Kelapa Sawit

Daftar Harga TBS Sawit 11-17 September 2013 Propinsi Riau

Harga buah kelapa sawit mengalami kenaikan Rata-rata Rp 4 Per Kilogram.

Info Daftar Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit periode 11-17 September 2013, berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Propinsi Riau :

Umur

Harga  TBS
(Rp/Kg)

3 Tahun

1.226,09

4 Tahun

1.370,25

5 Tahun

1466.72

6 Tahun

 1.508,88

7 Tahun

 1.566,76

8 Tahun

1.615,54

9 Tahun

1.666.81

10 -20 Tahun

 1.713,80

Sumber : Dinas Perkebunan Riau

Harga rata-rata CPO Riau  =  Rp 7.945,93 /kg
Harga rata-rata Inti Sawit  (kernel) = Rp
4.058,62 /Kg
Indeks “K”                                                     = 88.12 %

Untuk Daftar Lengkap Informasi Harga TBS kelapa sawit di wilayah Indonesia klik di bawah ini :

“Tabel-tabel Lengkap Harga TBS Kelapa Sawit di Daerah Indonesia”

Tabel Informasi Harga TBS Sawit 06-12 September 2013 Daerah Jambi

Untuk sepekan ke depan harga buah sawit naik rata-rata Rp 40 per kg
Intisawit naik Rp Rp 248/Kg

Daftar/Tabel Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Tanggal 06-12 September 2013 berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Jambi :

Umur

Harga  TBS
(Rp/Kg)

3 Tahun

 1.277,75

4 Tahun

 1.352,05

5 Tahun

 1.415,22

6 Tahun

 1.475,07

7 Tahun

 1.512,44

8 Tahun

1.543,51

9 Tahun

 1.574,60

10 – 20 Tahun

 1. 620,53
 21-24 Tahun  1.571
25  Tahun ke Atas  1.497

Sumber : Dinas Perkebunan Jambi

  • Harga rata-rata CPO               =  Rp  7.568,52 /Kg
  • Harga rata-rata Inti Sawit   =  Rp 3.766,67 /Kg
  • Indeks “K”                                      = 87,42 %
Dapatkan informasi harga tandan buah segar pada periode lain dan daftar harga sawit di beberapa wilayah lain, lewat :

“Informasi harga Buah Sawit”

Petani Padi Banting Setir ke Kelapa Sawit Karena Untung Besar

08/09/2013

Liputan6.com, Bogor : Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat banyak petani padi yang mulai banting setir menjadi petani kelapa sawit karena mempunyai masa depan menjanjikan.

“Di lapangan kondisinya memang seperti itu dari petani padi ke tanam kelapa sawit karena uangnya lebih banyak dan tidak capek,” kata Direktur Analisis dan Pengembangan Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Y Bambang Kristianto di Bogor, seperti ditulis Minggu (8/9/2013).

Kondisi tersebut, sambung dia terjadi di wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Bengkulu dan sebagainya. Meski begitu, Bambang belum memperoleh data statistik mengenai tren pergeseran profesi ini.

Sayangnya, lebih jauh dia mengatakan, petani kelapa sawit Indonesia hanya menjadi buruh dari perusahaan Malaysia yang berbasis di tanah air.

“Contohnya di Kalimantan, kita hanya bekerja sebagai buruh tani kelapa sawit dari orang-orang Malaysia. Mereka membayar petani Indonesia karena merasa punya uang, dan sedihnya lagi, kita yang bekerja di tanah sendiri tapi minyak kelapa sawit mentahnya di bawah ke Malaysia,” keluh Bambang.

Selama ini, kata dia, ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia lebih tinggi dibanding negeri Jiran tersebut. Namun bangsa ini baru memiliki sekitar 40 produk turunan CPO.

“Sedangkan Malaysia lebih dari 40 produk. Makanya nilai tambah ekspor Malaysia lebih besar dari kita,” tukasnya. (Fik/Igw)

Sumber :

http://m.liputan6.com/bisnis/read/686575/petani-padi-banting-setir-ke-kelapa-sawit-karena-untung-besar

Tim kampanye sawit ke Eropa

6 September 2013

Medan (ANTARA News) – Tim Indonesia mulai pekan depan akan melakukan kampanye hijau sawit ke sejumlah negara di Eropa untuk menepis isu negatif sawit yang masih terus berlangsung.

“Tim yang terdiri dari kementerian terkait dan asosiasi sawit termasuk biodiesel dan perusahaan pembenihan sawit direncanakan khususnya ke Inggris dan Belanda,” kata Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun, di Medan, Jumat.

Tim yang akan dipimpin Menteri Pertanian dijadwalkan bertemu dengan menteri terkait perdagangan sawit di Inggris , Belanda dan negara lain yang dituju.

Selain tim Indonesia sendiri, Indonesia dan Malaysia juga sudah menyepakati untuk bersama-sama terus memantau adanya kampanye antisawit di Eropa dan juga melakukan berbagai kegiatan untuk melawan kampanye negatif terhadap minyak sawit.

Dia menegaskan, dalam pertemuan Pemerintah Indonesia dan Malaysia yang dilakukan belum lama ini, kedua negara iitu juga berencana pada tahun 2014 melakukan Misi Gabungan Menteri ke negara-negara importir besar untuk menenpis isu negatif sawit sekaligus meningkatkan promosi CPO dan produk turunannya.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2013

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/394398/tim-kampanye-sawit-ke-eropa

Kemenakertrans Seriusi Industri Kelapa Sawit di Kawasan Transmigrasi

06 September 2013

JAKARTA - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) tengah mengembangkan industri olahan kelapa sawit sebagai komoditas unggulan di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Pengembangan komoditas unggulan kelapa sawit  di kawasan transmigrasi itu diharapkan bisa berkembang dab menjadi andalan di Pulau Sumatera.

“Pemerintah merevitalisasi kawasan permukiman transmigrasi agar terus berkembang menjadi kawasan industri kelapa sawit. Dengan strategi ini kawasan transmigrasi diharapkan berkembang menjadi kota bernuansa industry pertanian,” kata Dirjen Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi Roosary Tyas Wardani di Jakarta, Kamis (5/9).

KTM Lunang Silaut merupakan eks permukiman transmigrasi tanaman pangan lahan basah (lahan gambut) yang dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan baru. Luas kawasannya sekitar 56.984 hektar yang mencakup 11 eks permukiman transmigrasi dan 12 desa.

Roosary menambahkan, awalnya masyarakat transmigran dan masyarakat desa sekitar berhasil melakukan penanaman kelapa sawit secara swadaya di lahan bergambut tebal. Perekonomian masyarakatnya terus meningkat sejak pengembangan tanaman kelapa sawit pada tahun 1996/1997 oleh salah satu perusahaan swasta.

Lebih lanjut Roosary mengatakan, di kawasan itu juga telah berdiri sebuah pabrik pengolahan minyak sawit CPO dengan kapasitas produksi 4.000 ton per hari. Sedangkan konsep pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit dilakukan melalui pola kemitraan inti-plasma.

Bahkan, program yang dilakukan juga melalui sistem integrasi sawit-sapi dengan memadukan usaha peternakan. “Petani kelapa sawit dan ternak sapi saling memberi dan menerima manfaat sehingga tercipta hubungan simbiosis mutualistik,” pungaksnya.(fat/jpnn)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2013/09/06/189549/Kemenakertrans-Seriusi-Industri-Kelapa-Sawit-di-Kawasan-Transmigrasi-