Berita Kelapa Sawit

Gapki Minta Bersihkan Nama Empat Perusahaan Kelapa Sawit

Pekanbaru (ANTARA) – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Riau meminta pihak terkait untuk membersihkan nama empat perusahaan yang menjadi anggota Gapki dan terindikasi terlibat dalam kebakaran lahan dan hutan di Riau.

“Tolong bersihkan empat nama anggota kami dari delapan yang disebutkan seperti Group Minamas, kemudian Adie Plantation dan Mustika Agro. Jelas-jelas perusahaan tidak ada membuka lahan baru,” ujar Ketua Gapki Riau Wisnu Oriza, kepada ANTARA di Pekanbaru, Selasa.

Pihaknya juga telah meminta klarifikasi dalam rapat dengan direktur jenderal pertanian Kementrian Pertanian pekan lalu, tentang pernyatan yang dikeluarkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya.

Menurut dia, yang kasihan adalah pengusaha perkebunan kelapa sawit ketika membutuhkan permodalan dengan melakukan pinjam ke bank menjadi terkendala, lalu ketika ingin menjual minyak mentah sawit (CPO) menjadi susah.

Sesuai prosedur hukum yang berlaku, kemudian disertai dengan bukti yang lengkap dan jelas, maka pihak kepolisian setempat bisa langsung menangkap perusahaan yang melakukan pembakaran lahan dan hutan.

“Gapki Riau mendukung hal tersebut. Dengan catatan bila perusahan itu melanggar disertai bukti yang cukup, maka kami persilakan untuk dilakukan proses hukum,” katanya.

Sebelumnya Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya menyatakan ada delapan perusahaan kelapa sawit Malaysia yang terindikasi kuat terlibat dalam kebakaran lahan di Riau hingga menyebabkan kabut asap.

Delapan perusahaan itu diantaranya PT Langgam Inti Hiberida, PT Bumi Reksa Sejati, PT Tunggal Mitra Plantation, PT Udaya Loh Dinawi, PT Adei Plantation, PT Jatim Jaya Perkasa, PT Multi Gambut Industri dan PT Mustika Agro Lestari.(rr)

Sumber : www.antaranews.com

Berita-berita tentang kelapa sawit lain bisa di baca di :

“Daftar Berita-berita Tentang Kelapa Sawit”

Indonesia Siap Buktikan Sawitnya Tidak Rusak Lingkungan

Medan (ANTARA) – Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta siap membuktikan bahwa perkebunan kelapa sawit Indonesia tidak merusak lingkungan seperti yang dituduhkan sejumlah lembaga swadaya masyarakat internasional, dengan hasil-hasil riset.

“Kita akan buktikan dengan riset, karena berargumen dengan negara-negara Barat harus dilandaskan riset,” kata Menristek pada kunjungannya ke Pusat Unggulan Kelapa Sawit (PPKS) di sela acara Third Senior Official Meeting (SOM3) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Medan, Senin.

Terkait dengan tuduhan itu, mantan Menteri Lingkungan Hidup itu mengatakan pihaknya sedang menyiapkan data dan riset penanaman sawit di lahan gambut dan keterkaitannya dengan emisi karbon dan perubahan iklim.

Menurut dia, tuduhan-tuduhan sumbang terhadap perkebunan kelapa sawit Indonesia yang telah memberi kontribusi besar bagi perekonomian nasional tersebut lebih dilatarbelakangi oleh persaingan bisnis.

Menteri juga khawatir munculnya ratusan titik panas di Indonesia di beberapa pekan terakhir ini juga dijadikan dasar untuk menjatuhkan citra perkebunan sawit Indonesia.

Sementara itu, Direktur Pusat Unggulan Kelapa Sawit (PPKS) Wicaksono Darmosarkoro mengatakan, tuduhan yang merusak citra itu bukan hanya dari sisi lingkungan tetapi juga dari sisi kesehatan dan sisi kepentingan masyarakat.

“Dari sisi kesehatan misalnya riset tentang trans fat pada kelapa sawit, minyak sawit mengandung banyak minyak jenuh yang tak baik bagi kesehatan. Ternyata semua kan tetap bermanfaat, tinggal digunakan saja buat pangan atau nonpangan seperti produk turunan oleokimia untuk kosmetik hingga sabun,” katanya.

Dari sisi kepentingan masyarakat, kebun kelapa sawit yang di Indonesia luas totalnya mencapai 9 juta ha itu, seluas 41 persennya adalah milik petani, 51 persen milik swasta dan sisanya milik pemerintah, ujarnya.

