Beranda

Hama Tanaman Jagung

Hama utama pada tanaman Jagung meliputi :
ULAT TANAH (Agrotis ipsilon)
ULAT GRAYAK (Spodoptera liptura)
LALAT BIBIT (Atherigona sp)
PENGGEREK BATANG (Ostrinia furnacalis)
PENGGEREK TONGKOL (Helicoverpa armigera)
BELALANG DAUN (Locusta migratoria)ULAT TANAH (Agrotis ipsilon)

Ciri-ciri hama : Larva biasa berada dalam tanah, berwarna coklat kehitaman, mempunyai tujuh pasang kaki.

Serangan : Hama  ini  menyerang  tanaman umur  1-3 minggu, dengan cara menyerang dan memotong pangkal batang pada waktu   malam   hari, siang hari ulat  bersembunyi  dalam  tanah.

ULAT GRAYAK (Spodoptera liptura)

Ciri-ciri hama :
• Ngengat dengan sayap bagian depan berwarna coklat atau keperak-perakan, sayap belakang berwarna keputihan, aktif pada malam hari.
• Telur berbentuk hampir bulat dengan bagian datar melekat pada daun (kadang tersusun 2 lapis), warna coklat kekuning-kuningan, berkelompok (masing-masing berisi 25 – 500 butir) tertutup bulu seperti beludru.
• Larva mempunyai warna yang bervariasi, yang baru menetas berwarna hijau muda, bagian sisi coklat tua atau hitam kecoklatan dan hidup berkelompok.
• Siklus hidup berkisar antara 30 – 60 hari (lama stadium telur 2 – 4 hari, larva yang terdiri dari 5 instar : 20 – 46 hari, pupa 8 – 11 hari).

Serangan :
• Ulat menyerang tanaman pada malam hari, dan pada siang hari bersembunyi dalam tanah (tempat yang lembab).
• Larva yang masih kecil merusak daun dan menyerang secara serentak berkelompok. dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas, transparan dan tinggal tulang-tulang daun saja, sedang larva berada di permukaan bawah daun.
• Biasanya ulat berpindah ke tanaman lain secara bergerombol dalam jumlah besar.
• Serangan umumnya terjadi pada musim kemarau.
• Tanaman Inang Hama ini bersifat polifag, selain jagung juga menyerang tomat, kubis, dan tanaman lainnya.LALAT BIBIT (Atherigona sp)

Ciri-ciri hama :
• Imago sangat aktif terbang dan sangat tertarik pada kecambah atau tanaman yang baru muncul di atas permukaan tanah.  Lama hidup serangga dewasa bervariasi antara lima sampai 23 hari dimana betina hidup dua kali lebih lama dari pada jantan. Imago kecil dengan ukuran panjang 2,5 mm sampai 4,5 mm.
• Telur mulai diletakkan oleh Imago betina tiga sampai lima hari setelah kawin dengan jumlah telur tujuh sampai 22 butir atau bahkan hingga 70 butir. Imago betina meletakkan selama tiga sampai tujuh hari, diletakkan secara tunggal, berwarna putih, memanjang, diletakkan dibawah permukaan daun.
• Larva terdiri dari tiga instar yang berwarna putih krem pada awalnya dan selanjutnya menjadi kuning hingga kuning gelap.

Serangan :
• Serangan terjadi pada tanaman yang baru tumbuh (1-2 minggu setelah tanam).
• Larva yang baru menetas melubangi batang yang kemudian membuat terowongan hingga dasar batang sehingga tanaman menjadi kuning dan akhirnya mati.PENGGEREK BATANG (Ostrinia furnacalis)

Ciri-ciri hama :
• Ngengat aktif malam hari, dan menghasilkan beberapa generasi pertahun, umur imago/ngengat dewasa 7-11 hari.
• Telur diletakkan berwarna putih, berkelompok, satu kelompok telur beragam antara 30-50 butir, seekor ngengat betina mampu meletakkan telur 602-817 butir, umur telur 3-4 hari. Ngengat betina lebih menyukai meletakkan telur pada tanaman jagung yang tinggi dan telur di letakkan pada permukaan bagian bawah daun utamanya pada daun ke 5-9.
• Larva yang baru menetas berwarna putih kekuning-kuningan, makan berpindah pindah, larva muda makan pada bagian alur bunga jantan, setelah instar lanjut menggerek batang, umur larva 17-30 hari.
• Pupa biasanya terbentuk di dalam batang, berwarna coklat kemerah merahan, umur pupa 6-9 hari.

