Kelapa Sawit

Standar Mutu Benih Untuk Bibit Kelapa Sawit

Oleh : Hetty L.E Manurung

Kelapa sawit adalah tanaman komoditas utama perkebunan Indonesia, di- karenakan nilai ekonomi yang tinggi dan kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak nabati terbanyak diantara tanaman penghasil minyak nabati yang lainnya (kedelai, zaitun, kelapa, dan bunga matahari). Kelapa sawit dapat menghasilkan minyak nabati sebanyak 6 ton/ha, sedangkan tanaman yang lainnya hanya menghasilkan minyak nabati sebanyak 4-4,5 ton/ha (Sunarko, 2007). More

Benih Sawit Wajib SNI (Standar Nasional Indonesia)

February 11th, 2014

Medan, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan menerapkan kebijakan SNI (Standard Nasional Indonesia) untuk produk benih sawit dari produsen dalam negeri.

Terkait hal itu, pengamat ekonomi Gunawan Bonyamin mengatakan bahwa kebijakan tersebut tentunya baik bagi industri pertanian kita.

Sejauh ini kata dia benih yang memiliki standar SNI jelas memiliki jaminan kualitas. Tentunya dengan kebijakan tersebut kita mengharapkan adanya upaya yang lebih maju untuk meningkatkan produktifitas lahan pertanian kita. More

Cara Cerdas Memilih Benih Kelapa Sawit yang Berkualitas

Diposkan oleh Neti Suriana

 Tanaman kelapa sawit (Elaeis quineensis Jack) sudah mulai ditanam secara komersial di Indonesia sejak tahun 1911. Pertama kali kelapa sawit dikembangkan di pulau Sumatera. Namun pada masa itu hingga puluhan tahun sesudahnya perkembangan kelapa sawit stagnan. Belum banyak industri yang memanfaatkan hasil dari perkebunan ini pada masa itu. Sehingga, minat masyarakat dan pengusaha untuk mengembangkan komoditi ini sangat rendah. More

Ciri-ciri Bibit Kelapa Sawit yang Gagal

Penulis : Bang Pilot (Kompasianer)
Nama asli : Muhammad Isnaini.
Blog : http://bibitsawitkaret.blogspot.com

Bila kita membuat bibit kelapa sawit, yakni menumbuhkan kecambah kelapa sawit, maka hampir pasti akan ada yang tumbuh dengan tidak baik atau gagal, meskipun asalan bibit adalah dari bibit unggul yang resmi. Bibit yang gagal ini harus diafkir atau dibuang, karena tidak layak untuk ditanam. Bila dipaksakan, maka akan berakibat tidak baik bagi produksi TBS nantinya.

Proses penyortiran bibit kelapa sawit yang gagal ini dilakukan pada dua tahapan, yakni ketika masih di prenursery (bibit kecil/bebi) dan sesudah di tahap main nursery (bibit besar). More

Standard Atau Kriteria Kematangan Buah Sawit

Ada beberapa kriteria atau standar kematangan buah kelapa sawit,  yang biasanya dipakai oleh pabrik (PKS) agar mendapatkan buah yang benar-benar berkualitas, antara lain :

  1. Buah immature : Buah immature digolongkan sebagai buah yang masih hitam dan keras.  Buah immature ditandai dengan tidak adanya berondolan yang lepas dan mengandung sangat sedikit minyak.
  2. Buah mentah (unripe bunch) : Buah  mentah adalah kurang dari 10 berondolan yang lepas. (Tergantung peraturan dari pihak PKS, pabrik biasa nya yang menentukan kriteria buah yang masak, ada yang mengatakan, 10 biji berondolan yang telah terlepas (terjatuh dari TBS) itu bisa dikatakan “buah siap panen/buah masak”)
  3. Buah mengkal (underripe bunch) : Buah mengkal dengan kurang dari 25 berondolan yang lepas. {tergantung peraturan dari pihak PKS}
  4. Buah masak (normal ripe) :  Buah masak dengan lebih dari 25 berondolan yang lepas dari janjangan. {tergantung peraturan dari pihak PKS}
  5. Buah lewat masak (over ripe) :  Buah yang lewat masak dengan berondolan lepas lebih dari 50% tetapi masih tertinggal 10%. {hampir seperti janjang kosong yang masih ada buah sawit nya, namun hanya sedikit, tidak seperti TBS yang baru di panen}.
  6. Buah busuk (rotten bunch) : Buah busuk dengan sebagian  janjangan atau seluruhnya telah lembek/ menghitam warnanya, busuk dan atau berjamur. Buah lewat masak dan buah busuk (termasuk juga berondolan) mempengaruhi kualitas minyak, juga berakibat kehilangan minyak dalam pemrosesan TBS/buah sawit tadi. Kadar ALB  minyak  akan naik dan nilai Bleachability minyak akan turun karena buah lewat masak dan buah  busuk berisi berondolan  memar dan teroksidasi.
  7. Janjangan kosong (empty bunch) : Janjangan kosong dengan lebih dari 90% berondolan yang lepas.
  8. Tangkai janjangan (long stalk) : Tangkai janjangan yang panjangnya lebih dari 2.5 cm adalah Janjangan Panjang {tergantung peraturan dari pihak PKS}. Tangkai janjangan tidak mengandung minyak. Tangkai ini hanya menambah berat pada waktu penimbangan buah sawit tetapi menyerap minyak pada saat proses sterilisasi  dan threshing. Tangkai ini sangat tidak diharapkan dan panjang dari tangkai harus sependek mungkin.  Suatu praktek yang baik adalah dengan memotong tangkai dan membuat bentuk V  pada ujung bawah tangkai.