Kebun Sawit Tidak Baik Terlalu Bersih

-

Kebun Sawit tidak baik terlalu bersih

Kebun Sawit tidak baik terlalu bersih

-
Aku berdiri di sini, rasa sejuk menembus kulit mengairi aorta dan paru-paru hingga ke hati menjadikannya tentram, indah, tak seperti di kebun sawit di lahan gambut di kecamatan Pinggir sana, panas, udara menguap dari panas yang dipantulkan gambut kering. Kayu-kayu yang menunggu proses pembusukan pun bergelimpangan di sana sini.

Kukira ini sudah bisa menjadi seperti areal taman wisata anak muda yang sedang berkasih-kasihan, tempat bercengkrama sambil berlarian atau sekedar berfoto ria.  Tapi kau jangan kagum dan senang dulu, kupikir banyak yang salah di sini. Memang bersih, nyaman, damai tapi jauh dilubuk hati sang kelapa sawit terasa gersang, tak salah lagi, aku harus memanggil tukang semprot gromoxon itu, memperingatkannya karena aku telah kehilangan rumput-rumput kentangan. Lagipula dia punya kesalahan fatal karena menyemprot piringan sawit. Duh..! Pasar mati itu harusnya penuh dengan rumput kentangan!

Kukira kumbang-kumbang dan ngengat yang biasa membantu penyerbukan bunga sawit pasti sudah banyak yang minggat demi mencium aroma racun gromoxon sialan ini.

Ah.., ini sudah setengah malapetaka….:’(

Kebun Sawit ini akan menjadi gersang karena tanpa rumput sama sekali

Kebun Sawit ini menjadi gersang karena tanpa rumput sama sekali

-

Penyemprotan Berlebihan Menyebabkan Kebun Sawit Gundul

Penyemprotan Berlebihan Menyebabkan Kebun Sawit Gundul

-

Foto lain akibat fatal dari penggunaan racun gulma yang berlebihan

Foto lain akibat fatal dari penggunaan racun gulma yang berlebihan

-

Sebaiknya sisakan sebagian rumput peneduh seperti rumput kentangan

Sebaiknya sisakan sebagian rumput peneduh seperti rumput kentangan

-

Sarang Semut di Daun Sawit

-

Sarang semut hanya sedikit merusak daun sawit

Sarang semut hanya sedikit merusak daun sawit

Betapapun kau merasa kecil, tinggal dan hidup mersama-sama orang kecil janganlah cita-citamu menjadi kerdil, – IvanS

Kalimat di atas timbul saat-saat aku menyasksikan hewan-hewan kerdil bernama semut membangun sarang-sarang mereka di pohon.pohon sawit di antara dedaunan hijau kebunku.

Menurutku serangan semut-semut ini taklah separah serangan rayap yang sering mengakibatkan pohon-pohon sawit mati perlahan.

Semut-semuty ini hanya membuat semacam gundukan-gundukan kecil dengan menyatukan daun-daun atau gundukan ditangkai pelepah.

Jika dalam jumlah banyak semut ini akan merepotkan kita saat melakukan pembersihan lahan. Gigitannya daslasm jumlah banyak cukp membuat tubuhkitagatal. Tapi tidaklah begitu ,erusak sawit dibandinglkandengasn rayap’ ulat pemakan daun atau kumbang.

Sarang semut menggulung daun-daun sawit

Sarang semut menggulung daun-daun sawit

Damar di Antara Pohon Sawit di Lahan Gambut

-

Damar banyak ditemukan di lahan gambut

Damar banyak ditemukan di lahan gambut

-

Damar yang sudah semakin sulit dicari

-

Damar ini banyak kegunaannya, bisa untuk menambal perahu

Damar ini banyak kegunaannya, bisa untuk menambal perahu

-

Damar

Damar

-

Alat Timbang Buah Kelapa Sawit

Segala puji syukur harus dipelihara dalam hati, berapapun hasil yang aku dapatkan : banyak, cukup banyak, sedang atau bahkan biarpun hanya sedikit.

Kali ini hasil dari kebun sawit sudah kami kumpulkan dan sudah saatnya dijual ke toke. Untuk itu buah kami bawa ke ram untuk ditimbang.

Foto di bawah ini adalah foto proses penimbangan buah dengan alat timbang buah.

Alat Timbang Buah Kelapa Sawit

Truk dan buah sawit di timbang di alat Timbang Buah Kelapa Sawit

Langkah-langkah menimbang buah adalah :

  • Mobil / truk yang bersama buah yang dibawanya ditimbang seluruhnya.
  • Beratnya bisa di lihat di layar display.
  • Lalu buah diturunkan.
  • Setelah buah diturunkan, mobil dengan bak kosong ditimbang kembali.
  • Berat truk berisi dikurangi berat truk kosong maka didapat total berat buah sawit.
Display yang menunjukkan berat beban yang ditimbang

Display yang menunjukkan berat beban yang ditimbang

 

Alat Pengukur pH Tanah

Alat pengukur PH Tanah, sebaiknya digali dulu 50 cm sebelum dipakai

Alat pengukur PH Tanah, sebaiknya digali dulu 50 cm sebelum dipakai

-pH Tester Tanah atau disebut juga Soil Moisture Meter.