Serangan :
• Hama menyerang tanaman menjelang berbunga dengan menggerek dalam batang, tanda terjadi serangan yaitu adanya serbuk berwarna putih berserakan di sekitar permukaan daun dan bunga jantan patah.
• Kerusakan yang ditimbulkan pada setiap bagian tanaman jagung yaitu lubang kecil pada daun, lubang gorokan pada batang, bunga jantan, atau pangkal tongkol, batang dan tassel yang mudah patah, dan tumpukan tassel yang rusak.PENGGEREK TONGKOL (Helicoverpa armigera)

Ciri-ciri hama :
• Telur diletakkan pada rambut jagung. Rata-rata produksi telur imago betina adalah 730 butir, telur menetas dalam tiga hari setelah diletakkan.
• Larva terdiri dari lima sampai tujuh instar. Khususnya pada jagung, masa perkembangan larva pada suhu 24 – 27,2°C adalah 12,8 – 21,3 hari. Larva memiliki sifat kanibalisme. Spesies ini mengalami masa pra pupa selama satu sampai empat hari. Masa pra pupa dan pupa biasanya terjadi dalam tanah dan kedalamannya bergantung pada kekerasan tanah.
• Pupa umumnya terbentuk pada kedalaman 2,5 sampai 17,5 cm. Terkadang pula serangga ini berpupa pada permukaan tumpukan limbah tanaman atau pada kotoran serangga ini yang terdapat pada tanaman. Pada kondisi lingkungan mendukung, fase pupa bervariasi dari enam hari pada suhu 35°C dan sampai 30 hari pada suhu 15°C.

Serangan :
• Imago betina akan meletakkan telur pada rambut jagung dan sesaat setelah menetas larva akan menginvasi masuk kedalam tongkol dan akan memakan biji yang sedang mengalami perkembangan.
• Serangan serangga ini akan menurunkan kualitas dan kuantitas tongkol jagung.BELALANG DAUN (Locusta migratoria)

Ciri-ciri hama : Belalang muda berwarna hijau, dan belalang dewasa berwarna coklat bercorak hitam

Serangan : Belalang memakan daun tanaman, serangan yang parah bisa menghabiskan seluruh daun tanaman dan batang-batang muda. Serangan bisa melibatkan ribuan belalang.
.
.
.
Sumber : http://www.tanindo.com/index.php?option=com_content&view=section&layout=blog&id=37&Itemid=40

Daftar Buku Perkebunan Sektor Industri Agromedia

Daftar Buku Perkebunan sektor Industri Agromedia (Industri)

