Mengapa Daun Berubah Warna Saat Musim Gugur?

Daun pepohonan dan tanaman-tanaman lain mengandung tiga pigmen utama yakni: karoten, antosianin, dan pigmen fotosintetik (klorofil), yang menangkap energi matahari untuk membuat makanan bagi tanaman. Sebagai pigmen yang paling melimpah, klorofil merupakan zat yang memberikan warna hijau bagi daun di musim semi dan musim panas.

Zat kimia lain pada daun, auksin, mengontrol sekelompok sel tertentu pada dasar masing-masing batang daun, yang disebut lapisan absisi. Selama musim pertumbuhan, auksin mencegah lapisan ini terbentuk sempurna dan memblokir tabung-tabung internal kecil yang menghubungkan masing-masing daun dengan bagian sistem sirkulasi lainnya pada pepohonan.

Akan tetapi, pada musim gugur, hari-hari yang lebih dingin dan lebih singkat memicu terhentinya produksi auksin, sehingga memungkinkan lapisan absisi tumbuh dan menghambat sirkulasi air, nutrien dan gula ke daun. Ketika ini terjadi, klorofil mengalami disintegrasi dengan cepat, sehingga membiarkan karoten menampakkan warnanya seperti warna kuning pada daun maple, pohon yang berdaun ringan (aspen), dan daun pohon birch. Sementara itu, antosianin memberikan warna oranye dan merah bagi pohon maple, pohon sumacs dan pohon ek. Jika sinar matahari kurang, antosianin tidak begitu aktif secara kimiawi dan daun lebih berwarna oranye atau kuning dibanding berwarna merah.

Disadur dari: sciencedaily.com

Sumber :

http://www.chem-is-try.org/tanya_pakar/mengapa-daun-berubah-warna-saat-musim-gugur/

Limbah Sawit Sumut Dilirik Korsel

24 Oktober 2013

(Berita Daerah – Sumatera) Investor Korea Selatan tertarik dengan limbah kelapa sawit di Sumatera Utara (Sumut) untuk diolah menjadi bahan bahan baku energi terbarukan, yakni biomassa.

“Sebuah perusahaan Kyung Dong Corporation asal Korea Selatan sudah menyatakan ketertarikan pengolahan limbah sawit itu menjadi biomassa. Mereka melihat potensi limbah yang besar itu di Sumut,” kata Kepala Dinas Perkebunan Sumut, H Aspan Sofian di Medan.

Mengutip pernyataan Manager Biomass Departement Kyung Dong Corporation, Yoon Hyoyoung, potensi bahan baku biomassa di Sumut relatif cukup besar di tengah kebutuhan energi terbarukan.

Menurut dia, biomassa itu sudah punya pasar di Jepang sehingga bisnis tersebut sangat menjanjikan.

Kyung Dong Corporation memerlukan bahan baku sebanyak 200.000 metrik ton per tahun dan sebagian sudah diambil dari Kalimantan. Dari Sumut sendiri, pasokan limbah masih dari kakao.

“Mudah-mudahan, tawaran investor Korsel disambut positif dengan cepat karena produksi sawit di Sumut cukup besar,” katanya.

Aspan menyebutkan areal perkebunan kelapa sawit di Sumut seluas 1.118.733,26 hektare, karet 581.677,11 hektare, kelapa 112.952,42 hektare, dan kakao 79.728,54 hektare.

Limbah empat komoditas sangat potensial untuk bahan baku biomassa.

(et/EA/bd-ant)

Sumber : http://beritadaerah.com/2013/10/24/limbah-sawit-sumut-dilirik-korsel/

Investasi Astra Di Riau Terganggu Akibat Aksi Premanisme

27 October 2013

Pekanbaru, (antarariau.com) – Investasi perusahaan kelapa sawit PT Tunggal Perkasa Plantation (TPP) terganggu dengan aksi premanisme serta tindak kriminal dari sekelompok warga di daerah operasional anak perusahaan Astra Agro Lestari itu di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Community Development Officer PT TPP, Sukmayanto, di Pekanbaru, Minggu, mengatakan aksi premanisme tidak hanya sebatas pengrusakan dan penjarahan buah sawit, melainkan juga berupa penganiayaan terhadap para pekerja. Akibatnya, mayoritas pegawai merasa terintimidasi dan tidak berani bekerja seperti biasa.

“Karyawan yang paling kena imbas dari masalah ini karena tidak bisa bekerja. Sebanyak 2.400 karyawan tetap hanya mendapat gaji pokok, padahal biasanya bisa mendapat lebih banyak dari premi dan upah lembur. Buruh harian lepas mencapai 1.500 orang juga meradang karena tidak lagi dapat bekerja,” kata Sukmayanto.

TPP mengelola perkebunan kelapa sawit seluas 14.935 hektare (ha) di Riau. Masalah dengan warga di Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu, sudah berlangsung cukup lama, dipicu klaim lahan dan masalah kebun plasma. Selain itu, sekelompok warga daerah itu juga menuding perusahaan beroperasi tanpa izin Hak Guna Usaha (HGU) yang habis pada 2012 di daerah Pasir Penyu, sehingga warga melakukan penjarahan sawit dan pendudukan lahan.