Para perwakilan negara dari Kelompok Kerja PPSTI (Policy Partnership on Science, Technology and Innovation) yang menghadiri Third Senior Official Meeting (SOM3) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Medan pada 22 Juni hingga 6 Juli, ujarnya, juga akan diajak berkunjung ke PPKS untuk melihat fasilitas teknologi dan berbagai riset unggulan terkait kelapa sawit. (ar)

Sumber : Antaranews.com

Berita-berita tentang kelapa sawit lain bisa di baca di :

“Daftar Berita Tentang Kelapa Sawit”

SBY Lukai Hati Masyarakat Riau

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Senin (24/6) malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan penyesalannya kepada pemerintah Malaysia dan Singapura terkait kabut asap dari Riau.

Anggota Dewan Daerah Walhi Riau, Indra Jaya, mengatakan pernyataan maaf SBY kepada kedua negara tetangga tersebut telah melukai hati masyarakat Riau.

Pasalnya, kata Indra, masyarakat Riau jelas-jelas merasakan langsung dampak dari bencana ini, namun presiden seolah-olah tidak menganggap keberadaan mereka. “Harusnya presiden meminta maaf kepada rakyat sendiri, terutama masyarakat Riau, sebelum meminta maaf kepada bangsa lain,” kecamnya, di Jakarta, Selasa (25/6).

Menurutnya, bencana kabut asap tersebut tidak bisa dilepaskan dari kegiatan investor-investor asing dari Singapura dan Malaysia di daerah itu.

Sebelumnya, pemerintah mengaku telah mengantongi nama-nama perusahaan yang terlibat dalam peristiwa kebakaran lahan di Riau. Sebanyak delapan dari 14 perusahaan yang teridentifikasi tersebut bakal diproses secara hukum.

Reporter : Ahmad Islamy Jamil
Redaktur : Dewi Mardiani

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/06/25/moy37m-sby-lukai-hati-masyarakat-riau

Baca juga kisah-kisah sukses para petani, berita dan harga sawit di bawah ini :

Ketua FPI : Thamrin Tomagola Layak Disiram Air

29 Juni 2013
Editor: Mohammad Ridwan

LENSAINDONESIA.COM: Front Pembela Islam (FPI) Depok mendukung sikap Panglima Komando Laskar Islam FPI Munarman, yang menyiram air muka sosiolog Thamrin Amal Thomagola di tengah talkshow Apa Kabar Indonesia Pagi’ di TVOne, Jakarta, Jumat (28/06/2013).

Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadri, memuji sikap Munarman karena menurutnya Thamrin Tomagola memang layak disiram. “Bagus! Thamrin layak mendapatkan siraman itu,” ujarnya.

Idrus mengatakan, sejak awal tahun 2000, Thamrin selalu menyalahkan muslim Ambon dalam kasus pembantaian umat Islam di Ambon tahun 1999. Begitu juga pada kasus pembantaian umat Islam di Poso sepanjang kasus tahun 1998 sampai 2000.

“Dia juga sering menyalahkan Umat Islam dalam kasus Ahmadiyah dimana saja. Dan hampir di setiap dialog dan ceramah, dia selalu menghina FPI dan selalu memfitnah umat Islam sebagai pihak intoleransi,” paparnya.

Idrus menambahkan, dalam sidang MK tentang Judicial Review UU Anti penodaan agama tahun 2010, ia mendengar langsung dalam ruang sidang pernyataannya dalam membela Ahmadiyah bahwa jika ingin objektif menilai agama-agama dan aneka keyakinan, maka kita harus tanggalkan dulu baju agama.

“Thamrin kerap menghina masyarakat Dayak dengan tuduhan bahwa sex bebas adalah tradisi Dayak, sehingga dia diadili dalam sidang Adat Dayak. Jika saya mau rinci ada 1001 hinaan yang dilontarkannya terhadap gerakan Islam maupun bangsa Indonesia. Dalam dialog TVOne pagi tadi, Munarman menyiramnya karena dia selalu memotong pembicaraan dan terus mengalihkan pokok pembicaraan tanpa etika dialog,” tukasnya.

Idrus menambahkan, FPI sepenuhnya mendukung tindakan Munarman apalagi sebagai Ketua DPP FPI Bidang Nahi Munkar. FPI, kata Idrus, selalu siap jika Thamrin akan memperpanjang kasus tersebut.