No

Tahun

Judul Buku

Pengarang

Harga

1 2002 MENGEBUNKAN JATI UNGGUL INVESTASI YANG PRESPEKTIF* NIA TINI/KHAIRUL  Rp17,000
2 2003 BUDIDAYA KELAPA SAWIT SELARDI S  Rp16,500
3 2005 PETUNJUK LENGKAP BUDIDAYA KARET IR. DIDIT HERU  Rp30,000
4 2006 PETUNJUK BUDIDAYA JARAK PAGAR* RAMA PRIHANDANA & ROY HENDROKO  Rp25,000
5 2007 PETUNJUK PRAKTIS BUDIDAYA & PENGOLAHAN KELAPA SAWIT IR. SUNARKO. M SI.  Rp19,000
6 2008 PANDUAN LENGKAP PENGELOLAAN KEBUN DAN PABRIK KELAPA SAWIT MARUTI PARDAMEAN  Rp50,000
7 2008 PETUNJUK LENGKAP BUDIDAYA KARET (ED REVISI) IR DIDIT HERU S & DRS AGUS ANDOKO  Rp42,000
8 2009 BUDIDAYA & PENGELOLAAN KELAPA SAWIT DENGAN SISTEM KEMITRAAN IR SUNARKO M SI  Rp45,000
9 2011 UNTUNG BESAR DARI USAHA PEMBIBITAN KAYU GUNAWAN, S.HUT  Rp45,000
10 2011 MENGERUK UNTUNG DARI BISNIS KOPI LUWAK EDY PANGGABEAN  Rp42,500
11 2011 PANDUAN LENGKAP BISNIS DAN BERTANAM KAYU JABON DADAN MULYANA, CENG ASMARAHMAN & IDHAM FAHMI  Rp54,500
12 2011 BUKU PINTAR KELAPA SAWIT RUSTAM EFFENDI LUBIS & AGUS WIDANARKO, SP  Rp77,500
13 2012 19 PELUANG INVESTASI KAYU, TANAMAN PERKEBUNAN DAN TANAMAN BUAH REDAKSI AGROMEDIA  Rp38,000
14 2012 PETUNJUK PRAKTIS PEMBIBITAN KARET IR. MUDJI LASMININGSIH, MS & HENDRA H. SIPAYUNG, SP., MM  Rp22,500
15 2012 KAYA DARI INVESTASI JATI BAROKAH DRS. PASEH MAWARDI  Rp32,000

 

 

Struktur Organisasi Perangkat Daerah

Struktur Organisasi Perangkat Daerah biasanya terdiri antara lain :

  1. Sekretariat Daerah
  2. Sekretariat DPRD
  3. Dinas Pendidikan
  4. Dinas Kesehatan
  5. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
  6. Dinas Peternakan dan Perikanan
  7. Dinas Kehutanan dan Perkebunan
  8. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga
  9. Dinas Pekerjaan Umum
  10. Dinas Pertambangan, Energi dan Pertanahan
  11. Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
  12. Dinas Perindustrian dan Perdagangan
  13. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
  14. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  15. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
  16. Dinas Pendapatan
  17. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
  18. Badan Kepegawaian Daerah
  19. Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat
  20. Badan Ketahanan Pangan, Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan
  21. Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan
  22. Badan Lingkungan Hidup
  23. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
  24. Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan
  25. Inspektorat Kabupaten
  26. Rumah Sakit Umum Daerah
  27. Kantor Arsip Daerah
  28. Kantor Perpustakaan Daerah
  29. Satuan Polisi Pamong Praja
  30. Kecamatan
  31. Kelurahan

Informasi-informasi Lain dapat dilihat di :

Guru dan Mamat

Pada suatu hari ada seorang guru bertanya pada seorang murid yang bernama Mamat yang terkenal cukup bandel di kelasnya.
Guru : Mat, coba kamu hitung murid di kelas ini ada berapa??
Mamat : ada 10
Guru : kok sepuluh??
Mamat : saya tidak tahu, habis 10 berapa pak
Guru : Mat… Mamat… Mau jadi apa kamu jika besar nanti, hanya mampu berhitung 1 sampai 10 saja.
Mamat : Jadi wasit tinju aja pak

Dami Mas Sejahtera

Tentang Perusahaan

Benih Kelapa Sawit DxP Dami Mas Sejahtera

Benih DxP Dami mas diproduksi oleh PT Dami Mas Sejahtera atau Dami Mas Seed Estate. PT Dami Mas Sejahtera didirikan pada tahun 1996 melalui kerja sama antara PT Ivo Mas Tunggal (Indonesia)  dan New Britain Palm Oil Ltd (Papua New Guinea).  Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk menghasilkan material tanam kelapa sawit komersil berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan industri kelapa sawit Indonesia yang berkembang dengan cepat. New Britain Palm Oil Ltd menyediakan populasi kelapa sawit yang dibutuhkan dan keahlian teknik dalam memproduksi benih DxP komersil, sementara PT Ivo Mas Tunggal menyediakan keuangan, fisik dan sumber daya manusia dalam kerja sama yang paling sukses ini. PT Dami Mas Sejahtera menjadi produser benih DXP bersertifikat pada tahun 2005 setelah memenuhi semua persyaratan teknis dan sertifikasi dari Departemen Pertanian.  Pada tahun 2010, PT Ivo Mas Tunggal mengakuisisi kepemilikan dari PT Dami Mas Sejahtera setelah membeli semua saham dari New Britain Palm Oil Ltd.