Sedangkan, pihak perusahaan menyatakan izin perpanjangan HGU TPP di Kecamatan Pasir Penyu dan Lirik sudah dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada 9 September lalu dengan luas 10.244 ha.

Namun, hal itu tidak menghentikan tindakan sekelompok warga yang masih juga melakukan pencurian dan pengrusakan terhadap kebun perusahaan. Ia mengatakan, pada tanggal 25 Oktober lalu, sekelompok warga melakukan penebangan pohon sawit TPP di area Desa Jati Rejo Apdeling K dan L.

“Bahkan, setiap hari rata-rata buah kelapa sawit yang dijarah oknum warga mencapai 15 sampai 20 truk,” ujarnya.

FB Rian Anggoro

COPYRIGHT © 2013

Sumber : http://www.antarariau.com/berita/29963/aksi-premanisme-ganggu-investasi-astra-di-riau-

Perusahaan Malaysia Beli Lahan Sawit di Kalimantan

Oleh Handoyo, Maria Elga Ratri – Kamis, 24 Oktober 2013

JAKARTA. Investasi sawit di dalam negeri masih menarik bagi investor asing asal Malaysia. Nor Hazlan Abdul Mutalib, Sekretaris Jenderal Persatuan Pelabur Perkebunan Malaysia di Indonesia atau Association of Plantation Investors of Malaysia in Indonesia (Apimi) mengatakan saat ini ada tiga perusahaan Malaysia berencana masuk Indonesia dengan membeli lahan sawit di Kalimantan.

“Masing-masing perusahaan akan membeli lahan seluas 10.000 hektare (ha),” kata Hazlan, Rabu (23/10). Namun Hazlan enggan menyebutkan nama ketiga perusahaan Malaysia tersebut, juga kebun perusahaan apa yang akan mereka beli.

Seperti diketahui, Menteri Pertanian baru saja mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 98/2013. Dalam beleid tersebut diatur soal pembatasan lahan sawit seluas 100.000 hektare (ha) untuk setiap grup perusahaan.

Hazlan mengatakan kebijakan tersebut telah membuat beberapa perusahaan besar asal Malaysia akan mengalihkan investasinya ke negara lain seperti Afrika, Vietnam dan Myanmar. Selama ini, banyak investor Malaysia berinvestasi sawit di Indonesia.

Pengalihan investasi ini, kata Hazlan, terjadi pada perusahaan Malaysia yang luas areal lahannya sudah melewati batas lahan yang ditetapkan peraturan tersebut.

“Kesamaan sosial dan budaya masih ada perusahaan Malaysia yang mau investasi meski skala kecil,” kata Hazlan. Perusahaan tersebut utamanya yang memiliki luasan sekitar 10.000 ha-20.000 ha.

Saat ini jumlah perusahaan perkebunan asal Malaysia yang berada di Indonesia yang masuk dalam keanggotaan Apimi mencapai 18 perusahaan. Dari jumlah tersebut, luas lahan yang dimiliki mencapai kurang lebih 1 juta ha. Sekitar 80%nya sudah ditanami oleh sawit. Masih ada 200.000 ha lagi yang belum tertanam.

Joefly J. Bahroeny, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) bilang pembatasan areal kebun sawit tak hanya membuat investor asing mundur melainkan perusahaan di dalam negeri akan lari ke negara lain untuk investasi seperti Vietnam, Papua Nugini dan negara-negara di Afrika serta Amerika Latin.

“Kebijakan ini akan mendorong investasi ke sana (luar negeri),” ujar Joefly J. Bahroeny, Ketua umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki).

Sumber : http://industri.kontan.co.id/news/perusahaan-malaysia-beli-lahan-sawit-di-kalimantan

Daftar Harga TBS Kelapa Sawit Bulan Oktober 2013 di Daerah Kalimantan Barat (Kalbar)

Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit untuk bulan Oktober 2013 berdasarkan data dari Pemda Kalimantan Barat (Kalbar) :

Umur

Harga  TBS
(Rp/Kg)

3 Tahun

1.178,19

4 Tahun

1.277,89

5 Tahun

1.372,96

6 Tahun

1.411,41

7 Tahun

1.462,90

8 Tahun

1.508,75

9 Tahun

1.549,20

>= 10 Tahun

1.602,05

Sumber : Dinas Perkebunan Jambi

  • Harga rata-rata CPO               = Rp 7.591,83 /Kg
  • Harga rata-rata Inti Sawit   = Rp 3.762,60 /Kg
  • Indeks “K”                                      =  88,21 %
Untuk mengetahui informasi harga-harga tandan buah segar pada periode lain dan harga di beberapa wilayah lain, dapat di klik di bawah ini :

“Tabel-tabel harga TBS sawit di Indonesia”