Pohon Karet

Kadar Karet Kering

Kadar Karet Kering (KKK) adalah kandungan padatan karet per satuan berat (%)[1]. KKK lateks atau bekuan sangat penting untuk diketahui karena selain dapat digunakan sebagai pedoman penentuan harga juga merupakan standar dalam pemberian bahan kimia untuk pengolahan RSS, TPC dan lateks pekat. Kadar karet kering pada lateks tergantung dari beberapa faktor antara lain jenis klon, umur pohon, waktu penyadapan, musim, suhu udara serta letak tinggi dari permukaan laut. Terdapat beberapa metode dalam penentuan KKK, salah satu diantaranya adalah metode laboratorium. Prinsip dalam metode laboratorium adalah pemisahan karet dari lateks yang dilakukan dengan cara pembekuan, pencucian dan pengeringan. Alat yang diperlukan adalah gelas piala 50 ml, mangkuk bersih, penangas air, desikator, timbangan analitik, dan oven. Sebagai bahan pembeku digunakan asam asetat atau asam semut 2%. Prosedur pengujian dengan metode laboratorium adalah sebagai berikut :

  1. Lateks dituangkan ke dalam gelas ukur 50 ml yang sebelumnya telah diketahui beratnya, secara perlahan-lahan, kemudian catat beratnya (berat lateks adalah berat total dikurangi dengan berat gelas ukur/ wadah).
  2. Lateks dibekukan dengan asam asetat atau asam format 2% dan dipanaskan di atas penangas air pada suhu 80 oC sampai serumnya menjadi jernih.
  3. Koagulump atau bekuan digiling menjadi krep dengan ketebalan 1-2 mm, dan dicuci.
  4. Krep kemudian dikeringkan di dalam oven, setelah itu didinginkan dalam desikator dan ditimbang. Rumus perhitungan KKK adalah ditunjukkan pada Persamaan berikut

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kadar_Karet_Kering

Informasi Harga Karet Harian Melalui SMS

Kami informasikan bahwa per 1 April 2013, SMS Harga Karet berubah dari 9779 menjadi 9250

Informasi harga sangat penting dalam pemasaran Bahan Olah Karet (BOKAR).

Balai Penelitian Sembawa telah membuat terobosan dengan membuat layanan Short Message Service (SMS) informasi harga karet melalui telepon genggam (handphone) setiap harinya melalui nomor GSM (TELKOMSEL,INDOSAT, XL  & AXIS. ).  Caranya mudah.

 

ketik : KARETHARGA,

kirim ke nomor: 9250

Jawaban akan diterima dalam bentuk SMS.

 

Informasi harga yang diterima merupakan harga karet dengan kadar karet kering 100% di pintu pabrik Palembang, Jambi dan Pontianak pada hari dan tanggal waktu mengakses. Jambi dan Pontianak merupakan wilayah baru yang dapat mengakses harga di pabrik setempat.  Kedepan akan diperluas lagi jangkauannya.

Sumber : http://www.balitsembawa.com

Bantu Petani, Harga Karet Harus Ditentukan Pemerintah

16 Juni 2013
TELUK KUANTAN – Sejauh ini harga standar karet untuk melindungi petani karet dalam menjual karet mereka belum ada. Hal ini berbeda dengan sektor tanaman pangan yang sudah aturan mengenai hal ini.

” Salah satu kelemahan disektor komoditi karet di Kuansing saat ini termasuk daerah lain, karena belum ada standar harga karet, harga karet tergantung benar kepada mekanisme pasar,”ujar Kadis Perkebunan Kuansing, Wariman DW, SP, MM melalui Sekretaris Dinas Perkebunan Kuansing, Miswadi, SP, M.Si belum lama ini diruang kerjanya.

Ironisnya ujar Miswadi, sebagian besar penduduk Kuansing mengandalkan  kehidupan dari komoditi ini. Karena itu alangkah baiknya semua fihak teurtama para pengambil keputusan di nasional dan provinsi dapat membuat kebijakan tentang standar harga karet tersebut.

Sebelum adanya kebijakan standar harga karet ujarnya, fihaknya hanya bisa mengusulkan keluhan para petani terkait hal ini setiap ada pertemuan di Pekanbaru maupun di Jakarta dan daerah lain. Dari penyampaian yang dilakukan fihaknya, instansi pengambil keputusan hendaknya faham dengan permasalahan yang dihadapi para petani karet dilapangan.

Disamping itu lanjutnya, Dinas Perkebunan Kuansing sendiri mendorong para petani untuk meningkatkan kualitas karet mereka, dengan aturan bahan kayu dan  kandungan air yang sedikit sesuai standar Kementrian Pertanian.

