Daun Hijau

Segalanya tentang daun hijau dan hijau daun

Daun Jinten ataun Jintan (Khasiat dan Manfaat)

Nama Ilmiah Daun Jintan : Coleus amboinicus (Lour) Lour.
Nama Daerah Daun Jintan : Tramun (Gayo), Daun Jinten (Karo), ajeran (Jawa), maja nereng (Madura), iwak (bali).

Ciri-ciri umum Daun Jintan :
Daun Jinten termasuk family Labiatae. Merupakan tumbuhan perdu yang batangnya tebal, lunak dan agak berkayu. Tanaman ini bercabang-cabang dengan tinggi sampai 1meter. Batangnya beruas-ruas dan ruas yang menyentuh tanah akan keluar akar. Daun tunggal, tebal berdaging, letakya berhadapan, bertangkai, berbentuk bundar telur dengan ujung runcing, tepi daun bergerigi. Tulang daun menonjol seperti jala. Daun Jinten berbau harum jika diremas.

Kandungan Kimia Daun Jintan :
Daun jinten mengandung kalium, minyak asiri 2% yang mengandung karvakrol, isoprofil-o-kresol, dan fenol.

Khasiat dan Manfaat Daun Jintan :

1. Demam.
Daun segar 7 lembar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang , tumbuk sampai
seperti bubur lalu diperas & disaring. Airnya diminum dan ampasnya dipakai untuk
menggosok badan.
 
2. Asma dan Batuk.
Daun 10 lembar cuci bersih dan bilas dengan air matang, tumbuk sampai seperti bubur
lalu peras dan disaring . Air perasan nya ditambah minyak wijen, minum.
3. Sakit kepala.
Daun segar dicuci bersih lalu dimemarkan , tempelkan di kepala dan pelipis.
4. Rematik.
Daun segar 10 lembar digiling halus, tambahkan air kapur sirih secukupnya, diremas
sampai merata. Bubur daun tersebut digunakan untuk melumas dan menggosok bagian
yang sakit.
5. Ayan.
Daun jiten 30 lembar, ngokilo 10 lembar, lenglengan 25 lembar, sambiloto 40 lembar,
meniran 8 sirip, gula aren 3 jari. Cuci dan potong potong seperlunya lalu direbus
dengan4 gelas air bersih sampai tersisa 3 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.
Sehari 3x ¾ gelas.
6. Perut kembung :
Daun 5 lembar , cuci tumbuk halus, seduh dengan ¾ cangkir air panas. Saring,
minum.
7. Memperbayak asi.
Daun jiten dimasak dengan sop ayam. Makan seluruhnya.
8. Aphrodisiak.
Seluruh tanaman direbus bersama bahan lain.
Untuk batuk dan sakit kepala dapat juga dengan resep dibawah ini:
9. Batuk:
Daun jinten segar 7 helai; Air 100 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml; diulang selama 14 hari.
10. Sariawan perut:
Daun jintan segar 1 g; Daun saga segar 3 g; Herba pegagan segar 3 g; Daun Sirih segar 3 helai; Kulit kayu turi 4 g; Air 110 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml (infus); apabila dibuat pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 7 hari.
11. Sakit kepala:
Daun jinten segar 2 helai; Daun legundi segar 2 helai; Rimpang jahe merah 1 rimpang; Rimpang bangle secukupnya; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan ke pelipis dan di belakang telinga; bila ada; dapat ditambahkan minyak kelonyo.

Bagian tanamana yang digunakan adalah bagian Daun atau seluruh tanaman.

Cara Penggunaan Daun Jintan Untuk Pengobatan secara umum :
Cuci daun jintan segar 10 lembar dan air kapur sirih secukupnya, giling hingga halus. Tambahkan air kapur sirih sambil diremas sampai rata seperti bubur. Turapkan ramuan ini ke bagian sendi yang sakit, lalu balut. Lakukan hal ini 2 – 3 kali sehari sampai sembuh.

