.CO , Jakarta:Pemerintah diminta memberantas penyelewengan subsidi pupuk. Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengatakan penyelewengan membuat harga pupuk membengkak hingga dua kali lipat. “Pemerintah harus mengubah sistem pertanian mulai dari membenahi penyelewengan pupuk dan menjalankan sistem pertanian ekologis,” ujar Henry saat dihubungi Tempo, 28 November 2014. (Baca : PT Pusri Siapkan 180 Ribu Ton Urea Bersubsidi) More

Petani Mulai Kesulitan Pupuk

 27 November 2014

MARTAPURA-OKUT, BeritAnda – Masuk musim tanam rendeng (tanam raja -red) awal tahun 2015, para petani disulitkan dengan naiknya harga pupuk.

Harga eceran pupuk urea yang normalnya Rp90 ribu perkilo, saat ini harganya mencapai Rp105 ribu. Sementara untuk pupuk NPK harganya mencapai Rp130 ribu sampai Rp150 ribu perkilo.

Mahalnya harga pupuk tersebut sangat memberatkan para petani, yang saat ini sudah dibebani dengan kenaikan harga BBM, biaya tanam dan harga obat-obatan.

“Situasi saat ini sangat sulit mas. Kita masih dalam situasi paceklik, sementara kebutuhan untuk memulai musim tanam cukup mendesak. Para petani saat ini kehidupannya seperti terjepit,” kata Sugani, warga Kumpul Rejo, BK 4, Belitang.

Menurutnya, kenaikan harga pupuk seharusnya tidak perlu terjadi kalau pemerintah memahami keadaan para petani. Apalagi penjualan pupuk sepenuhnya dikontrol oleh pihak pemerintah.

“Harga eceran tertinggi pupuk kan ada. Kenapa setelah sampai ke tangan petani harga pupuk bisa melambung tinggi,” katanya.

Terpisah, Giarto (45) petani asal Belitang Madang Raya ini mengatakan, naiknya harga pupuk benar-benar memberatkan para petani. Harga satu pasang pupuk, urea dan NPK masing-masing satu karung mencapai harga Rp350 ribu.

“Harganya begitu mahal dan kami kesulitan mendapatkan pupuk. Kalau menghadapi musim tanam seperti ini, keberadaan pupuk menjadi langka,” katanya.

Kesulitan petani bukan hanya masalah mahalnya harga pupuk, namun warga harus menghadapi mafia pupuk. Para petani diwajibkan membeli pupuk dengan berpasangan.

“Jika tidak membeli pupuk jenis NPK yang ditawarkan oleh pedagang, kami tidak boleh membeli pupuk urea. Jenis pupuk NPK inilah yang kadang dinaikkan sesuka pengecer,” kata

“Ini namanya pemerasan tidak langsung kepada para petani. Kami sangat keberatan dengan kondisi ini. kami selalu disulitkan oleh keadaan,” ujarnya.

(Yanto)

Sumber :

http://www.beritanda.com/index.php/nusantara/sumatera/sumatera-selatan/3234-petani-mulai-kesulitan-pupuk#sthash.yREtIkMo.dpuf

Siswono Usul Harga Pupuk Dinaikkan

Wisnu Artosubari – 19 November 2014

Jakarta: Sebagian subsidi bahan bakar minyak atau BBM khususnya premium dan solar dicabut pemerintah dan harganya pun naik. Kini ada usulan agar subsidi terhadap pupuk juga ditarik yang artinya harga dinaikkan, karena banyak penyalahgunaan.

“Saya menemukan ada pupuk bersubsidi untuk petani kita ditemukan di Malaysia atau daerah perkebunan. Padahal, subsidi pupuk untuk pertanian kita sekitar Rp21 triliun per tahun,” tutur pengamat pertanian Dr Ir Siswono Yudhohusodo di Jakarta Rabu (19/11/2014). Karenanya, ia mengusulkan agar subsidi untuk pupuk itu dicabut.

Siswono yang pernah menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyebut bahwa di Malaysia pun tidak ada subsidi pupuk untuk petani. Bantuan pemerintah Malaysia bagi petani ialah langsung memberikan bantuan dana kepada petani yang menggarap sawahnya.

Tidak heran, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila itu pun setuju kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi alias mencabut sebagian subsidi negara terhadap BBM mulai Selasa (11/11/2014). Alasannya, kini Indonesia telah menjadi salah satu negara importir BBM terbesar di dunia.

“Sekarang kita impor BBM setiap hari sekitar 850 ribu barel. Sekitar 30 tahun lalu kita masih bisa ekspor 800 ribu barel per hari,” terangnya.

Selain produksi minyak nasional yang terus merosot dan kebutuhan yang semakin membeludak, subsidi BBM perlu dicabut karena banyak penyelewengan.

Dikatakan, setiap hari banyak kapal yang menyelundupkan BBM ke luar negeri tapi yang dapat ditangkap hanya 1-2 kapal setiap hari. Begitu pula, banyak penikmat subsidi yang tidak layak.

“Yang punya mobil Innova seharusnya orang mampu tapi kita lihat mereka membeli premium,” tandas Siswono.

ADF

Sumber :

http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/11/19/320873/siswono-usul-harga-pupuk-dinaikkan

Pupuk dan Pestisida Hayati dari Air Kencing Kelinci Yang Ajaib

Air Kencing Kelinci bisa menjadi pupukBOGOR. Selain rupa elok dan daging yang lezat, ternyata kelinci memiliki kelebihan lain yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian yakni sebagai pupuk dan pestisida hayati. Air kencing kelinci merupakan cairan yang mampu memberikan suplai nitrogen yang cukup tinggi bagi tanaman, hal ini disebabkan oleh tingginya kadar nitrogen yang terdapat didalamnya. More

Pupuk Hayati Cair Dengan Mikroorganisme Lokal (MOL)

Pupuk Hayati Cair Dengan Mikroorganisme LokalPupuk hayati cair adalah cairan yang mengandung mikroorganisme hidup. Apabila disiramkan pada benih, tanah perakaran dan bagian tubuh tanaman lainnya, mikroorganisme akan memproduksi nutrisi, hormon pertumbuhan, antibodi dan berbagai senyawa bermanfaat lainnya untuk tanaman. More