” Dalam upaya ini Kita mendorong mereka membentuk kelompok tani seperti didesa Kopah yang sudah  cukup maju,”ujarnya.

Sebab dengan mereka bergabung dalam kelompok tani ujar Miswadi,  dinas Perkebunan Kuansing akan relatif mudah untuk memberikan pelatihan, sosialisasi dfan penyuluhan terkait upaya peningkatan harga jual karet petani.

Sebab terusnya, dalam komoditi karet, harga tergantung kualitas karet yang dihasilkan petani. ” Kalau karetnya bermutu tinggi harga mereka akan tetap tinggi dan dicari pabrik. Sebab pabrik memang ingin produksi mereka di pabrik mudah dan cepat karena kandungan kayu tidak banyak,’pungkasnya. ( isa )

Sumber : http://kuansingterkini.com

Harga Karet Sulit Naik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Harga rendah masih membayangi komoditas karet. Dari sebelumnya mencapai 5 dolar AS, kini harga karet terpuruk mencapai kisaran 2,4 dolar AS.

Ketua Umum  Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo), Daud Husni Bastari mengatakan penurunan ini sedikit banyak akibat perang kurs dolar AS dan yen terhadap rupiah. Penyebab lain, yaitu  permintaan menurun karena semua negara menyesuikan sikap dengan krisis ekonomi dunia. “Jadi permasalahannya banyak di luar konteks produksi,” ujarnya ditemui di Gedung DPR-RI, Kamis (13/6).

Harga karet diperkirakan kembali stabil ketika ekonomi dunia ikut membaik. Namun Daud mengakui sulit mengembalikan harga karet seperti semula, yaitu dalam kisaran 5 dolar AS. Menurutnya, dibutuhkan waktu yang lama jika ingin mengembalikan harga karet seperti sebelum krisis.  “Jadi kalau kita lihat apabila kurs kita sudah tenang kembali, lalu yen dan dolar AS kembali dalam posisi yang seharusnya, harga karet akan kembali dalam keseimbangan,” ujarnya.

Di sisi lainnya, industri otomatif yang tumbuh memberikan harapan baru bagi pengusaha karet. Di setiap negara, kata dia, pemakaian ban sangat berkolerasi positif dengan GDP.

Gapkindo hingga saat ini masih berkomitmen untuk terus membeli karet rakyat untuk diolah dan diproses sebgai komoditas dagang. Namun diakui volume pembelian tidak besar, dibandingkan sebelumnya menurun. Karet Indonesia selama ini dikenal ramah lingkungan karena diproses tanpa menggunakan pertisida, herbisida dan pupuk perangsang untuk mendongkrak hasil produksi.

Saat ini Gapkindo khawatir dengan cepatnya penanaman karet di India, Thailand, Vietnam dan Kamboja. Dengan kondisi demikian, artinya terdapat daerah baru  penghasil karet. Saat ini Indonesia bersama Thailand dan Malaysia tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) dalam mengembangkan pasar karet regional. “Kami berharap pemerintah RI mendorong peningkatan ITRC hingga ke tingkat ASEAN, sehingga Vietnam dan lainnya itu ikut bertanggung jawab terhadap suplai, jangan jadi free rider,” ujar Daud.

Tahun ini diperkirakan produksi karet menurun sekitar 200 ribu ton akibat datangnya musim kemarau basah. Tahun lalu produksi mencapai 2,5 juta ton. Mendekati kuartal pertama, produksi karet alam mencapai 1,1 juta hingga 1,5 juta ton. “Konsumsi dalam negri mencapai 500 ribu ton,” ujarnya.

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin)  Benny Wachjudi mengatakan potensi perkembangan industri karet masih sangat besar. Saat ini produksi karet cukup besar, mencapai 1 ton per hektare (ha). Karakter karet Indonesia  yang ramah lingkungan bisa dikembangkan untuk menggaet pasar.

Sementara itu, pemerintah juga perlu membantu menggembangkan merk lokal. “Merk lokal harus dibantu dengan insentif pajak,” tambah Dirjen Basis Industri Manufaktur Kemenperin, Panggah Susanto saat rapat panitia kerja di Komisi VI DPR RI, Kamis (13/6).

