Berita Kelapa Sawit

Sektor Investasi Menggusur Ruang Hidup Masyarakat

Sabtu, 21 Desember (Silvia Ramadhani – Okezone)

JAKARTA – Delapan provinsi yakni Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalbar terancam mengalami penyempitan ruang kehidupan masyarakat.
Hal tersebut sehubungan adanya alokasi ruang oleh pemerintah untuk sektor investasi, baik perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industri maupun sektor pertambangan.

Dampak yang muncul kemudian, pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat, kebutuhan ruang hidup seperti lahan perumahan, lahan pertanian dan pangan serta ruang untuk pengembangan infrastruktur pembangunan yang semakin terbatas diprediksi akan menjadi masalah.

“Ternyata tanah di Kalimantan Tengah, sepanjang sungai saja yang masih kosong dan tidak dimiliki oleh investor besar. Mereka (penduduk) bahkan menanam cabe dan lain-lain di kaleng cat. Itu sebagai tanda bahwa tanah mereka sudah tidak ada,” ungkap Head of Campaign and Public Education Departement Sawit Watch, Bondan Andriyanu usai menggelar Diskusi Perkebunan Kelapa Sawit Hendak ke Mana, di Warung Daun Cikini, Sabtu (21/12/2013).

Selain mengakibatkan ruang hidup masyarakat menyempit, perkebunan sawit juga menyebabkan munculnya berbagai konflik sosial. Menurut pantauan Sawit Watch, di delapan provinsi tersebut telah terjadi konflik antara masyarakat adat, petani, dan buruh perkebunan.

Masalah pada level masyarakat adat sebagian besar didominasi oleh persoalan tumpang tindih lahan antara kepemilikan masyarakat adat dan izin yang dikeluarkan oleh pemerintah. Selain itu, hingga saat ini, tercatat juga sebanyak 396 komunitas yang berkonflik dengan perusahaan perkebunan di delapan provinsi tersebut.

Sementara pada masalah sosial, sebagian besar terjadi pada konflik antara perusahaan perkebunan dengan petani kelapa sawit. Tak tanggung-tanggung, Sawit Wath mencatat sebanyak 75 perusahaan pernah mengalami masalah dengan para petani kelapa sawit. Selain itu, terdapat juga 65 perusahaan yang memiliki masalah dengan buruh di sektor pertanian.

“Ini erat kaitannya dengan permintaan pasar yang terlalu tinggi,” pungkasnya.

(rhs)

Sumber :

http://economy.okezone.com/read/2013/12/21/320/915730/ruang-hidup-masyarakat-tergusur-sektor-investasi

Baca Berita Lengkap Tentang Sawit di :

Potret Buruh di Negeri Sendiri

Sabtu, 21 Desember 2013 (Silvia Ramadhani – Okezone)

JAKARTA – Skema kemitraan (inti dan plasma) atau manajemen satu atap dalam pengembangan kelapa sawit di Indonesia sejak tahun 2006 melalui program revitalisasi perkebunan, menghadapkan hidup para pekerja sawit dengan kerasnya perjuangan mencari nafkah. Bukan hanya itu, para pekerja ini harus membanting tulang untuk dapat hidup di tanah yang sebetulnya miliknya sendiri.
“Istilahnya mereka seperti menjadi buruh di negeri sendiri. Hanya saja, ini dalam bentuk inti plasma, bermitra dan lain sebagainya,” ujar Head of Campaign and Public Education Departement Sawit Watch Bondan Andriyanu usai menggelar Diskusi Perkebunan Kelapa Sawit Hendak ke Mana di Warung Daun Cikini, Sabtu (21/12/2013).

Lebih lanjut Bondan menyampaikan, semakin lama lahan masyarakat semakin habis. Bahkan di Kalimantan Tengah peta kebun sawit, tambang, dan hutan lindung jauh lebih besar dari luas provinsi itu sendiri.

“Lebih enggak masuk akalnya, peruntukan lahan untuk itu (tambang, kebun sawit, dan hutan lindung) lebih besar dari pada daerah daratannya. Karena tambangnya kan juga bisa lepas pantai,” ujarnya.

Kondisi ini menurut Bondan, jauh lebih buruk dibanding keadaan dulu, di mana para penduduk lebih banyak berhutan. Sayangnya, hingga saat ini, belum banyak penduduk yang mengerti tentang hal tersebut. Sebagian besar menganggap, perbaikan ekonomi semu seperti kemampuan membangun rumah dan membeli kendaraan secara kredit merupakan bentuk sebuah peningkatan ekonomi.

“Mungkin sekarang punya rumah, sepeda motor, tapi mereka tidak berpikir kredit apa enggak, utang enggak. Ini kan harus diberi pengertian,” katanya.

Di akhir Bondan menyampaikan, parahnya, kondisi ini justru banyak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang hanya ingin mengeruk kepentingan. Misalnya saja para penjual kendaraan bermotor terutama sepeda motor sebagai pasar kredit yang berpeluang besar.