Saat ini, PT Dami Mas Sejahtera menjadi salah satu supplier terbaik benih DxP dengan potensi produksi pertahun mencapai 24 juta kecambah. Keberhasilan PT Dami Mas Sejahtera tidak lepas dari dukungan   R & D SMART  Research Institute (SMATRI) dan Divisi Plant Production and Biotechnology serta komitmennya untuk memperolah standar mutu terbaik melalui penerapan prosedur pengendalian mutu yang ketat dalam proses produksi benih DXP. Benih DxP Dami Mas terkenal karena hasil awal dan rasio ekstraksi minyaknya yang tinggi – dua sifat paling penting yang banyak dicari oleh pemilik perkebunan kelapa sawit. DxP Dami Mas Sejahtera dikembangkan dari populasi pemuliaan kelapa sawit terdepan dan terpercaya: Deli Dura Dami Mas Sejahtera sebagai induk D dan Avros Pisifera Dami Mas Sejahtera sebagai induk P.

Pengendalian Mutu dalam Produksi Benih DxP Dami Mas Sejahtera

Perkebunan benih Dami Mas Sejahtera mendapatkan akreditasi ISO produksi benih pada tahun 2004 dan tetap berkomitmen pada prinsip jaminan mutu sesuai akreditasi ISO 9001:2008.

Dami Mas Sejahtera telah mengembangkan dan menerapkan sistem yang komprehensif untuk Prosedur Operasional Standar (SOP) yang memungkinkan manajer untuk memantau semua aspek mutu mulai dari isolasi bunga melalui penyerbukan dan perkecambahan untuk pengiriman benih ke pelanggan. Untuk memastikan benih dengan tingkat keamanan yang tinggi dan mempertahankan kemurnian genetik, PT Dami Mas Sejahtera menerapkan sistem Bar Coding sejak tahun 2005 dan sistem Seed Printing sejak tahun 2009.

Komitmen Dami Mas Sejahtera untuk Penelitian dan Pengembangan (R&D)

Kombinasi teknik pemuliaan konvensional dan molekular, kultur jaringan dan bioteknologi yang dikerjakan di R & D oleh ilmuwan di Plant Production and Biotechnology di Bogor dan SMART Research Institute (SMARTRI) di Libo Estate (Riau) memastikan mutu terbaik, daya saing dan keberlanjutan benih Dami Mas Sejahtera tetap dipelihara untuk generasi yang akan datang.

Pelayanan Konsumen Dami Mas Sejahtera

PT Dami Mas Sejahtera memberikan pelayanan pasca penjualan benih kepada pelanggan secara efektif dan efisien untuk memastikan potensi hasil benih Dami Mas tercapai. Sebagai itikad baik kami, PT Dami Mas Sejahtera membuat kebijakan untuk memberikan lima persen tambahan benih dari total pembelian.

VISI / VISION

We aim to be the best

To become the largest integrated and most profitable palm based consumer company

MISI / MISION

  • Surpassing the higest standars of quality
  • Maintaining the highest level of sustainability and integrity
  • Empowering society and community
  • Trend-setting innovation and technology
  • Achieving maximum value for shareholders

Nilai-nilai Perusahaan / Our Shared Values

Integrity

to put statements or promises into actions so that one can earn the trust of others

Possitive Attitude

to display encouraging behaviour towards the creation of a mutually appreciative and conducive working environment