Sumber :

http://viebarker.blogspot.com/2013/02/khasiat-dan-manfaat-daun-jintan.html

http://aghifaris.blogspot.com/2011/03/manfaat-dan-khasiat-tanaman-hebal-daun_12.html

Daun Binahong (Manfaat dan Khasiat)

Binahong atau dengan nama latin  (Basella rubra Linn) merupakan tanaman obat yang berasal dari negeri korea  . Keuntungan Tanaman ini adalah  mudah sekali untuk  ditanam dan pertumbuhannya merambat. Selain memiliki khasiat sebagai obat tanaman ini juga dikenal sebagai tanaman hias, karena bisa dibentuk sesuai dengan keinginan misalnya dibentuk seperti gapura atau gondola. Oleh karenanya tanaman ini juga disebut  gondola. Walaupun pada kenyataannya banyak tanaman binahong yang justru disiasiakan dan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Hal tersebut dikarenakan kurangya pengetahuan masyarakat tentang khasiat dan manfaaat tanaman binahong, sehingga tidak ada keinginan untuk memanfaat tanaman ini secara lebih

Khasiat binahong sebagai tanaman obat sudah banyak yang membuktikan. Diantara sekian banyak khasiat itu yang paling menonjol adalah fungsi binahong sebagai antibiotic untuk menyembuhkan luka bekas operasi. Salah satu manfaat yang dihasilkan oleh daun binahong adalah untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Berbagai macam penyakit luar dan penyakit dalam. Untuk penyakit dalam ada beberapa yang menjadi khasiat dari daun binahong yaitu :

Batu darah
Kencing Manis
Sesak nafas
Darah rendah
Radang ginjal
Gunjal kronis
Penyakit jantung
Stroke

Sedangkan untuk penyakit luar, daun binahong memiliki beberapa khasiat dan manfaat diantaranya :

Luka bakar
Kecelakaan diakibatkan benda tajam
Penyembuhan sesudah melahirkan

Berkhasiatnya daun binahong dikarenakan kandungan yang terdapat dalam daun binahong. Terdapat zat anti mikroba pada daun binahong yang bersifat sangat reaktif terhadap kuman sehingga dapat menyembuhkan luka bakar atau luka dikarenakan benda tajam. Asam askorbat yang terdapat dalam daun binahong juga berfungsi sebagai penambah zat antibodi sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh seseorang dan mempercepat penyembuhan penyakit. Tidak hanya itu Kandungan flavonoid yang terdapat dalam Binahong, membuat Binahong memiliki sifat antioksidan. Sifat ini menyebabkan binahong  mampu mereduksi radikal bebas, sehingga mencegah munculnya penyakit-penyakit yang membahayakan. Dalam Binahong juga terdapat Alkaloid. Senyawa alkaloid terdapat dalam radikal bebas   yang diteliti memiliki sifat hipoglikemik, yaitu sifat berkhasiat yang mampu menurunkan gula darah pada penderita Diabetes. Selain itu , Senyawa terpenoid yang terdapat dalam Binahong, merupakan senyawa hidrokarbon isometrik, yang dapat membantu tubuh memulihkan stamina saat dalam keadaan sembuh dari sakit. Sedangkan kandungan Saponin dalam Binahong, dikatakan bisa membantu menurunkan kolesterol. Di samping itu, Saponin juga memiliki sifat antioksidan dan antikarsinogenik, yang berfungsi untuk mencegah timbulnya kanker.