“Siraman kopi Munarman tidak ada artinya kalau dibandingkan dengan rasa sakit umat Islam. Umat Islam saat ini harus sadar siapa kawan dan siapa lawan. Kami bukan preman. Thamrin yang preman cuma bedanya dia preman intektual tapi pada dasarnya dia itu enggak beda dengan preman kelas teri,” tukasnya.@ridwan_licom/OZ

Sumber : http://www.lensaindonesia.com/2013/06/29/ketua-fpi-thamrin-tomagola-layak-disiram-air.html

Ribuan Hektare Lahan Sawit di Riau Terbakar

25 Juni 2013

PELALAWAN - Ribuan hektare lahan dan perkebunan kelapa sawit milik warga di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, ludes terbakar. Diduga, api sengaja disulut oleh oknum tertentu untuk membuka lahan baru.

Angin yang bertiup kencang membuat api tak kunjung padam, meski sudah tiga hari berkobar. Di tambah, area yang terbakar merupakan lahan gambut.

Tidak ada upaya pemadaman oleh otoritas setempat, sementara para pemilik lahan hanya bisa pasrah karena tidak sanggup memadamkan api.

Kebakaran lahan dan kebun kelapa sawit itu diduga akibat dari ulah pengelola yang akan membuka lahan perkebunan milik Pemkab Pelalawan.

“Itu dilakukan untuk membersihkan lahan yang akan ditanami kelapa sawit seluas 2.250 ribu hektare,” ujar anggota Koperasi Perkebunan Sawit Desa Teluk Meranti, Syamsidar.

Kebakaran itu mengakibatkan timbulnya kabut asap di provinsi tersebut, bahkan melebar ke daerah lain. sindo/okz

Sumber : http://timoroman.com/ribuan-hektare-lahan-sawit-di-riau-terbakar/

Baca juga kisah-kisah sukses para petani, berita dan harga sawit di bawah ini :

Pemegang HTI Pastikan Tak Terlibat Pembakaran Hutan

26 Juni 2013

Jakarta (ANTARA News) – Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) memastikan tidak ada perusahaan pemegang konsesi hutan tanaman industri (HTI) yang melakukan pembakaran hutan maupun lahan sebab aktivitas tersebut bisa membahayakan investasi yang ditanamkan.

“Pemegang izin HTI menanamkan investasi besar dan jangka panjang, tidak mungkin dia mau mengambil resiko dengan membakar lahan konsesinya,” kata Ketua APHI bidang (HTI) Nana Suparna di Jakarta, Rabu.

Nana menyayangkan adanya tudingan yang mengarah kepada pemegang izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu (IUPHHK) HTI sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan.

Dia menyatakan, seharusnya pihak-pihak yang menuding tersebut melakukan verifikasi terlebih dahulu di lapangan sebelum melontarkan tuduhan.

“Silakan lihat dulu di lapangan. Jangan sembarangan menuduh pelaku pembakaran,” katanya.

Menurut dia, banyak kegiatan masyarakat dan gejala alam yang berpotensi menimbulkan api di lahan HTI, mulai dari merokok, api unggun, hingga sambaran petir.

Aktivitas pembukaan ladang masyarakat yang sejak dulu memanfaatkan proses pembakaran juga bisa menjadi sebab terjadi kebakaran di lahan HTI.

“Di lahan HTI itu masih ada masyarakat yang beraktivitas, yang sayangnya bisa menimbulkan kebakaran,” kata Nana.

Dia menegaskan, perusahaan HTI sejatinya telah melengkapi dengan berbagai perlengkapan pemadaman yang mumpuni, beberapa perusahaan bahkan melengkapi dengan helikopter pemadam.

Secara terpisah, Sekjen Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto menyatakan Kemenhut sejak awal sudah mengingatkan pemegang konsesi HTI soal kebakaran lahan dan hutan.

“Kami sudah kirim edaran agar pemegang konsesi HTI berhati-hati dan waspada,” katanya.

Sejauh ini, antisipasi yang dilakukan pemegang izin HTI sudah cukup baik, lanjutnya, hal itu setidaknya terlihat dari ketersediaan peralatan pemadaman yang didukung dengan personel pemadam kebakaran. “Kami juga minta agar brigade pemadam kebakaran milik perusahaan HTI ikut membantu pemadaman di lahan milik masyarakat,” katanya.

