Berita Kelapa Sawit

Hutan Lindung di Riau Disulap Jadi Kebun Sawit, Bupati dan Menhut Digugat

Pekanbaru – Hutan Lindung Bukit Batabuh di Riau disulap oleh PT Tri Bakti Sarimas (TBS) menjadi perkebunan kelapa sawit. Atas hal itu, aktivis lingkungan menggugat Bupati Kuasing dan Menteri Kehutanan karena dinilai lalai menjaga kawasan hutan lindung.

Gugatan perdata ini dilayangkan LSM Riau Madani ke Pengdilan Negeri (PN) Rengat di Kab Inhu, Riau, Senin (18/11/2013). Mereka yang tergugat adalah, PT TBS, KUD Prima Sehati, Bupati Kuansing, (Sukarmis) dan Menhut Zulkifli Hasan.

Sidang gugatan ini dipimpin majelis hakim, Ketua Majelis Hakim, Decky Arianto Save Nitbani. Seluruh kuasa hukum tergugat juga hadir dalam sidang perdana ini. Ketua majelis menyarankan agar para pihak melakukan mediasi untuk menemui titik temu.

Namun pihak tergugat dari aktivis menyatakan tidak bersedia berdamai. “Ini bukan gugatan pribadi atau untuk kepentingan pribadi. Kami menggugat demi kepentingan banyak orang dalam upaya penyelamat kawasan lindung,” ujar Sekretaris LSM Riau Madani, Tommy Manungkalit dalam persidangan.

Karena pihak penggugat menolak, maka sidang ini tetap dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan materi gugatan.

Usai sidang, Tommy menjelaskan kepada detikcom, bahwa dasar gugatannya sangat kuat. Bahwa PT TBS telah melakukan perambahan kawasan hutan Lindung Bikit Bataboh seluas 650 hektar.

“Kita mengakui perusahaan itu memiliki izin HGU. Hanya saja praktek di lapangan mereka merambah kawasan lindung dengan memodali KUD Prima Sejati. KUD ini hanya kedok untuk menutupi penyelewangan izin,” kata Tommy.

Sumber : http://news.detik.com/

Berita Kelapa Sawit Lengkap dan Harga Buah Sawit bisa disimak di Bawah ini :

Gara-gara Pengumpul Tergiur Sawit Perajin Kekurangan Rotan

Liputan6.com, Jakarta : Pengusaha mebel dan kerajinan meminta pemerintah menerapkan larangan ekspor bahan baku rotan yang bisa menghentikan penyelundupan komoditas hasil hutan tersebut ke luar negeri. Pelarangan juga bisa membuat Indonesia menjadi penghasil produk rotan terbesar di dunia.

“Kalau seandainya kita sudah tidak melakukan ekspor bahan baku rotan dan tidak terjadi kebocoran seperti dengan adanya penyelundupan bahan baku rotan, kita sudah bisa jadi produsen produk rotan terbesar di dunia,” ujar Anggota Dewan Pakar Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) Yos S Theosabrata disela Dialog Nasional Kebijakan Perkuatan Lingkungan Usaha Rotan Ramah Lingkungan di Jakarta, Senin (18/11/2013).

Yos mengatakan, sebagai penghasil bahan baku rotan terbesar yang mencapai 85% dari total produksi dunia, sangat tidak bijak jika pemerintah terus melakukan pembiaran ekspor bahan baku rotan ke luar negeri.

Apalagi, kata Yos, industri pengolahan rotan saat ini tengah mengalami kekurangan bahan baku. Salah satu penyebabnya karena pengumpul bahan baku rotan kini lebih tertarik memproduksi kelapa sawit atau karet yang nilai jualnya lebih tinggi dan menguntungkan.

“Produsen saat ini kekurangan bahan baku, permintaan banyak tetapi terjadi distorsi, kita melihat salah satunya untuk mengambil rotan sudah tidak terlalu menarik bagi pengumpul. Ini karena hasilnya tidak seberapa dibanding kelapa sawit atau karet yang harganya meningkat, ini menyebabkan mereka beralih,” tutur dia.

Sebab itu, dia menilai pembukaan keran ekspor dinilai hal bodoh karena tidak bermanfaat. Padahal, Indonesia dikatakan bisa membuat produk bernilai tambah yang berdaya jual tinggi. “Sedangkan mineral saja sekarang harus diproses dulu tidak boleh diekspor mentah,” tutur dia.

Sejak pemberlakuan Peraturan Menteri (Permen) Perdagangan nomor 35 tahun 2011 tentang Ketentuan Ekspor Rotan dan Produk Rotan yang melarang ekspor rotan mentah, rotan asalan, dan rotan setengah jadi, telah meningkatkan nilai ekspor produk rotan pada 2012 hingga mencapai US$ 202 juta dari tahun sebelumnya US$ 168 juta. Namun nilai produk ekspor rotan olahan pada periose Januari-Juli tahun ini baru mencapai US$ 96 juta. (Dny/Nur)

Sumber : http://bisnis.liputan6.com

Berita Kelapa Sawit Lengkap dan Harga Buah Sawit bisa disimak di Bawah ini :

Tabel Informasi Harga TBS Sawit 15 – 21 November 2013 Propinsi Jambi

Harga buah sawit mengalami kenaikan kurang lebih Rp 40 / Kg.

Daftar/Tabel Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Tanggal 15-21 November 2013 berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Jambi :

Umur

Harga  TBS
(Rp/Kg)

3 Tahun

 1.447

4 Tahun

 1.532

5 Tahun

 1.603

6 Tahun

 1.671

7 Tahun

 1.713

8 Tahun

1.748

9 Tahun

 1.784

10 – 20 Tahun

 1.836

Sumber : Dinas Perkebunan Jambi

  • Harga rata-rata CPO               =  Rp / Kg
  • Harga rata-rata Inti Sawit   =  Rp / Kg
  • Indeks “K”                                     =      %

NB :
Untuk Petani Swadaya atau Non Plasma, harga rata-rata Rp 1.500/kg

Dapatkan informasi harga tandan buah segar pada periode lain dan daftar harga sawit di beberapa wilayah lain, lewat :

“Informasi harga Buah Sawit”

MPOA Susul Gapki Keluar dari RSPO

13 November 2013

JAKARTA, Salah satu asosiasi kelapa sawit dari negara produsen terbesar sawit dunia, Malaysian Palm Oil Association (MPOA), akan keluar dari keanggotaan Rountable Sustainable Palm Oil (RSPO). Alasannya, karena RSPO gagal membuktikan perannya dalam industri minyak sawit global. Sedangkan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) sudah mundur dari RSPO tahun lalu.

Hal ini dikatakan Ketua Komisi Minyak Sawit Indonesia (KMSI) Rosediana Soeharto dan Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Asmar Arsyad, di Jakarta, Rabu (13/11). More

Harga TBS Sawit Bulan November 2013 di Sumatera Utara

  • Harga TBS di Sumatera Utara pada bulan November 2013 rata-rata : Rp   1.500 /Kg (di tingkat petani/non plasma)

Sumber : Teman-teman di Facebook DaunHijau.

Untuk Daftar Lengkap Informasi Harga TBS kelapa sawit di wilayah Indonesia klik di bawah ini :

“Info Harga Buah Kelapa Sawit”