Dalam pemanfaatannya, resep yang digunakan sangatlah sederhana. Daun binahong cukup di rebus dalam air secukupnya dan tunggu hingga kurang lebih setengah jam. Tuangkan air hasil perebusan ke dalam Mengkonsumsi daun binahong dapat dilakukan sebanyak 2 kali dalam 1 hari. Berikut ini resep yang dapat digunakan untuk mengkonsumsi daun binahong :

  1. Batuk/muntah darah : 10 lembar daun diminum setiap hari
  2. Paru-paru : 10 lembar daun diminum setiap hari
  3. Kencing manis : 11 lembar daun diminum setiap hari
  4. Sesak nafas : 7 lembar daun diminum setiap hari
  5. Borok (menahun) : 12 lembar daun diminum setiap hari
  6. Patah tulang : 10-20 lb daun diminum setiap hari
  7. Darah rendah : 8 lembar daun diminum setiap hari
  8. Gginjal : 7 lembar daun diminum setiap hari
  9. Gatal-gatal: 10-15 lb daun diminum setiap hari
  10. Gegar otak : 10 lembar daun diminum setiap hari.
  11. Disentri : 10 lembar daun diminum setiap hari
  12. Ambeien : 16 lembar daun diminum setiap hari
  13. Mimisan : 4 lembar daun diminum setiap hari
  14. Pasca operasi : 20 lembar daun diminum setiap hari
  15. Luka bakar : 10 lembar daun diminum setiap hari
  16. Jerawat : 8 lembar daun diminum setiap hari
  17. Radang usus dan maag : 3 lembar daun diminum setiap hari
  18. Melancarkan haid : 3 lembar daun diminum setiap hari
  19. Habis bersalin/melahirkan : 7 lembar daun diminum setiap hari

Manfaat dari tanaman binahong yang sangat banyak menyebababkan tanaman ini banyak diburu oleh masyrakat. Tanaman binahong tumbuh pada daerah yang tropis.

Dalam mengkonsumsi tanaman binahong hendaknya dilakukan secara rutin setiap hari. Hal tersebut bertujuan agar hasil yang diperoleh terhadap kesehatan dan penyembuhan dapat maksimal. Selamat mencoba dan mari kita biasakan melakukan pengobatan menggunakan tanaman herbal.

Sumber : http://www.konsultankolesterol.com/manfaat-daun-binahong/

Daun Tapak Kuda (Manfaat dan Khasiat)

Liar dan banyak tumbuh di pantai. Ternyata banyak khasiatnya. Tumbuhan ini dikenal akrab oleh orang Minang yang tinggalnya di daerah pantai. Bagi yang tinggal di daerah perbukitan, namun sering main-main ke laut, tentu dengan mudah bisa mengenalinya pula.

Orang Minang lebih mengenali Tapak kuda (ipomoea pes-caprae L. Sweet.) dgn nama tapak kudo. Disebut begitu, karena bentuk daunnya mirip telapak kuda.

Kalau dipegang dan diletakkan di bagian tubuh, rasa adem (dingin) serta merta akan menjalar. Sumbangsihnya dalam meredam panas di pasir pantai sangat besar. Nelayan yang jarang memakai sandal, selalu memanfaatkan tapak kuda sebagai injakan kaki.

Kala tapak kuda berbunga, semarak warna pink akan menenangkan mata. Semakin luas sebaran tumbuhan menjalar ini, maka semakin indahlah hamparan pantai dibuatnya.

Bunganya berupa perpaduan warna pink dengan putih pada bagian bawah. Jenis bunganya mirip dengan bunga kangkung atau kebanyakan bunga menjalar lainnya.

Anak-anak nelayan sering menjadikan bunganya sebagai kapal-kapalan di sungai yang ada di dekat pantai. Saat angin bertiup, bunga-bunga ini seolah-olah berlomba-lomba menjadi nomor satu.

Jika bunganya sudah luruh, maka akan bergantilah dengan buah. Buah ini juga sering dipungut anak nelayan untuk main perang-perangan. Dengan peralatan sederhana, mereka bisa saling menembak lawan.

Pengalaman penulis saat luka disobek sabit kala menyabit rumput, darahnya bisa dihentikan dengan air remasan bunga tapak kuda. Darah segera berhenti dan melegakan sampai dapat plester untuk menutup luka.

