Habitat Harimau Sumatera Terdesak Perkebunan Sawit

  Jumat, 01/11/2013

JAKARTA, (PRLM).- Hanya ada 400 harimau Sumatera yang tersisa di dunia karena sebagian besar habitat mereka telah dimakan oleh perkebunan kelapa sawit dalam waktu dua tahun.

Perkebunan kelapa sawit telah kejam menggerogoti beragam hutan hujan bangsa. Perluasan kebun kelapa sawit dengan membakar hutan telah menimbulkan polusi udara. Sekarang laporan dari kelompok lingkungan Greenpeace menyalahkan konsesi kelapa sawit ilegal yang mengakibatkn harimau Sumatra ke jurang kepunahan.

Menurut peta yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan Indonesia, 1,24 juta hektare hutan hilang tak tergantikan dari tahun 2009 sampai 2011, termasuk hampir dua pertiga dari semua habitat asli harimau sumatera. Hanya 400 dari kucing pribumi Asia kini diperkirakan masih ada di pulau, yang terlihat mengejutkan seperempat juta hektare hilang untuk sawit dan pulp setiap tahun. “Mempercepat deforestasi dan perburuan liar merajalela berarti makhluk mulia ini bisa berakhir seperti kerabatnya di Jawa dan Bali,” demikian laporan World Wildlife Fund.

Greenpeace’s Licence to Kill melaporkan dokumen kebakaran pembersihn konsesi kelapa sawit, pengrusakan hutan hujan grosir dan perkebunan kelapa sawit ilegal di dalam Taman Nasional Tesso Nilo, di mana tinggal sebagian besar harimau yang masih hidup. Spesies lain bergantung pada keanekaragaman hayati Sumatera termasuk orangutan, badak, dan gajah .

Tapi melindungi harimau Sumatera yang terancam punah itu problematik. Kelapa sawit menyediakan lapangan kerja langsung ke 4,9 juta orang di Indonesia dan terbesar ketiga devisa – laba kontributor negara di $ 21600000000 – itu sekitar seperempat dari ekspor nonpetroleum Indonesia atau sekitar seperlima dari total ekspor. Dan dengan konsumsi minyak sawit dunia meningkat lima kali lipat selama dekade terakhir, ditambah pemotongan tarif perdagangan, konservasi menghadapi tantangan berat . (time/Sheila-job/A-147)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/257069

Berita Kelapa Sawit Lengkap dan Harga Buah Sawit bisa disimak di Bawah ini :

Belasan Gajah Amuk Kebun Warga Di Kampar

gagasanriau.com ,Kampar-Sekurangnya 13 ekor gajah mengamuk di Desa Bencah Kelubi, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau tengah malam hingga mengakibakan dua unit rumah dan 20 hektare kebun sawit rusak.

“Kebun tersebut milik 10 warga dan aksi pengrusakan itu telah membuat trauma mereka,” kata Jum Haryanto, Kades Indra Puri di Bangkinang, Senin.

Satu unit rumah warga yang berdinding papan hancur dan rata dengan tanah, begitu juga satu unit rumah semi permanen, sementara kebun mereka diacak-acak hewan berbelalai tersebut.

Dari lahan yang rusak itu seluas dua hektare diantaranya milik Anwar warga Pasar Minggu menjadi yang paling parah kerusakannya dan sedikitnya 300 batang sawit habis dimakan.

Ia mengatakan, peristiwa seperti ini sudah sering kali terjadi dan sangat meresahkan warga. Gajah yang merusak itu berpostur tubuh besar dan merupakan gajah dewasa.

“Warga mulai berjaga-jaga sejak dini hari tadi, dihalau sekitar 1 meter baru gajah itu lari, ” ujarnya.

Jum Haryanto menyebutkan, sebelumnya sudah pernah turun tim dari dari Dinas Kehutanan namun mereka tidak memberikan solusi bahkan malah minta biaya Rp50 juta untuk mengamankan per ekor gajah untuk dibawa ke habitatnya termasuk biaya makan.

“Kawanan gajah ini tiap sebulan sampai dua bulan pasti mengamuk lagi,” kata dia.

Anwar pemilik kebun, mengatakan bahwa ia sudah melapor ke Dishut Pekanbaru dan Kampar juga ke UMS (Perlindungan Hewan) Pekanbaru, begitu juga dengan anggota DPRD Kampar H Sahidin, namun belum ada tanggapan.

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kampar  Muhamad Syukur dikonfirmasi belum mengetahui kejadian itu, “Saya belum dapat laporan dan terimakasih sudah menginformasikan. Nanti tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam
(BKSDA) Provinsi Riau akan mengecek ke,” kata dia.

Syukur mengakui bukan kali ini saja gajah mengamuk. “Tiga minggu lalu kita sudah melakukan pengusiran gajah tersebut, namun apa boleh buat mereka datang dan merusak lagi,” ujarnya.

