Kelapa Sawit

Hama Ulat Api Serang Tanaman Kelapa Sawit di Bengkulu Tengah

Hama Ulat Api Serang Tanaman Kelapa Sawit di Bengkulu Tengah

Hama Ulat Api Serang Tanaman Kelapa Sawit di Bengkulu Tengah

May 13, 2014

Hama ulat berjenis Pimelephia Ghesquierei dan Ulat Api diketahui mulai menyerang perkebunan sawit di Bengkulu Tengah. Hal ini dikemukakan oleh para petani kelapa sawit di beberapa daerah di wilayah ini.

Kabul (60), petani setempat menyebutkan ulat itu mulai berdatangan, lantaran  curah hujan yang makin meningkat akhir ini. Serangan hama ini menyebabkan adanya lubang atau ruangan pada daun muda bekas gerakan dari ulat hama ini. More

Dana Program Revitalisasi Perkebunan Bagai Bualan Bagi Masyarakat Petani

Beberapa tahun yang lalu saat wapres dipimpin oleh Jusuf Kalla kita mengetahui adanya program revitalisasi perkebunan oleh pemerintah, tatapi untuk dapat mengakses dana tersebut petani disyaratkan untuk menjadi anggota koperasi dan memiliki bapak angkat berupa perkebunan besar. More

Jangan Campur Urea dengan KCl

Masyarakat seringkali mencampurkan urea, TSP dan KCL dalam sekali aplikasi pupuk. Padahal Urea jika bertemu dengan KCL dapat membentuk acid/asam yang tidak baik untuk tanaman. Jadi jika kita ingin mencampur pupuk untuk alasan efisiensi waktu dan tenaga kerja, jangan sampai bertemu antara urea dengan KCL. Misalnya Urea campur TSP, atau KCL campur TSP.

Sumber :

http://aboutsawit.blogspot.com/2013/06/jangan-campur-urea-dengan-kcl.html

Susun Pelepah Bentuk Huruf U Untuk Kebun Sawit

|  o     o  |  o      o  |   o
|—    —|—     —|—
|  o     o  |  o      o  |  o
|—    —|—     —|—
|  o     o  |  o      o  |  o

Sekali lagi saya mengangkat topik susun pelepah dengan bentuk huruf U, karena tampaknya masih sangat jarang perkebunan yang menerapkannya. Padahal sudah sangat nyata bahwa pola huruf U tersebut dapat memaksimalkan daya tutup dari pelepah sehingga dapat menekan pertumbuhan gulma dan erosi tanah. More

Jangan Membunuh atau Menumbang Semua Pohon Pisifera Yang ada di Kebun Sawit

Jangan menumbangkan atau membunuh semua pohon pisifera yang terdapat di kebun sawit, setidaknya kita harus menyisakan 0,5% hingga 1 % dari jumlah pohon sawit yang ada di kebun sawit. Buah pisifera sering ditolak atau diapkir di PKS karena memiliki rendemen minyak sawit yang rendah tetapi perlu diketahui bahwa pisifera selalu mengeluarkan bunga, sehingga sangat membantu untuk proses penyerbukan, yang penting lagi bahwa bunga pisifera bisa menjadi sumber makanan lebah sehingga bisa berkembang biak dengan baik. Perkembang biakan lebah yang baik akan membantu mempercepat proses penyerbukan bunga betina.

Harga Buah Sawit di beberapa wilayah lain, dan Kumpulan Berita sawit bisa diklik di :

Standar Mutu Benih Untuk Bibit Kelapa Sawit

Oleh : Hetty L.E Manurung

Kelapa sawit adalah tanaman komoditas utama perkebunan Indonesia, di- karenakan nilai ekonomi yang tinggi dan kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak nabati terbanyak diantara tanaman penghasil minyak nabati yang lainnya (kedelai, zaitun, kelapa, dan bunga matahari). Kelapa sawit dapat menghasilkan minyak nabati sebanyak 6 ton/ha, sedangkan tanaman yang lainnya hanya menghasilkan minyak nabati sebanyak 4-4,5 ton/ha (Sunarko, 2007). More

Benih Sawit Wajib SNI (Standar Nasional Indonesia)

February 11th, 2014

Medan, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan menerapkan kebijakan SNI (Standard Nasional Indonesia) untuk produk benih sawit dari produsen dalam negeri.

Terkait hal itu, pengamat ekonomi Gunawan Bonyamin mengatakan bahwa kebijakan tersebut tentunya baik bagi industri pertanian kita.

Sejauh ini kata dia benih yang memiliki standar SNI jelas memiliki jaminan kualitas. Tentunya dengan kebijakan tersebut kita mengharapkan adanya upaya yang lebih maju untuk meningkatkan produktifitas lahan pertanian kita. More

Cara Cerdas Memilih Benih Kelapa Sawit yang Berkualitas

Diposkan oleh Neti Suriana

 Tanaman kelapa sawit (Elaeis quineensis Jack) sudah mulai ditanam secara komersial di Indonesia sejak tahun 1911. Pertama kali kelapa sawit dikembangkan di pulau Sumatera. Namun pada masa itu hingga puluhan tahun sesudahnya perkembangan kelapa sawit stagnan. Belum banyak industri yang memanfaatkan hasil dari perkebunan ini pada masa itu. Sehingga, minat masyarakat dan pengusaha untuk mengembangkan komoditi ini sangat rendah. More