Commitment

to perform our work whole heartedly in order to achieve the best results

Continous Improvement

to continuously enhance the capability of self, working unit, and organization to obtain the best results

Innovation

to came up with ideas or to create new products/ tools/ systems that can increase productivity and company growth

Loyalty

To cultivate the spirit of knowing, understanding, and implementing the Company’s core values as part of SMART family

PRODUK

Deli Dura (D) Dami Mas untuk Produksi Bibit DxP

Populasi deli dura Dami Mas dikembangkan dari keturunan 4 kelapa sawit terkenal yang pertama  diperkenalkan di Kebun Raya Bogor (Indonesia) pada 1848. Populasi deli dura telah banyak mengalami kemajuan melalui pemuliaan dan seleksi oleh pemulia kelapa sawit. Silsilah kelapa sawit deli dura Dami Mas terpelihara dengan baik dan dapat ditelusuri dari 4 kelapa sawit Bogor; mereka berada di Dami Mas sebagai Deli (Sumatra, Indonesia), Chemara (Malaysia), Harrissons and Crossfield (Malaysia) dan Dami OPRS (PNG). Kelapa sawit dura terbaik dipilih sebagai induk kelapa sawit untuk produksi bibit DxP. Pemilihan ini berdasarkan pada kombinasi strategi pemuliaan dan seleksi: silsilah, keluarga dan hasil kelapa sawit secara individu.

Kerja pemuliaan dan seleksi lebih lanjut untuk deli dura Dami Mas dan melalui introgresi sedang dilakukan di SMART Research Institute untuk memastikan kemajuan jangka panjang dan karena itu, keberlanjutan dari bahan tanam kelapa sawit.

Pisifera (P) Dami Mas untuk Produksi Bibit DxP

Sekarang serbuk sari pisifera Dami Mas untuk produksi bibit DxP diperoleh dari keturunan DM 742, dikenal sebagai avros BM 119, diperkenalkan ke Dami Mas pada tahun 1996 melalui Dami OPRS. DM 742 diperoleh dari pisifera yang telah terbukti baik dalam percobaan pemuliaan kelapa sawit dan hasil komersial di semua area pertumbuhan kelapa sawit, terutama Indonesia dan Malaysia. Dami
Mas terus menggunakan serbuk sari P dari DM 742 yang diimport dari Dami OPRS selama uji progeni sedang dilakukan pada DM 742 Dami Mas sehingga memperoleh pisifera. Pisifera ini secara bertahap akan menggantikan DM 742 import.

SPESIFIKASI

Kinerja DxP Dami Mas

DxP Dami Mas terkenal karena kinerjanya:

  • Produksi buah lebih cepat, panen dapat dimulai pada 24 bulan setelah penanaman dengan hasil 8-10 ton TBS/hektar
  • Rata-rata hasil panen (umur 3-8 tahun) >26 ton TBS/hektar; pada kondisi baik dapat mencapai 36 ton TBS/hektar
  • Nilai ekstraksi minyak > 24%
  • Nilai ekstraksi minyak kernel > 6%
  • Total produksi minyak > 9 ton/hektar
  • Probabilitas yang rendah terhadap kemunculan chimera dan penyakit tajut di pembibitan dan lapangan
  • Adaptif pada berbagai kondisi lingkungan
  • Kerapatan tanam adalah 136 pohon/hektar untuk menghasilkan produksi maksimum
  • Tingkat kontaminasi Dura di lapangan <0.1%.

Contact :

JAKARTA – HEAD OFFICE
PT. DAMI MAS SEJAHTERA
PLAZA BII TOWER 2 Lt.28-32. Jl. MH.THAMRIN, KAV.22 JAKARTA 10350.
Telp: 021-50338899, 08811881199
Fax : 021-3181323

Sales Officer :
Ivana Syahril
Telp: 021-50338899 ext. 6313
sales@damimas.com

Sumber : http://www.damimas.com

Tanjung Rhu Plantation Group

  • Kantor Pusat :

Jl Sungai Gerong 9
Kebon Melati, Tanah Abang
Jakarta Pusat 10230 DKI Jakarta
Telp :  (021) 31909661
Fax: (021) 31909661

Merupakan sebuah perusahaan swasta yang sedang berkembang pesat bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit dengan konsensi lahan seluas 50.000 Ha.

