Perawatan Sawit

Warga Ganti Lahan Sawit dengan Jagung

21 Juni 2013

Kampar Kiri Hilir (RP) – Warga Desa Sei Simpang Dua Kecamatan Kampar Kiri Hilir, mayoritas adalah petani kelapa sawit. Tapi siapa sangka, warga eks transmigrasi ini lambat laun sudah beralih ke pertanian dengan menanam jagung manis dari varietas bonanza, melon dan sayur mayur.

Alhasil, setengah hektare pekarangan rumah yang tadinya dijejali pohon kelapa sawit, kini mulai ditebang. ‘’Tak ada lahan lain lagi. Makanya kelapa sawit di pekarangan ditebang. Saya belum hitung berapa rumah yang menebang. Tapi sudah banyaklah,’’ kata Karmani, Ketua Kelompok Tani Rukun Santoso di Desa Sei Simpang Dua, Rabu (19/6).

Aksi penebangan pohon kelapa sawit itu tak lepas dari keberhasilan Sudardi bertanam jagung. ‘’Pak Sunardi yang memulai duluan,’’ katanya.

Selain menggunduli sawit di pekarangan sendiri, pekarangan milik desa seluas 12 hektare juga mengalami nasib sama. ‘’Lantaran luas, kami kemudian membikin kelompok tadi. Yang kami tanam macam-macam. Ada jagung, sayur dan buah melon,’’ cerita ayah 6 anak ini.

Supaya Desa Sei Simpang Dua muncul sebagai produsen jagung, jarak tanam pun dibikin. ‘’Akhirnya produksi jagung tak ada hentinya di sini. Sekali panen bisa dua ton. ‘’Jagung-jagung hasil dari desa ini malah sudah menembus pasar swayan di Pekanbaru,’’ katanya.

Saat ini kata Karmani, jagung yang sudah siap panen mencapai 2 hektar. Hasil panen jagung itu nanti dijemput tauke. Harganya antara Rp3 ribu hingga Rp4 ribu per kilogram. ‘’Dan yang akan menyusul pane nada sekitar 3 hektare. Semuanya dikelola oleh tiga kelompok yang masing-masing beranggotakan 15 orang,’’ kata warga jalur IV B ini.

Bukan tak terpikir oleh kempok tani untuk menanam cabai, layaknya warga Desa Danau Lancang Kecamatan Tapung Hulu, yang bisa menghasilkan 4 ton cabai persekali panen. ‘’Pernah kami coba tanam cabai. Tapi cabainya keriting. Kalau nanti ada pembinaan yang lebih intensif, kami akan tanam cabai lagi,’’ katanya.

Cerita penebangan pohon kelapa sawit ini bukan cuma terjadi di Desa Sei Simpang Dua. Di Desa Tebing Lestari Kecamatan Tapung Hilir, warga juga sudah mulai menebangi pohon kelapa sawit dan beralih ke pertanian. Kalau di Desa Sei Simpang Dua ditanami jagung, di Tebing Lestari justru ditanami cabai. (why)

Sumber : http://www.riaupos.co/5511-daerah-warga-ganti-lahan-sawit-dengan-jagung.html#.Ue1L6qy4zIU

Pemanfaatan Mucuna Bracteata Sebagai Tanaman Penutup Tanah

Penanaman tanaman penutup tanah (cover crop) sebelum maupun setelah bibit kelapa sawit ditanam bertujuan untuk menekan perkembangan gulma, mengurangi biaya penyiangan, mengurangi erosi, menambah bahan organik tanah, menjaga kelembaban tanah, memperbaiki aerasi dan meningkatkan cadangan unsur hara terutama melalui fiksasi Nitrogen bebas dari udara dan mentransformasikannya menjadi bentuk tersedia. Jenis tanaman penutup tanah yang memenuhi tujuan tersebut adalah tanaman jenis kacangan (Leguminosae)menjalar. Selain kacangan, dikenal pula jenis rumput lunak menjalar yang dapat menutup tanah namun fungsinya tidak sebaik jenis tanaman kacangan.