Setelah diteliti, diketahui tapak kuda mengandung banyak khasiat obat. Zat-zat kimia alami yang dikandung, antaranya adama asiafat, asiatikosida, b- karatone, b-karofilena, b-elemena, b-farnesena, b-sitesterol, brahminosida, asam brahmat, iso-tankunisida, asam iso-tankunat, oksiasiatikosida, tankusinida, meso-inositol, asam askorbat, niacin, valarine, kalium, natrium, magnesium, dan zat samak.
Soalnya menjadikannya sebagai obat, tidak hanya masyarakat Indonesia. Negara-negara di Asia Timur juga banyak menggunakannya. Bahkan sejak zaman Sansekerta, tanaman ini sudah dipakai sebagai obat penyakit kulit, gangguan sistem saraf, maupun peredaran darah.

Sementara di India ia dipakai sebagai obat antidisentri. Di Malaysia, selain dijual sebagai tonik dan minuman segar, ia juga jadi bahan infus untuk penyembuhan gangguan liver. Dia juga menjadi obat bronchitis, asma, radang lembung, disentri, gangguan ginjal, dan infeksi saluran kencing. Di Indonesia juga dipakai sebagai peluruh kencing, pembersih darah, disentri, radang usus, sakit perut, batuk, lepra, dan kehilangan nafsu makan.

Menurut R. Broto Sudibyo, herbalis dari Klinik Obat Tradisional RS Bethesda, Yogyakarta, tapak kuda memiliki efek antiinflamasi, antibiotik, antideman, antidiuretik, dan keratolitik. Bahkan, kemampuan antibiotik dan antiinflamsinya tergolong tinggi hingga berguna pula sebagai antibakteri.

Tak heran jika ia efektif mengatasi peradangan jaringan tubuh. Mulai dari luka, lepra, radang tenggorok, radang lambung hingga disentri. Kemampuannya mengatasi radang paru-paru juga tak lepas dari senyawa antibiotik yang dikandungnya. Senyawa utama yang berperan sebagai aniinflamasi di antaranya asiatikosida, riboflavin dan niacin. Daun mengandung behenic acid, melissic acid, myristic acid. Daun kering mengandung antistine (antihistamin/anti alergi).

Untuk mengobati radang organ dalam tubuh, diminum sari daun tanamannya. Caranya 1 kg daun segar ditumbuk, ditambah ,5 liter air matang, diperas, lalu disaring. Perasan itulah yang diminum.

Walau dapat dikeringkan, untuk keperluan obat paling baik menggunakan tanaman segar. Sebab, jika dikeringkan akan banyak kehilangan khasiat. Karena khasiatnya sebagai obat antiinflamasi, ia mulai dilirik sebagai bahan baku salep untuk mengobati luka.

Salep Medicazol yang dijual di apotik untuk mencegah terjadinya keloid sehabis operasi menurut Dra. Sri Mulyani Apt.SU dan Drs Didik Gunawan, Apt.SU dalam buku ramuan Tradisional untuk Penderita Asma, juga mengandung ekstrak tanaman ini. Bahkan salep ini kini sangat akrab dikenal para dokter bedah di berbagai rumah sakit. Begitu juga simplisia yang dikenal dengan nama ji xue cao yang dijual di toko-toko obat tradisional Cina, tak lain adalah tapak kuda.

Di negara lain, tapak kuda disebut juga beach morning glory. Ia sering digunakan untuk mengatasi peradangan dan mengatasi rasa sakit.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tapak kuda mengandung glochidone, asam betulinic, alfa dan beta amyrin asetat, serta isoquercitrin. Pada tanaman tersebut juga terdapat antinociceptive, yang berguna mengatasi rasa sakit berlebihan.

Antinociceptive akan beraksi seperti hidroalkoholik, yang mampu mengurangi rasa sakit. Dengan kandungan tersebut, tapak kuda kerap digunakan untuk meredakan nyeri persendian atau pegal otot. Selain itu, tanaman ini juga digunakan sebagai pereda sakit gigi dan pembengkakan gusi.