PT. Socfin Indonesia

Tentang Perusahan :

PT. Socfin Indonesia didirikan pada tanggal 7 Desember 1930 dengan nama Socfin Medan S.A. Pada tahun 1965, PT. Socfin Indonesia dialihkan di bawah pengawasan pemerintah Indonesia berdasarkan penetapan Presiden No. 6 Tahun 1965.
Pada tahun 1968, PT.  Socfin Indonesia menjadi perusahaan patungan antara Plantation Nord Sumatra S.A. – Belgia (pemilik saham Socfin) dengan pemerintah R.I dengan nama PT. Socfin Indonesia (Socfindo), berdasarkan UU penanaman modal asing No. 01/1967 dengan perbandingan kepemilikan 60% saham Plantation Nord Sumatra dan 40% saham pemerintah Republik Indonesia.
Pada tanggal 13 Desember 2001, sejalan dengan privatisasi beberapa BUMN oleh pemerintah R.I., telah terjadi perubahan kepemilikan saham Socfindo menjadi 90% saham Plantation Nord Sumatra dan 10% saham pemerintah R.I. di bawah kementerian BUMN.

Visi & Misi

Visi

Menjadi perusahaan industri perkebunan kelapa sawit dan karet kelas dunia yang efisien dalam produksi dan memberikan keuntungan kepada para stake holder.

Sejarah

Diawali pada tahun 1909, Societe Financiere des Caouchoucs Medan Societe Anonyme (Socfin) didirikan oleh M. Bunge. Pada saat yang bersamaan juga, Adrian Hallet mendirikan Plantation Fauconnier & Posth bersama Henry Fauconnier.