Sekjen juga menegaskan perusahaan HTI tidak mungkin melakukan pembakaran lahan sebab hal itu merugikan investasi yang ditanamkan. (*)

Editor: B Kunto Wibisono

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/382160/pemegang-hti-pastikan-tak-terlibat-pembakaran-hutan

Baca juga kisah-kisah sukses para petani, berita dan harga sawit di bawah ini :

Hujan Buatan Terus Diupayakan di Riau

30 Juni 2013

Jakarta  (ANTARA News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus mengupayakan hujan buatan guna memadamkan kebarakaran hutan dan lahan di Riau meski hujan telah turun kembali di Dumai dan Bengkalis.

“Walaupun berdasarkan pantauan satelit NOAA 18 hanya ada satu titik api di Bengkalis, upaya hujan buatan terus dilakukan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Sabtu.

Hujan buatan yang diupayakan pada hari ini dilakukan dengan tiga kali penyemaian, ujar Sutopo.

Penyemaian pertama, dilakukan menggunakan pesawat Cassa pada pukul 11.01 WIB hingga pukul 12.44 WIB dengan bahan semai sebanyak 600 kilogram NaCl di Kabupaten Siak dan bagian selatan Kabupaten Bengkalis.

Penyemaian kedua, lanjut dia, dilakukan menggunakan pesawat Cassa pukul 13.48–15.47 WIB dengan bahan semai sebanyak 700 kg NaCl di daerah Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kampar.

Penyemaian ketiga, dilakukan dengan pesawat Hercules pukul 14.48–16.56 WIB dengan bahan semai 2.700 kg NaCl di daerah Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Dumai, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Kampar.

“Pada pukul 14.30–15.30 WIB hujan turun di Dumai dan Bengkalis,” ujar Sutopo.

Satgas Pasukan Reaksi Cepat, kata dia, telah melakukan kegiatan patroli pencegahan pembakaran dan melanjutkan operasi pemadaman dengan mengerahkan 15 SSK di seluruh Riau.

Upaya sosialisasi pencegahan pembakaran di wilayah Indragiri Hilir, Dumai, dan Bengkalis dengan melibatkan 1.138 orang dari masyarakat, 90 Satpol PP, dan 29 orang dari Manggala Agni.
(V002/D007)

Editor: Ruslan Burhani

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/382757/hujan-buatan-terus-diupayakan-di-riau

Baca juga kisah-kisah sukses para petani, berita dan harga sawit di bawah ini :

60 Hektar Kebun Sawit Terbakar di Dusun Lubuk Miam, Masyarakat Berupaya Mematikan Api

24 Juni 2013

KOTO GASIB (Riauclick.com) – Kebakaran lahan yang merupakan kebun sawit milik masyarakat di dusun Lubuk Miam desa Kuala Gasib Kecamatan Koto Gasib, hingga sampai saat ini semakin meluas kebakaranya sudah mencapai 60 hektar yang sebelumnya hanya mencapi 25 hektar lahan yang habis terbakar di dusun Lubuk Miam.

“Sampai berita ini diturunkan api yang menjalar ke kebun masyarakat belum sepenuhnya dapat dipadamkan dan sebagian lahan yang terbakar sudah dapat dipadamkan tinggal hanya asap saja yang masih ada “Kata kepala Desa Kuala Gasib Basri Hasan yang ikut memadamkan api dilahan terbakar sang sampai saat ini masih mendirikan tenda untuk menjaga api tidak meluas kemana-mana.

Menurut kades, kebakaran saat ini sudah meluas kemana-mana dan sudah mencapai 60 hektar “Maka dari itu untuk mengatisifasi kebakaran lebih meluas. Masyarakat masih berjaga-jaga di lokasi kebakaran dengan mendirikan tenda dan menyiapkan peralatan untuk menyeriman dengan mengunakan mesin robin dan peralatan lainya “terang Basri Hasan Minggu(23/6).

Dikatakan olehnya, “Biarpun sebagian api sudah banyak yang mati, masyarakat masih tetap berjaga di tempat tersebut dan juga melakukan penyiraman, agar tidak menimbulkan asap tebal. Tujuan kita menjaga lokasi tersebut ,untuk saat ini angin masih kencang dan akan berpontensi kebakaran kembali “jelas kades.

Untuk mengatasi kebakaran yang lebih meluas kita mengharapkan kepada instansi terkait untuk dapat membantu peralatan yang lebih banyak lagi, agar di upayakan untuk dapat memadam  api yang masih menyala. (F3)

Sumber : http://www.riauclick.com

Baca juga kisah-kisah sukses para petani, berita dan harga sawit di bawah ini :