Untuk menggembalikan gajah ke habitatnya dibutuhkan biaya yang tidak sedikit dan mencapai puluhan juta rupiah dan kewenangannya ada di BKSDA.

antarariau

Sumber : http://gagasanriau.com/belasan-gajah-amuk-kebun-warga-di-kampar/

Berita Kelapa Sawit Lengkap dan Harga Buah Sawit bisa disimak di Bawah ini :

Riau Sudah Tetapkan Besaran Kebutuhan Hidup Layak ke Kemenakertrans

01 November 2013

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mencatat hingga pukul 08.00 WIB hari ini (1/11/2013), 22 Provinsi yang telah menetapkan besaran Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Namun dari jumlah itu hanya 10 provinsi yang telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2014.

Berikut Daftar Provinsi yang telah Menetapkan KHL, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Bangka-Belitung, Papua, Bengkulu, NTB, DKI Jakarta, Maluku, Riau, Sulawesi Selatan, Banten, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Papua Barat, Sumatera Utara, Bali, Gorontalo, Sulawesi Utara dan NTT.

Sedangkan Provinsi yang telah menetapkan Upah Minimum 2014 adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Bangka-Belitung, Papua, Bengkulu, NTB, dan Jakarta.

“Kita terus mendorong percepatan penetapan upah minimum 2014 ini dengan menerjunkan tim asistensi dari Kemnakertrans ke provinsi-provinsi yang belum menetapkan UMP,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di Jakarta dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/11/2013).

Berita yang dilansir Detik.com ini menyatakan, derdasarkan Permenakertrans No 7/2013 diatur penetapan UMP 2014 harus diumumkan selambat-lambatnya tanggal 1 November 2013. Muhaimin mengaku sudah menerjunkan tim asistensi ke berbagai Pemerintah Daerah (pemda) tingkat Provinsi yang belum menetapkan besar KHL dan besaran Upah Minimun tahun 2014.

Tim Asistensi Kemnakertrans ini akan bertugas memberikan asistensi, mediasi dan konsultasi untuk mempercepat proses penetapan UM 2014 kepada dewan pengupahan daerah dan pemerintah daerah provinsi di Seluruh Indonesia.

“Kita minta para kepala daerah agar memberikan perhatian khusus untuk memediasi pekerja dan pengusaha dalam proses penetapan UM 2014 . Kita terus mendorong agar proses pembahasan dan penetapan UMP ini dapat dipercepat sehingga tidak menimbulkan gejolak dari pekerja dan pengusaha,” katanya.

Ia menegaskan, UMO hanya sebagai pengaman sosial (social safety net). Upah minimum hanya berlaku bagi pekerja lajang dengan masa kerja kurang dari satu tahun. “Dalam bernegosiasi di dewan pengupahan daerah, para perwakilan pekerja dan perwakilan pengusaha harus menyadari bahwa upah minimum adalah upah paling dasar bagi pekerja lajang, jangan sampai bergeser menjadi upah standar di perusahaan,” katanya.(*)

Parlindungan | Edited by Rbc

Sumber : http://riaubisnis.com

Informasi Harga Bahan Olahan Karet (Bokar) 28 Oktober – 02 November 2013 di Propinsi Riau

Tabel Informasi harga bahan olahan karet (Bokar) di wilayah Riau

Nama Perusahaan

Harga Olahan Karet   (Bokar)

    PT P&P Bangkinang

23.000

    PT Andalas Agrolestari

22.000

    PT Tirta Sari Surya

22.000

    PT Rickry Pekanbaru 22.500

Untuk harga lengkap dapat di klik di bawah ini :

Tabel Lengkap Harga Bahan Olahan Karet (Bokar)

Harga TBS Kelapa Sawit Bulan November 2013 Kalimantan Timur

Hasil Rapat Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Perkebun di daerah Provinsi Kalimantan Timur untuk periode bulan November 2013 :

Umur

Harga  TBS
(Rp/Kg)

3 Tahun

1.345,08

4 Tahun

1.374,36

5 Tahun

1.401,47

6 Tahun

1.437,83

7 Tahun

1.452,09

8 Tahun

1.487,56

9 Tahun

1.522,10

10 – 25 Tahun

1.534,02

Harga CPO rerata tertimbang                                      =  Rp 7.587,66
Harga kernel rerata tertimbang (inti sawit)       = Rp
3.537,07
Indeks “K”                                                                                =        
83,89 %
Daftar Lengkap Tabel Informasi Harga TBS kelapa sawit di wilayah Indonesia sebagai Pembanding  harga atau untuk mendapatkan prediksi harga terbaru/terkini buah kelapa sawit dapat di lihat di :

Daftar Lengkap harga kelapa sawit di Indonesia