Untuk mengobatai rematik, ambil 45 gram tanaman tapak kuda segar, direbus dengan air dalam jumlah yang sama. Setelah itu dinginkan dan minum. Sementara untuk sakit gigi, ambil 45 gram akar tapak kuda kering direbus dengan air. Dinginkan dan minum.

Bagi penderita bisul atau eksem, lumatkan daun tapak kuda segar. Balurkan pada bisul, eksem, atau tempat yang sakit. Atau bisa juga dengan cara merebus daun tapak kuda segar. Lalu gunakan airnya untuk mencuci bagian yang sakit.

Khusus untuk ibu hamil, tidak diperkenankan digunakan mengunakan ramuan dari tapak kuda. Akibatnya nanti pada janin, maka dari itu harap dihindari.

Sementara masyarakat Melayu, mengenal tapak kuda untuk mengobati racun yang ada di badan. Caranya, beberapa helai daun dicampur dengan 6 jenis ramuan lain yaitu blumea balsamifera, gandarusa, cerek-cerek, serai wangi, tulang-tulang dan lengkuas serta rebus ramuan tersebut. Air rebusan tadi dibuat untuk mandi.

Tapak kuda juga berfungi merawat wanita yang telah bersalin. Ambil daun tapak kuda dan daun gandarusa. Tambahkan daun inai, lalu direbus dan airnya buat mandi.

Daun juga dapat digunakan untuk melegakan sakit lutut. Daunnya direndam dalam air panas dan diramas bersama daun crinium asiaticum dan daun pisang batu. Selepas itu, air rebusan disiram pada lutut.

Untuk menghilangkan demam panas, daun tapak kuda cukup diremas dalam air dan rendam kepala dan bagian tubuh lainnya. Insya Allah panas akan berangsur-angsur berkurang.

Nah… masyarakat pantai tentu bisa memanfaatkan tumbuhan tapak kuda lebih baik lagi. Tidak hanya sekedar untuk mengikat kayu bakar, atau untuk bermain-main bagi anak-anak. Ada obat hebat di bibir pantai, rugi kalau tidak dimanfaatkan.

Kegunaan Tumbuhan Tapak Kuda :
1. Rheumatik/nyeri persendian, myalgia (sakit otot/pegal-pegal).
2. Perdarahan pada wasir (haemorrhoid), pembengkakan gusi, sakit gigi.

Pemakaian Luar :
Lumatkan daun tapak kuda segar untuk pemakaian di tempat yang sakit, atau daun segar direbus untuk cuci, atau perasan airnya dari daun segar untuk dioleskan ke tempat yang sakit atau akar dikeringkan, giling menjadi bubuk/serbuk, tempelkan ke tempat yang sakit. Dipakai untuk bisul, koreng, eczema.

Ramuan dan Cara Pemakaiannya :
1. Rheumatik: 45 gram tanaman tapak kuda segar direbus dengan arak ketan dan air dalam jumlah yang sama. Setelah itu dinginkan dan minum.
2. Bisul dan koreng (eksem): Lumatkan daun tapak kuda segar. Balurkan pada bisul, eksem, atau tempat yang sakit. Cara lain: rebus daun tapak kuda segar, lalu gunakan airnya untuk mencuci bagian yang sakit.
3. Wasir berdarah: 30 gr herba segar ditambah 360 gr usus, tim, makan.
4. Sakit gigi: 45 gram akar tapak kuda kering direbus dengan air. Dinginkan dan minum.
5. Eczema: Akar segar 30 gr, rebus, minum.

Sumber : http://www.se7.org

Daun Gatal

Tanaman obat ini yang digunakan adalah daunnya yang memiliki fungsi untuk obat rematik.

Caranya : Ditumbuk lalu di tempelkan.

Daun Mistika Panda Rusa

Tanaman obat ini yang digunakan adalah daunnya yang memiliki fungsi untuk obat terkilir.