Para pemilik perkebunan, sangat penting memiliki alat pengukur tanah, salah satunya adalah seperti gambar alat pengukur PH tanah dalam artikel ini. Alat-alat pengukur tanah biasanya diciptakan sedemikian rupa agar mudah digunakan dan tidak terlalu berat.

Fungsi alat pengukur pH tanah digunakan sebagai pengukur / pendeteksi parameter kwalitas, potensi tanah atau tingkat kesuburan tanah. Sehingga kita bisa tahu apakah tanah yang kita ukur sudah sesuai dengan nilai pH ideal yang dibutuhkan oleh tananam yang akan kita tanam agar tanaman itu tumbuh secara maksimal dengan hasil yang maksimal pula.

Alat Pengukur PH Tanah

Alat Pengukur PH Tanah

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pH tanah sangatlah penting dalam dunia pertanian karena pH tanah akan menentukan tingkat kesuburan tanaman. pH tanah atau pH larutan tanah sangat penting karena larutan tanah mengandung unsur hara seperti N (Nitrogen), K (Potassium/kalium), dan P (Pospor).

Jika larutan tanah terlalu masam, tanaman tidak dapat memanfaatkan N, P, K dan unsur hara lain secara maksimal untuk pertumbuhan, perkembangan, pertahanan terhadap penyakit dan untuk menghasilkan buah.

Keasaman tanah yang terlalu tinggi menyebabkan penggunaan pupuk seperti NPK atau pupuk buah menjadi berkurang manfaatnya atau bahkan tidak bermanfaat sama sekali.

Tampak atas alat pengukur tingkat ke asaman tanah

Tampak atas alat pengukur tingkat ke asaman tanah

Alat-alat pengukur pH tanah umumnya digunakan  dengan cara menancapkannya di tanah.

Agar hasil pengukuran lebih akurat, sebaiknya di gali terlebih dahulu setidaknya 50 sentimeter.

Dengan alat ini jika kadar ke asaman tanah terlalu tinggi, artinya lahan kita perlu dibenahi, antara lain dengan cara diberi dolomit.

Untuk mengukur pH tanah sendiri, biasanya bisa dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan menggunakan kertas lakmus, pH indikator atau pH meter.

Dibanding dengan cara lain, pengukuran yang paling akurat adalah dengan menggunakan pH meter, ada banyak merek, semakit akurat dan semakin kuat alatnya tentu harganya pun semakin mahal.Namun dengan aplikasi yang sederhana saja, hasil perkebunan yang didapatkan menjadikan harga tersebut tidak sesuatu yang penting dipermasalahkan. Bahkan saya sendiri menggunakan beberapa merek untuk jenis alat pertanian ini.

Berikut ini adalah kelebihan alat pengukur tanah yang saya pakai dalam gambar  :

  • Alat ini bisa dipakai untuk tanaman outdoor maupun indoor.
  • Alat Penguji Ph Meter ini bekerja sebagai alat yang sangat akurat
  • Untuk menghindari kerusakan elektroda, sebaiknya alat ini dibersihkan setelah digunakan.

Harga alat-alat pengukur tanah ini cukup bervariasi, mulai dari harga Rp 90.000 hingga harga Rp 2.500.000.

Berikut sedikit info tentang harga yang didapat hingga akhir bulan Agustus 2014 :

  • Soil moisture meter TAKEMURA DM-15 seperti gambar di samping ini dipasaran dijual dengan harga Rp. 1.250.000
  • Untuk merek Lutron pH-212 Soil pH Meter, dijual seharga Rp. 1.550.000,
  • yang paling murah adalah alat ukur pH tanah berwarna hijau dijual seharga Rp. 90.000.

Dengan dasar pengalaman saya, saya sarankan sebaiknya beli TAKEMURA DM-15 atau Lutron pH-212 Soil PH Meter,  karena alat ini termasuk alat ukur pH tanah yang sangat akurat.

Untuk menyeimbangkan pH/keasaman tanah, umumnya dengan penggunaan kapur pertanian atau dolomit, dosisnya tergantung dengan nilai Ph tanah. Di bawah ini adalah data tingkat kebutuhan kapur pertanian (dolomit) berdasarkan hasil pengukuran pH tanah :

Tabel :

pH Tanah

Reaksi Tanah

Kebutuhan Dolomit
( ton/Ha )

4,5

Masam

7,87

4,6

Masam

7,4

4,75

Masam

6,65

4,8

Masam

6,5

5.0

Masam

5.55

5,25

Masam

4,3

5,2

Masam

4,5

5,4

Masam

3,6

5,5

Masam

3

5,6

Agak Masam

2,7

5,8

Agak masam

1,7

6

Agak masam

0,75

6,1 – 6,4

Agak masam

< 0,8

6,25 – 7,5

Netral

-

7,5 – 8,5

Agak basa

-

Ah kawan, tentu saja catatan ini tidak sempurna terutama pada bagian kebutuhan dolomit per Ha berdasarkan pH tanah, tapi itulah info semampuku yang kukumpulkan disela waktu sibukku, semoga bermanfaat sebagai sebuah gambaran daripada tidak ada acuan sama sekali. Tentu saja aku berharap kritik membangun dari kawan-kawan yang sudah berpengalaman untuk dibagikan di web ini. Dan sekali lagi, Semoga bermanfaat, tetap semangat dan selamat bercocok tanam, …

(IvanS, “Di bawah daun-daun hijau”)