Reporter : Meiliani Fauziah
Redaktur :
Nidia Zuraya

Sumber : http://www.republika.co.id

Panduan Lengkap Pengelolaan Kebun & Pabrik Kelapa Sawit (Maruli Pardamean)

Panduan Lengkap Pengelolaan Kebun & Pabrik Kelapa Sawit (Maruli Pardamean)

Judul     Panduan Lengkap Pengelolaan Kebun & Pabrik Kelapa Sawit
No. ISBN     9790061757
Penulis     Maruli Pardamean
Penerbit     AgroMedia Pustaka
Tanggal terbit     2009
Jumlah Halaman     -
Berat Buku     -
Jenis Cover     -
Dimensi(L x P)     -
Kategori     Agrobisnis
Bonus     -
Text Bahasa     Indonesia ·

SINOPSIS BUKU : Panduan Lengkap Pengelolaan Kebun & Pabrik Kelapa Sawit
Cukup banyak literatur yang membahas teknik budi daya kelapa sawit, tetapi masih sangat sedikit yang membahas pengelolaan kebun dan pabrik kelapa sawit (PKS). Padahal, sistem manajemen yang baik sangat membantu kelancaran kegiatan kebun dan pabrik kelapa sawit, sehingga menjadi pendorong tercapainya tujuan perusahaan.

Buku ini membahas pengelolaan kebun dan pabrik kelapa sawit dari sisi struktur organisasi, pemanfaatan sumber daya perusahaan (kas dan persediaan), serta alat manajemen dalam mengawasi kegiatan keuangan dan operasional kebun maupun pabrik kelapa sawit, yaitu anggaran dan laporan. Melalui buku ini diharapkan pembaca lebih mengenal dan memahami peranan anggaran, struktur organisasi, daftar otorisasi dan peraturan otorisasi, proyeksi cash flow, kas, serta persediaan dan laporan kebun atau PKS, sehingga pengelolaan kebun dan pabrik kelapa sawit dapat berjalan dengan baik.

Ulasan Lengkap :

Perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit (PKS) saat ini sedang menunjukan perkembangan yang menggembirakan, salah satunya ditandai dengan membaiknya harga CPO (crude palm oil). Di masa datang, usaha perkebunan kelapa sawit dan unit pengolahannya diperkirakan semakin berkembang dengan pesat, seiring dengan semakin majunya teknologi, sehingga pemanfaatan kelapa sawit semakin beragam, misalnya penggunaan minyak kelapa sawit untuk biodiesel. Nilai ekspor RBD-Olein, RBD-Stearin, dan produk turunan lain dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hingga pada tahun 2006 saja, tercatat nilai ekspor mencapai 3.027 juta dolar AS, meingkat sekitar 50% dibandingkan tahun sebelumnya.

Prospek bisnis perkebunan kelapa sawit sangat terbuka lebar. Sebab, kelapa sawit adalah komoditas yang memiliki banyak pungsi dan kebutuhan, baik untuk skala rumah tangga maupun industri. Terutama, sekarang adanya program konversi sumber energi minyak fosil (minyak bumi) ke biodiesel yang menggunakan bahan baku kelapa sawit.

Namun, mengelola kebun dan pabrik pengolahan kelapa sawit membutuhkan manajemen yang serius, tertata rapih, dan acountable. Apabila tidak, usaha yang dibangun akan rusak dengan sendirinya. Untuk itu, dibutuhkannya panduan yang lengkap untuk menjalankan roda bisnis di bidang kelapa sawit ini.

Memang, cukup banyak literatur yang membahas teknik budi daya kelapa sawit, tetapi masih sangat sedikit yang membahas manajemen pengelolaan kelapa sawit dan PKS. Sistem manajemen yang baik akan sangat membantu kelancaran kegiatan perusahaan, sehingga pada akhirnya menjadi pendorong tercapainya tujuan perusahaan.

Judul: Panduan Lengkap Pengelolaan Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
Penyusun: Maruli Pardamean
Ukuran : 17.5 x 24 cm.
Tebal : 232 hal (224 BW, 8 FC)
Cetakan: 1
Penerbit: AgroMedia Pustaka
ISBN :  979-006-175-7
Harga : Rp 50.000,-

Buku Panduan Lengkap Pengelolaan Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) ini sangat tepat dijadikan acuan dan contoh dalam menjalankan roda bisnis kelapa sawit Anda. Buku ini membahas pengelolaan kebun kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit (PKS) dari sisi struktur organisasi, pemanfaatan sumber daya perusahaan (kas dan persediaan), dan alat manajemen dalam mengawasi kegiatan keuangan dan operasional kebun kelapa sawit maupun PKS, yaitu anggaran dan laporan.

Melalui buku ini pembaca akan lebih mengenal dan memahami peranan anggaran, struktur organisasi, daftar otorisasi dan peraturan otorisasi, proyeksi cash flow, kas, persediaan dan laporan kebun, maupun PKS, sehingga membantu manajemen mengelola perusahaan perkebunan, khususnya kebun kepala sawit dan PKS.