           Kacangan penutup tanah ditanam pada lahan terbuka di anatara jalur penimbunan kayu. Bahan yang digunakan yaitu beberapa jenis benih kacangan dengan daya tumbuh minimal 90%. Kacangan ditanam 2-3 baris di antara jalur tanam. Setelah 3 bulan, lahan tertutup oleh kacangan dengan tingkat penutupan 75%.
Kacang-kacangan yang digunakan sebagai tanaman penutup tanah hendaknya memenuhi persyaratan sebagai berikut:
-   -   sistem perakarannya tidak mengganggu tanaman utama.
-   -   bukan merupakan pesaing berat bagi tanaman utama dalam serapan hara maupun air.
-   -   mudah diperbanyak baik secara vegetatif maupun generatif.
-   -   pertumbuhannya cepat dan berpotensi menekan gulma.
   -  menghasilkan bahan organik yang tinggi, baik pada saat mendapat sinar matahari penuh maupun di bawah naungan.
-   – tahan terhadap hama, penyakit dan kekeringan serta bukan merupakan tanaman inang bagi hama dan penyakit tanaman utama.
Pertumbuhan panjang Mucuna bracteata  mencapai 20cm setiap hari atau 1,4m setiap minggu. Hali ini dapat mengganggu pertumbuhan tanaman sawit pada TBM (Tanaman belum Menghasilkan).  Untuk itu perlu adanya rotasi penyiangan secara rutin agar lebih afektif dan efisien. Penyiangan  yang dilakukan dengan mambuang semua gulma dari permukaan tanah, sehingga piringan benar-benar bersih. Pengawasan yang teliti menjadi faktor penting untuk keberhasilan penyiangan.
Sumber : http://dr-plant.blogspot.com/2012/10/pemanfaatan-mucuna-bracteata-sebagai.html?utm_source=BP_recent

Manfaat Abu Janjang

Abu janjang adalah hasil pengabuan secara perlahan-lahan dari janjangan kosong di dalam incinerator.  Produksi abu janjang adalah sekitar 0.5% dari TBS.  Abu janjang mempunyai kandunganhara Kalium (K) yang tinggi dan dapat dipakai sebagai pengganti pupuk MOP.  Satu kilo gram abu janjang setara dengan 0.6 kg MOP.
Aplikasi abu janjang bertujuan untuk menggantikan pupuk MOP dan sebagai bahan pengapuran untuk menaikkan pH tanah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan dengan abu janjang di tanah gambut lebih efektif dibanding dengan pemupukan MOP.

Sifat-sifat dari  abu janjang yaitu :

  • Sangat alkalis (pH = 12).
  • Sangat higroskopis (mudah menyerap uap air dari udara).
  • Mengiritasi tangan karyawan (menyebabkan gatal-gatal dan memperparah luka).
  • Hara yang terkandung di dalamnya amat mudah larut di dalam air.

karena sifat-sifat abu janjang tersebut, maka abu janjang harus cepat diaplikasikan (tidak boleh disimpan lama), penyimpanannya harus baik (dalam kantong plastik, tidak langsung dalam karung goni) dan selalu diperlakukan dengan hati-hati.

Aplikasi abu janjang diprioritaskan untuk areal gambut/tanah masam.  Pada tanah gambut, selain pada TM abu janjang juga diberikan pada TBM tahun ke-2 dan ke-3.  Pada tanah mineral, abu janjang hanya diberikan pada TM.

Untuk tanah gambut dan tanah masam acid-sulphate, abu janjang diberikan tiap tahun.  Untuk daerah tanah masam bukan acid-sulphate (pH 4-5), abu janjang hanya diberikan sekali saja dalam 5 tahun.  Kalau diberikan terlalu sering maka ada resiko kenaikan pH tanah yang terlalu tinggi (> 5.5).

Sumber :

http://intisawit.blogspot.com/2012/12/manfaat-abu-janjang.html

Ibu dengan Anak Terbanyak di Dunia

Ibu dengan Anak Terbanyak di Dunia

TRIBUNNEWS.COM, RUSIA–Siapa wanita yang tersubur dan memiliki banyak anak? Namanya memang tidak diketahui, namun yang jelas dialah istri pertama dari seorang petani bernama, Feodor Vassilyev yang hidup di tahun 1707-1782) dari daerah Shuya, Rusia.

Dia melahirkan 16 pasang bayi kembar, 7 bayi triplets (kembar tiga), dan 4 bayi quadruplets (kembar empat).

Seperti kutip Tribun dari Warta Kota yang dilansir Dunia net, wanita ini adalah istri pertama dari Feodor Vassilyev.

Entah apa penyebabnya sehingga ibu 69 anak ini kemudian meninggal bunuh diri. Setelah itu, Feodor menikah lagi. Hebatnya, ia bisa membujuk istri keduanya untuk mengurus 69 anaknya.

