Hasil Hutan

Damar, rotan, akar, daun, batang, kayu

Fungsi dan Kegunaan Damar

Fungsi dan kegunaan damar ada bermacam-macam, antara lain :

  1. Pembuatan korek api (untuk mencegah api membakar kayu terlalu cepat)
  2. Berguna untuk melapisi dan mengkilapkan penganan dan makanan
  3. Digunkan sebagai dupa (incense)
  4. Sebagai bahan untuk plastik
  5. Digunakan sebagi plester,
  6. Bisa dijadikan lak/lem , misalnya untuk pompong/perahu kecil.
  7. Dijadikan sebagai vernis (varnish) pada kayu
  8. Untuk melapisi lukisan agar menjadi lebih awet
  9. Sebagai bahan campuran pewarna dan lilin pada kain Batik, jumlah yang dibutuhkan untuk keseluruhan batik ini adalah 6 %.
  10. Diolah menjadi kopal, yaitu sebagi bahan yang berguna untuk melapisi kertas agar tidak rusak kalau ditulisi dengan tinta.

Sehubungan dengan kemajuan teknologi maka sekarang fungsi dan kegunaan damar ini sudah mulai tergusur karena digantikan dengan bahan-bahan kimia lain yang pemanfaatannya bisa lebih unggul.

Damar

Damar adalah hasil sekresi (getah) dari pohon Shorea sp., Vatica sp., Dryobalanops sp., dan lain-lain yaitu pohon yang berasal dari suku meranti-merantian atau Dipterocarpaceae. Di dalam kelompok ini termasuk juga jenis damar mata kucing dan damar gelap.

Banyak fungsi damar, antara lain bisa dimanfaatkan dalam pembuatan korek api (untuk mencegah api membakar kayu terlalu cepat), plastik, plester, vernis, dan lak.

Pohon damar (Agathis dammara (Lamb.) Rich.) adalah sejenis pohon yang termasuk ke dalam kelompok tumbuhan runjung (Gymnospermae) yang merupakan tumbuhan asli Indonesia. Damar menyebar di Maluku, Sulawesi, hingga ke Filipina (Palawan dan Samar). Di Jawa, tumbuhan ini dibudidayakan untuk diambil getah atau hars-nya. Getah damar ini diolah untuk dijadikan kopal.

Damar teristimewa ditanam untuk diambil resinnya, yang diolah menjadi kopal. Resin ini adalah getah yang keluar tatkala kulit (pepagan) atau kayu damar dilukai. Getah akan mengalir keluar dan membeku setelah kena udara beberapa waktu lamanya. Lama-kelamaan getah ini akan mengeras dan dapat dipanen; yang dikenal sebagai kopal sadapan. Getah juga diperoleh dari deposit damar yang terbentuk dari luka-luka alami, di atas atau di bawah tanah; jenis yang ini disebut kopal galian.[3] Pada masa lalu resin damar terutama dihasilkan dari tegakan-tegakan alam di Maluku dan Sulawesi[3]. Kini kopal juga dihasilkan dari hutan-hutan tanaman Perhutani di Jawa.

Pohon damar sebagai penghias taman
Kayu damar berwarna keputih-putihan, tidak awet, dan tidak seberapa kuat. Di Bogor dan di Sulawesi Utara, kayu ini hanya dimanfaatkan sebagai papan yang digunakan di bawah atap.[3] Kerapatan kayunya berkisar antara 380–660 kg/m³.[2] Kayu damar diperdagangkan di Indonesia dengan nama kayu agatis.
Pohon damar juga disukai sebagai tumbuhan peneduh taman dan tepi jalan (misalnya di sepanjang Jalan Dago, Bandung). Tajuknya tegak meninggi dengan percabangan yang tidak terlalu lebar.
[sunting]

Keruwetan taksonomi dan penamaan

Taksonomi Agathis masih belum mantap. Sejauh ini A. dammara dianggap sinonim dari A. celebica, dan dipisahkan dari A. alba (sinonim A. borneensis). Di masa lalu, jenis-jenis ini saling tercampur atau dianggap sebagai sinonim. Akan tetapi ada pula pakar yang menganggap taksa-taksa itu sebagai variasi di bawah spesies.

 Nama damar (disambiguasi) digunakan pula untuk menyebut resin yang dihasilkan oleh jenis-jenis Shorea, Hopea, dan beberapa spesies dipterokarpa lainnya. Sementara, resin pohon damar disebut kopal.

Nama kayu damar digunakan dalam perdagangan untuk menyebut kayu yang dihasilkan oleh jenis-jenis Araucaria. Sementara kayu pohon damar diperdagangkan sebagai kayu agatis.

Nama-nama lokal A. dammara di antaranya adalah damar raja, kisi (Buru), salo (Ternate), dayungon (Samar)[2]. Juga ki damar (Sunda), dama, damaa, damah, damahu, rama, marama puti (aneka bahasa di Sulut), koano, kolano, moleauno (Halmahera), dan lain-lain.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Damar_(pohon)