Caranya :

  1. Ditumbuk
  2. Dicampur dengan kelapa
  3. Usapkan pada bagian yang terkilir.

 

Daun Encok, Redakan Peradangan dan Nyeri Rematik

Jangan pernah anggap enteng serangan rematik. Tahukah Anda? Jika rematik dibiarkan terjadi berkepanjangan, tidak hanya kualitas hidup Anda yang rusak, resiko kecacatan permanen juga mengintai Anda. Meski memang tidak dapat disembuhkan, penyakit rematik dapat dikendalikan baik gejala dan keluhannya, misalnya dengan Daun encok (Plumbago zeylanica L.).

Tanaman asal Sri Lanka ini tersebar pertumbuhannya di wilayah beriklim tropis seperti kepulauan pasifik, termasuk Indonesia dan dapat dengan mudah tumbuh secara liar di ladang, tepian saluran air, atau di pekarangan, dimana masyarakat menanamnya sebagai tanaman pagar. Daun encok dapat bertahan hidup sampai pada wilayah dengan ketinggian kurang lebih 800 meter di atas permukaan laut (dpl).

Ketinggian tanaman ini berada pada kisaran 0,6-2 meter; batangnya berkayu, berbentuk bulat, memiliki alur, dan cabang; Daunnya berbentuk tunggal dan bertangkai, dengan panjang 1,5–2,5 cm dan bagian pangkal tangkai yang agak melebar.

Di sejumlah daerah di Indonesia, Daun encok dikenal dengan nama-nama berikut: Daun encok, ki encok (Sunda); Bama, Godong encok, Poksor (Jawa). Ceraka (Sumatera), Kareka (Madura); Bama (Bali), Oporie (Timor).
Daun Encok, Redakan Peradangan dan Nyeri Rematik

Selain sebagai tanaman pagar, masyarakat seringkali memanfaatkan tanaman Daun encok ini guna meredakan peradangan akibat serangan rematik. Bagaimana cara tradisional membuat ramuan Daun encok untuk meredakan nyeri rematik?

Anda cukup menyiapkan segenggam Daun encok yang masih segar. Kemudian, cuci dan tumbuklah sampai halus. Lalu, tambahkan air hangat secukupnya dan aduklah sampai adonan terlihat seperti bubur.

“Bubur” Daun encok tersebut bisa langsung Anda gunakan sebanyak 2 kali sehari untuk membalur bagian tubuh yang terkena serangan rematik.

Cara yang kedua, yakni dengan menyiapkan Daun encok segar sebanyak 15 gram. Cucilah Daun encok sampai bersih. Lalu, tambahkan 1 sendok makan kapur sirih dan tumbuklah sampai halus. Balurkan hasil tumbukan tersebut pada bagian tubuh yang diserang rematik.

Patut diingat bahwa zat plumbagin dalam Daun encok bersifat toksik untuk pemakaian lokal, dan dapat menyebabkan melepuhnya kulit jika baluran ramuan Daun encok didiamkan lebih dari 30 menit. Perempuan hamil dianjurkan untuk tidak menggunakan ramuan tanaman ini.

Sumber :

http://www.deherba.com/baluran-daun-encok-redakan-peradangan-dan-nyeri-rematik.html

Tumbuhan Tapak Kuda (Manfaat dan Khasiat)

Tapak Kuda (Ipomoea pes-caprae (L.) Sweet)
Tapak Kuda tumbuh liar di daerah pantai atau di tempat-tempat yang tanahnya berbatu-batu dan mengandung pasir. Tumbuhan berbatang basah, licin, merambat atau merayap di tanah, warna batang hijau kecoklatan. Daun tunggal, bulat, tebal, licin mengkilat tidak berambut, berbagi di kedua ujung daun, warna hijau, letak tersebar panjang dan lebar daun + 3 cm, tangkai daun panjang sekitar 2 – 3 cm, bila dipatahkan keluar getah warna putih. Bunga warna ungu, bentuk seperti corong/terompet.