Ibu dengan Anak Terbanyak di Dunia (2)

Fakta yang menarik lagi, dari 69 kelahiran, yang selamat adalah 67 anak. Jika masing-masing anak saat dewasa menghasilkan 2 anak lagi (jumlah yang sangat rendah untuk ukuran jaman dahulu), dan apabila dari 2 anak tersebut menghasilkan 2 anak lagi, dan dengan perkiraaan jarak antar generasi sekitar 25 tahun, maka saat ini keturunan Feodor sudah mencapai 70 ribu orang.

Sumber :

http://www.tribunnews.com/2012/12/24/ini-dia-wanita-yang-memiliki-anak-terbanyak-di-dunia

Gulma

Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi.

Batasan gulma bersifat teknis dan plastis. Teknis, karena berkait dengan proses produksi suatu tanaman pertanian. Keberadaan gulma menurunkan hasil karena mengganggu pertumbuhan tanaman produksi melalui kompetisi. Plastis, karena batasan ini tidak mengikat suatu spesies tumbuhan. Pada tingkat tertentu, tanaman berguna dapat menjadi gulma. Sebaliknya, tumbuhan yang biasanya dianggap gulma dapat pula dianggap tidak mengganggu. Contoh, kedelai yang tumbuh di sela-sela pertanaman monokultur jagung dapat dianggap sebagai gulma, namun pada sistem tumpang sari keduanya merupakan tanaman utama. Meskipun demikian, beberapa jenis tumbuhan dikenal sebagai gulma utama, seperti teki dan alang-alang.

Ilmu yang mempelajari gulma, perilakunya, dan pengendaliannya dikenal sebagai ilmu gulma.

Berikut ini adalah daftar berbagai macam atau berbagai jenis gulma yang bisa ditemukan di Indonesia :