“Pernah ada yang menelfon dari salah satu merek motor, tanya letak kebun-kebun sawit di mana saja. Mereka kemungkinan besar memanfaatkan kondisi ini sebagai target market,” pungkasnya.
(rhs)

http://economy.okezone.com/read/2013/12/21/320/915733/potret-buruh-di-negeri-sendiri

Baca Berita Lengkap Tentang Sawit di :

Gaji Buruh Sawit Rp150 Ribu per Satu Hektare

Sabtu, 21 Desember 2013 (Silvia Ramadhani – Okezone)

JAKARTA – Penghasilan pekerja kelapa sawit Indonesia tidak lebih dari Rp150 ribu per hektare per bulannya. Jumlah ini belum termasuk uang angsuran kredit yang secara otomatis akan dipotong setiap penerimaan gaji.

Demikian diungkapkan Koordinator Serikat Petani Kelapa Sawit, Mansuetus Darto, usai mengisi Diskusi dengan tema Perkebunan Kelapa Sawit Hendak Kemana, di Warung Daun Cikini, Sabtu (21/12/2013).

Darto menambahkan, jumlah tersebut tak lantas diterima secara penuh oleh para pekerja. Sebanyak 50 persen dari hasil penjualan kelapa sawit ini nantinya akan diberikan kepada perusahaan sebagai biaya pemeliharaan tanaman, 30 persennya untuk membayar kredit, dan 20 persen sisanya baru diterima petani. “Bayangkan berapa jumlah yang diterima petani,” katanya.

Senada, aktivis Aliansi Serikat Buruh Indonesia, Sandy, mengungkapkan selama ini pemikiran sebagian besar masyarakat Indonesia banyak yang salah tentang kondisi buruh perkebunan kelapa sawit. Mereka cenderung berpikir bahwa buruh perkebunan sawit itu enak, kenyataannya justru sebaliknya.

“Buruh perkenbunan kelapa sawit itu seperti dieksploitasi. Ini karena mereka rentan dengan kesewenang-wenangan, dan tidak ada status serta standart kerja yang pro buruh. Jadi ada indikasi kerja paksa di kebun kelapa sawit,” jelas dia.

Selain itu, minimnya fasilitas air bersih dan juga masih ditemukannya pekerja anak di kebun sawit, menjadi hal yang memperburuk kondisi pekerja perkebunan sawit. “Memang mereka tidak ada pekerja anak, tapi karena adanya target kerja yang tinggi, para buruh tersebut sering mengajak anak dan istri untuk ikut bekerja,” tandas Sandy.

Dari sisi gaji, Sandy mengamini apa yang disampaikan Darto. Gaji pekerja perkebunan sawit itu dibayar sesuai jam kerja dan taget kerja harian. “Parahnya kita temukan juga, mereka hanya menjadi buruh harian lepas. Jadi tanpa mendapatkan tunjangan apa-apa, hanya dipekerjakan saja,” katanya.

Menurutnya, hingga saat ini Undang-undang Perburuhan yang berlaku di Indonesia, khususnya buruh atau pekerja kelapa sawit masih memihak kepentingan investor. Kepentingan buruh pun seperti dinomor duakan.”Undang-undang perburuan masih berpihak pada keuntungan pengusaha,” pungkasnya.

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/12/21/320/915713/gaji-buruh-sawit-rp150-ribu-per-satu-hektare

Baca Berita Lengkap Tentang Sawit di :

Prediksi Pengusaha Soal Harga CPO Hingga Akhir Tahun

18 Desember 2013

SPC, Jakarta Tak hanya ekspor CPO saja yang naik sepanjang November. Harga CPO di bulan November juga menguat dari dikisaran US$ 900 – US$ 945 per metrik ton. Harga rata-rata sepanjang November ada di posisi US$ 919 per metrik ton atau naik 7% dibandingkan harga rata-rata bulan lalu US$ 859 per metrik ton. Sampai akhir tahun, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memproyeksikan, harga CPO global akan naik karena kondisi cuaca Indonesia dan Malaysia diperkirakan mengalami curah hujan tinggi. Akibat cuaca itu, panen akan terganggu dan produksi diperkirakan berkurang. More

Harga TBS Sawit Bulan Desember 2013 Sumatera Utara

  • Harga TBS Kelapa Sawit kabupaten Mandailing Natal (Madina) berkisar : Rp. 1400 /Kg (Sawit Lokal/non plasma)
  • Harga TBS Kelapa Sawit kabupaten Mandailing Natal (Madina) berkisar : Rp. 1600 /Kg (Perkebunan Sawit Plasma)
  • Harga TBS kelapa sawit di kecamatan Siabu berkisar :  1.300 /Kg

Sumber : teman2 di Facebook DaunHijau

Daftar Lengkap Tabel Informasi Harga TBS kelapa sawit di wilayah Indonesia sebagai Pembanding  harga atau untuk mendapatkan prediksi harga terbaru/terkini buah kelapa sawit dapat di lihat di :

Daftar Lengkap Harga Kelapa Sawit di Indonesia