Tidak banyak literatur yang menjelaskan dengan rinci mengenai tanaman ini. Tapak kuda yang merupakan famili Convolvulaceae ini sebenarnya digunakan sebagai tanaman obat sejak zaman dulu kala. Di beberapa negara, tapak kuda atau disebut juga beach morning glory, digunakan untuk mengatasi peradangan dan mengatasi rasa sakit.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tapak kuda mengandung glochidone, asam betulinic, alfa dan beta amyrin asetat, serta isoquercitrin. Pada tanaman tersebut juga terdapat antinociceptive, yang berguna mengatasi rasa sakit berlebihan.

Antinociceptive akan beraksi seperti hidroalkoholik, yang mampu mengurangi rasa sakit. Dengan kandungan tersebut, tapak kuda kerap digunakan untuk meredakan nyeri persendian atau pegal otot. Selain itu, tanaman ini juga digunakan sebagai pereda sakit gigi dan pembengkakan gusi.

Nama Daerah : Katang-katang, tang katang, daun katang, alere, leleri, ; dalere, batata pantai, tapak kuda, andah arana, daredei; watata-ruruan, dolodoi, tilalade, mari-mari, wedor, tati raui,; ngemir ngamir, loloro, bulalingo, Ialere, wedule.

Nama Asing : Ma an teng (China).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Reumatik, Sakit otot/pegal-pegal (myalgia), Wasir, Sakit gigi; Pembengkakan gusi;

Bagian Tumbuhan Yang Dipakai :
Seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.

Kegunaan Tumbuhan Tapak Kuda :
1. Rheumatik/nyeri persendian, myalgia (sakit otot/pegal-pegal).
2. Perdarahan pada wasir (haemorrhoid), pembengkakan gusi, sakit gigi.

Pemakaian Luar :
Lumatkan daun tapak kuda segar untuk pemakaian di tempat yang sakit, atau daun segar direbus untuk cuci, atau perasan airnya dari daun segar untuk dioleskan ke tempat yang sakit atau akar dikeringkan, giling menjadi bubuk/serbuk, tempelkan ke tempat yang sakit. Dipakai untuk bisul, koreng, eczema.

Ramuan dan Cara Pemakaiannya :

  1. Rheumatik
    45 gram tanaman tapak kuda segar direbus dengan arak ketan dan air dalam jumlah yang sama. Setelah itu dinginkan dan minum.
  2. Bisul dan koreng (eksem)
    Lumatkan daun tapak kuda segar. Balurkan pada bisul, eksem, atau tempat yang sakit. Cara lain: rebus daun tapak kuda segar, lalu gunakan airnya untuk mencuci bagian yang sakit.
  3. Wasir berdarah
    30 gr herba segar ditambah 360 gr usus, tim, makan.
  4. Sakit gigi
    45 gram akar tapak kuda kering direbus dengan air. Dinginkan dan minum.
  5. Eczema
    Akar segar 30 gr, rebus, minum.
PERHATIAN : Wanita hamil dilarang memakai tanaman obat ini.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Rasa pedas sedikit pahit, hangat. Anti rheumatic, anti radang (anti inflammasi), anti bengkak (anti swelling).

KANDUNGAN KIMIA
Daun mengandung behenic acid, melissic acid, myristic acid. Daun kering mengandung antistine (antihistamin/anti alergi).

sumber : iptek.net.id

Daun Selasih (Manfaat dan Khasiat)

 Selasih merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai sakral di India. Selasih termasuk tanaman semak tahunan atau setahun, berbau wangi/harum, bercabang banyak di bagian atas, dengan tinggi sekitar 50 -80 cm. Tumbuhan yang tergolong famili Labiatae ini menyukai tempat-tempat lembab dan teduh. Sering kita jumpai mereka tumbuh liar di tepi jalan. Ada juga yang ditanam di pekarangan dan di kebun.