Alocasia longiloba (Araceae) Sejenis tanaman keladi hutan
Aeschynomene americana
Ageratum conyzoides (Asteraceae). Bandotan, babandotan (Sunda), wedusan (jawa)
Alocasia macrorrhiza Sente, birah
Alpinia sp. (Zingiberaceae).
Amaranthus spinosus Bayam duri, bayem cucuk, podo maduri (bugis)
Asystasia coromandeliana Ara Sungsang
Asystasia intrusa
Axonopus compressus Paitan, Papaitan, Jukut Pahit
Bauhinia lingua DC (Caesalpiniaceae) Seperti tanaman merambat, daunya berbentuk hati simetris dan dapat menutup pada malam hari.
Blechnum orientale L. (Blechnaceae).
Borreria laevicaulis
Borreria latifolia Kentangan
Borreria latifolia
Brachiaria miliformis Rumput Cori
Brachiaria mutica Sukat kelanjang, Rumput Malela
Brachiaria paspaloides
Calathea sp. (Marantaceae)
Cardiospermum halicacabum Paria gunung, [ketipes, parenan, pulungan (jawa)]
Cassia tora Ketepeng kecil, galenggang kecil
Centella asiatica Kaki kuda, pegagan, antanan, papagan (sunda)
Centotheca lappacea Rumput liar
Chloris barbata Rumput Jejarongan
Chromolaena odorata Krinyuh
Chromolaena odorata Tekelan, kirinyuh
Chrysopogon aciculatus Rumput Jarum
Cleome rutidosperma
Clidemia hirta Harendong
Coelorachis glandulosa
Coix lachryma-jobi Hanjeli
Colocasia sp. Keladi
Commelina diffusa Aur-aur, gewor lakina (sunda), brambangan (jawa)
Cordia curassavica
Costus speciosus Pacing putih
Crassocephalum crepidoides sintrong
Croton hirtus
Curculigo villosa
Cyclosorus aridus Pakis kadal
Cynodon dactylon Grintingan, Kakawatan
Cyperus aromaticus
Cyperus brevolius
Cyperus compressus
Cyperus digitarius
Cyperus distans
Cyperus iris
Cyperus kyllingia Rumput teki, Rumput kenop, wudelan
Cyperus pilosus
Cyperus rotundus Rumput teki
Cyrtococcum accrescens
Cyrtococcum oxyphyllum
Dicranopteris linearis Pakis Kawat
Digitaria fuscescens
Digitaria setigera
Digitaria sp. Genjoran
Echinochloa colona Rumput bebek, Suket tuton (jawa)
Echinocloa colonum (Poaceae). sejenis rerumputan
Echinochloa crus-galli
Eichornia crassipes Eceng gondok
Elaeis guineensis Tukulan sawit
Elephantopus scaber Tapak liman, tutup bumi
Elephantopus tomentosus
Elettariopsis curtisii
Eleusine indica Jejagoan, Rumput belulang, (jampang,carulang-sunda)
Emilia sonchifolia Temu wiyang
Eragrostis tenella
Erechthites valerianifolia Sintrong
Erigeron sumatrensis Jabung
Eupatorium odoratum L. (Asteraceae) memiliki bentuk dan struktur yang sama dengan Ageratum c.L.
Euphorbia heterophylla Kate mas
Euphorbia hirta Patikan kebo, gelang susu, nanangkaan (sunda),
Fagraeae racemosa
Ficus benjamina Beringin
Ficus elastica
Fimbristyllis globulosa
Fimbristyllis miliacea
Gleichenia linearis (Gleicheniaceae)
Globba pendula
Hedyotis corymbosa Rumput mutiara, lidah ular, bunga telor (melayu)
Hedyotis verticillata
Hyptis brevipes
Hyptis capitata (Lamiaceae) Hiptis, rumput knop
Hyptis suaveolens Gringsingan, ruku-ruku utan, basinan
Imperata cylindrica Alang-alang, ilalang
Ipomoea cairica Sri Pagi
Isachne globosa
Ischaemum indicum
Ischaemum muticum
Ischaemum timorense
Laisa spinosa Sambang
Lantana camara Tahi ayam, tembelekan, telekan
Leersia hexandra Kalamenta, suket kolomento
Leptochloa nodosa
Lipocarpha chinensis
Ludwigia adscendens Krangkong
Ludwigia hyssopifolia Cacabean
Lycopodium cernuum L. (Lycopodiaceae).
Lygodium circinatum (Schizaeaceae)
Lygodium flexuosum Paku Kembang
Lygodium microphyllum (Schizaeaceae).
Melastoma malabathricum (Melastomataceae) Senduduk, Herendong (snd)
Melochia concatenata
Melonthria affinis
Merremia umbellata (Convolvulaceae)
Mikania micrantha Mikania, sembung rambat
Mikania sp.
Mimosa invisa Kucingan, Baret, rebah bangun, putri malu besar
Mimosa pigra
Mimosa pudica (Fabaceae) Putri malu, si kejut, riyud
Momordica charantia Pare hutan
Monochoria vaginalis Eceng padi, wewehan (jawa), eceng leutik (sunda)
Nephrolepis falcata (Oleandraceae).
Nephrolepis biserrata Pakis harupat, Paku Harupat
Oldeniandia dichotoma
Ottochloa nodosa Bambonan
Panicum brevifolium
Panicum maximum
Panicum repens Rumput Lampuyangan, suket balungan
Panicum sermentosum
Panicum trigonium Parit-paritan
Paspalum conjugatum Jukut Pahit, Papaitan
Paspalum scrobiculatum
Passiflora foetida Rambusa, permot, nyomlang, ceplukan blungsung
Pennisetum polystachyon
Pennisetum purpureum Rumput gajah, rumput lembing
Phragmites karka Bayongbong, galagah asu, gumulong, kasongket.
Phyllanthus amarus
Phymatosorus scolopendria Paku Cacing, paku ular
Physallis minima Rumput meranti
Piper aduncum L. (piperaceae).
Piper betle L. (Piperaceae) Sirih
Pistia stratiotes Kiapu, ki apung, kayu apu, kayu apung
Polygonum barbatum Mengkrengan, jukut carng (sunda), salah nyowo (jawa)
Polygonum chinense Aseman
Portulaca oleraceae Gelang, Krokot
Rhynchelytrum repens
Rhynchospora corymbosa
Rubus moluccanus
Sacciolepis indica
Scirpus Grossus Bundung, lingi, reduk, walingi, wlingen,endong, penjalinan
Scirpus mucronatus
Scleria puspurascens Benth. (Cyperaceae) Sejenis rerumputan
Scleria sumatrensis
Scoparia dulcis Jaka tuwa
Selaginella sp. (Selaginellaceae).
Selaginella willdenovii (Selaginellaceae).
Sesbania sesban L. (Leguminosae).
Setaria palmifolia Rumput palem, wuluhan
Sida acuta
Sida rhombifolia
Solanum torvum (Solanaceae).
Sporolobus diander
Sporolobus indicus
Stachytarpheta indica Ekor tikus
Stenochlaena palustris Pakis Udang atau Paku Udang
Taenitis blechnoides
Tetracera indica
Tetracera scandens
Themeda arguens Rumput Merak
Themeda villosa
Toxocarpus longipetalus (Lauraceae).
Tridax procumbens
Triumfetta rhomboidea
Typha angustifolia
Urena lobata
Vitis Japonica

 Sumber :
Wikipedia.org dan dari berbagai sumber
dirangkum oleh Ivan Mangunsong