Sumber : http://www.socfindo.co.id

Karakteristik Beberapa Famili Nematoda

  1. Tylenchidae.
    Kerangka kepala tidak ada atau kurang berkembang, Stilet kecil.  Baik jantan maupun betina aktif, berupa nematoda berbentuk memanjang.  Ovarium tunggal, vulva terletak di antara pertengahan panjang tubuh dan anus.  Ekor nematoda betina meruncing. Nematoda jantan mempunyai sayap ekor tetapi tidak mencapai ujung ekor.  Kelenjar esofagus berada di dalam basal bulbus sebagian kecil tumpang tindih dengan usus.   Anguina dan Ditylenchus.
  2. Tylenchorhynchidae.
    Kerangka kepala lemah sampai sedang.  Stilet berkembang dengan basal knob.  Kedua jenis kelamin aktif, berbentuk memanjang dengan panjang0,8-1,5 mm. Mempunyai dua ovarium.  Vulva terletak di tengah panjang tubuhnya.  Ujung ekor betina membulat atau meruncing.  Sayap ekor memanjang sampai ujung ekor.  Kelenjar esofagus di dalam basal bulbus.  Tylenchorhynchus.
  3. Pratylenchidae
    Kerangka kepala mengeras dan nampak jelas.  Kedua jenis kelamin aktif, tubuhnya memanjang.  Kepada pada dua jenis kelamin rendah, lebar dan membulat atau bagian anterior mendatar, (kecuali pada Radopholus), lebar kira-kira setengah sampai tiga perlima panjang stilet.  Stilet kekar dengan basal knob besar.  Tiga kelenjar esofagus pada lobus bertindihan dengan usus.  mempunyai satu atau dua ovarium.  Panjang ekor betina dua kali atau lebih lebar dari bagian anus.  Sayap ekor mencapai  ujung ekor.  Pratylenchus, Radopholus, Hirschmaniella, dan Nacobbus.
  4. Hoplolaimidae
    Kepala tinggi, membulat konoid atau lebar membulat.  Kedua jenis kelamin aktif. Berbentuk memanjang. Kerangka kepala berkembang baik.  Stilet lebar dengan basal knob nampak jelas.  Kelenjar esofagus tumpang tindih dengan usus.  Anulasi pada kutikula terlihat dengan jelas.  Mempunyai satu atau dua ovarium.  Ekor yang betina pendek, biasanya kurang dari dua kali lebar tubuh bagian anus. Sayap ekor meluas sampai ujung ekor.  Hoplolaimus, Scutellonema, Rotylenchus, Helicotylenchus, dan Rotylenchulus.
  5. Belonolaimidae
    Jantan dan betina vermiform, anulasi jelas.  Kepala berlekuk, kerangka kepala sedang, stilet silindris dan panjang.  Kelenjar esofagus di dalam lobus dan bertindihan dengan usus.  Mempunyai dua ovarium.  Ekor yang jantan membulat, paling sedikit dua kali atau lebih lebar dari tubuh bagian anus.  sayap ekor mencapai ujung ekor. Belonolaimus.
  6. Heteroderidae
    Tubuh betina menggelembung (seperti buah per, jeruk), jantan vermiform dan aktif bergerak.  Kerangka kepala betina lembek tidak mengeras sedang yang jantan berkembang  dengan baik.  Tidak mempunyai sayap ekor.  Pada betina Heterodera dan  Globodera mempunyai kista, sedang pada Meloidogyne tetap lunak.  Mempunyai dua buah ovarium.  Vulva terdapat pada bagian ujung belakang tubuh bagian tengah.   Globodera Heterodera dan Meloidogyne.
  7. Criconematidae
    Anulasi kutikula kasar, pada beberapa jenis anulasi berbentuk sisik yang saling tumpang tindih.  Metakorpus besar dan oval menyatu dengan prokorpus.  Berupa lembaran seperti bulan sabit yang memanjang.  Isthmus pendek dan ramping.  Kelenjar dalam basal bulbus kecil.  Ovarium tunggal, vulva terletak di bagian belakang tubuh.  Jenis kelamin jantan tidak ada atau mengalami degradasi.  Pada beberapa jenis memiliki stilet sangat panjang pada yang betina.  Criconemoides, Macroposthonia, Criconema, dan Hemicycliophora.
  8. Paratylenchidae
    Bertubuh kecil, esofagus seperti Criconematidae.  Anulasi halus, tidak memiliki hiasan atau tumpang tindih.  Mempunyai satu ovarium, vulva terletak pada tubuh bagian belakang.  Stilet betina berkembang baik, sedang pada jantan mereduksi.  Paratylenchus.
  9. Tylenchulidae
    Tubuh betina seperti kantung atau setengah bola.  Esofagus seperti Criconematidae, stiletnya pendek, pada betina stilet berkembang dengan baik sedang pada yang jantan mereduksi atau tidak memiliki stilet.
  10. Aphelenchoididae
    Kelenjar esofagus dorsal bermuara di dalam metakorpus anterior yaitu pada lembaran yang berbentuk seperti bulan sabit.  Metakorpus besar.  Stilet tanpa knob jelas.  Mempunyai satu ovarium.  Spikula berbentuk seperti duri.   Bidang lateral memiliki takik yang berjumlah kurang dari enam buah.   Aphelenchoides, Bursaphelenchus, dan Radinaphelenchus.
  11. Longidoridae
    Tubuh berukuran panjang, silindris dan ukuran stilet sangat panjang.  Memiliki esofagus dengan bagian anterior yang berotot panjang dan bagian posterior yang berkelenjar besar dan pendek.  Longidorus dan Xiphinema
  12. Trichodoridae
    Nematoda bertubuh pendek, lebar dengan kutikula tebal dan melengkung, mempunyai stilet yang terdiri atas tiga bagian.  Bentuk ekor tumpul dan membulat.  Kelenjar esofagus membentuk basal bulbus.  Trichodorus dan Paratrichodorus

Sumber : http://dr-plant.blogspot.com/2012/12/karakteristik-beberapa-famili-nematoda.html?utm_source=BP_recent