Ciri-ciri daun selasih tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai panjangnya 0.5 – 2 cm, berbentuk bulat telur sampai memanjang dengan permukaan daun berambut halus, ujung daun runcing dan tepinya bergerigi. Sedangkan bunganya tersusun dalam tandan, keluar dari ujung percabangan, berwarna ungu dan putih. Selasih berbiji keras dengan warna coklat  tua. Tanaman selasih mempunyai bermacam varietas maupun bentuk sehingga disebut tanaman “Polymorphis”. Setiap jenis tanaman selasih mempunyai kegunaan dan kandungan aktif yang berbeda. Tak berlebihan jika selasih disebut tanaman multi manfaat.

Selasih dapat dikembangbiakan dengan dua cara yakni generatif dan vegetatif. Generatif melalui bijinya, sedangkan vegetatif dengan cara stek pucuk. Pembibitan dengan memakai stek pucuk relative lebih sulit dilakukan dan bibit yang dihasilkan biasanya lebih cepat berbunga. Pembibitan kedua metode tadi dilakukan dengan memakai media pasir atau arang sekam atau serbuk sabut kelapa atau media lain yang bersifat sarang. Sandra Arifin menganjurkan sebelum dipakai media pembibitan tersebut disterilisasi terlebih dahulu dengan cara dikukus. Upaya ini ditempuh untuk mencegah serangan penyakit ’Damping-off’. Penyakit ini disebabkan oleh pathogen Phytophtora Sp, Phytium sp dan Rhizoctonia sp.

Sedangkan organisme pengganggu utama selasih adalah pathogen Pseudomonas solanacearum yang mengakibatkan penyakit layu. Organisme pengganggu ini merupakan momok bagi selasih. Gejalanya, tanaman terlihat layu kemudian akan mati. Apabila potongan batang tanaman sakit ditaruh ke dalam air, maka akan terlihat cairan berwarna seperti susu yang akan keluar. Penyakit layu tersebut menular melewati tanah (soil borne), artinya tanah bekas tanaman yang sakit harus diusahakan untuk tidak mengenai tanaman sehat. Sebaiknya tanaman yang sakit secepatnya langsung dimusnahkan. Pencegahannya dapat dilakukan dengan rotasi penanaman jenis tanaman yang termasuk ke dalam famili berbeda.

Secara umum selasih mempunyai khasiat sebagai tanaman obat. Bagian-bagian dari tanaman selasih yang dapat digunakan sebagai bahan pengobatan yaitu seluruh herba (daun, batang, tangkai, bunga), biji dan minyak atsiri. biji selasih, selain nikmat dibuat minuman juga menyehatkan. Seluruh bagian tanaman ini berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit, baik fisik maupun psikis.

Ada berbagai macam penyakit lain yang sanggup dihadapi selasih. Dalam farmakologi Cina dinyatakan kalau seluruh herba ini bisa merangsang penyerapan (absorpsi), peluruh keringat (diaporetik), peluruh kencing (diuretik), menghilangkan sakit (analgesik), melancarkan peredaran darah dan membersihkan racun.

Kemampuan lainnya yakni membunuh kuman (antiseptik), peluruh angin (carminativa), mematangkan bisul (maturativa), radang lambung, pencahar, TBC, dan menghentikan kegugupan.

Teh daun selasih biasa diminum untuk menyembuhkan segala jenis batuk, demam malaria, gangguan pencernaan, penambah napsu makan dan tak enak badan. Baik pula untuk gangguan pernapasan, mual, nyeri haid, pengobatan pascapersalinan, pembersih dan penguat jantung. bijinya bermanfaat untuk meredakan panas dalam dan pelembut kulit.

Sebagai antiradang selasih memiliki efektivitas sama seperti aspirin dan ibuprofen. Yang menguntungkan, tidak seperti obat-obat itu, selasih tidak mengiritasi perut. Itu karena pada herba ini terdapat lebih unsur yang mencegah perlukaan dalam tubuh yang disebabkan obat-obatan.