Kelapa Sawit

Tabel Harga TBS Kelapa Sawit Bulan November 2012 Kalimantan Timur

Hasil Rapat Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun di Provinsi Kalimantan Timur untuk periode bulan November 2012 :

Harga TBS Kelapa Sawit Periode November 2012  Kalimantan Timur (Kaltim)

.
Berikut ini adalah Daftar lengkap Tabel Informasi Harga TBS kelapa sawit di beberapa tempat di wilayah Indonesia yang bisa digunakan untuk Pembanding  harga atau untuk informasi agar didapatkan prediksi harga terbaru/terkini atau harga bulan kedepan..

Tabel-Tabel Harga Sawit Tahun 2013 :

Daerah/wilayah Jambi :
Harga TBS Sawit 04 s/d 10 Januari 2013 Daerah Jambi
Harga TBS Sawit 11 s/d 17 Januari 2013 Daerah Jambi
Harga TBS Sawit 18 s/d 24 Januari 2013 Daerah Jambi
Harga TBS Sawit 01 s/d 07 Februari 2013 Daerah Jambi
Harga TBS Sawit 08 s/d 14 Februari 2013 Daerah Jambi
Harga TBS Sawit 15 s/d 21 Februari 2013 Daerah Jambi
Harga TBS Sawit 22 s/d 28 Februari 2013 Daerah Jambi
Harga TBS Sawit 01 s/d 07 Maret Daerah Jambi
Daerah/wilayah Kalimantan Timur :
Tabel Harga Bulan 28 Desember 2012 sd 3 Januari 2013 daerah Kaltim

Tabel Harga Bulan Januari 2013 Kalimantan Timur
Tabel Harga Bulan Februari 2013 Kalimantan Timur
Tabel Harga Bulan Maret 2013 Kalimantan Timur
Daerah/Wilayah Riau pada :
Harga TBS Sawit 26 Desember s/d 1 Januari 2013 Daerah Riau
Harga TBS Sawit 9-15 Januari 2013 Daerah Riau
Harga TBS Sawit 16-22 Januari 2013 Daerah Riau
Harga TBS Sawit 23-29 Januari 2013 Daerah Riau
Harga TBS Sawit 30 Januari s/d 05 Februari 2013 Daerah Riau
Harga TBS Sawit 06 sd 12 Februari 2013 Daerah Riau
Harga TBS Sawit 13 sd 19 Februari 2013 Daerah Riau
Harga TBS Sawit 20 sd 26 Februari 2013 Daerah Riau
Harga TBS Sawit 27 Februari sd 05 Maret 2013 Daerah Riau

Tabel-Tabel Harga Sawit Tahun 2012 :

Tabel Informasi Harga Tandan Buah Segar (TBS) di daerah Kalimantan Timur (Kaltim) pada bulan Januari Hingga Desember 2012 :

Tabel Harga Bulan Januari 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Februari 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Maret 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan April 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Mei 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Juni 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Juli 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Agustus 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan September 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Oktober 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan November 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Desember 2012 daerah Kaltim

Daftar/Tabel Informasi Harga TBS kelapa sawit untuk wilayah Riau pada tahun 2012 :
Tabel Harga Sawit 14  November s/d 20 November di daerah Riau
Tabel Harga Sawit 07 November s/d 13 November 2012 di provinsi Riau
Tabel harga Sawit 31 Oktober s/d 6 November 2012 wilayah Riau

 

Harga Tbs Kelapa Sawit Bulan Agustus sd Oktober 2012 Kalimantan Timur

Harga Tbs Kelapa Sawit Bulan Agustus sampai dengan Oktober 2012 untuk wilayah Kalimantan Timur

Wujud Produksi

Agustus

September

Oktober

CPO

7.316,37

7.114,07

7.001,10

Kernel

3.258,17

3.106,47

3.092,44

Indeks “K”

80,92

80,56

80,00

Umur

Agustus

September

Oktober

3 Tahun

1.022,36

987,76

966,39

4 Tahun

1.100,46

1.063,26

1.040,23

5 Tahun

1.180,93

1.141,04

1.116,31

6 Tahun

1.222,18

1.180,90

1.155,31

7 Tahun

1.264,16

1.221,44

1.194,98

8 Tahun

1.305,42

1.261,30

1.233,98

9 Tahun

1.347,40

1.301,84

1.273,65

10 – 25 Tahun

1.389,97

1.342,94

1.313,88

Sumber : http://perkebunan.kaltimprov.go.id

.
Untuk Pembanding  harga agar dapat digunakan sebagai perkiraan harga terkini (harga  hari ini), berikut adalah Daftar lengkap Tabel Informasi Harga TBS kelapa sawit di beberapa tempat di wilayah Indonesia :

Tabel Informasi Harga Tandan Buah Segar (TBS) di daerah Kalimantan Timur (Kaltim) pada bulan Januari Hingga November 2012 :

Tabel Harga Bulan Januari 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Februari 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Maret 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan April 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Mei 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Juni 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Juli 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Agustus 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan September 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Oktober 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan November 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Desember 2012 daerah Kaltim

Daftar/Tabel Informasi Harga TBS kelapa sawit untuk wilayah Riau pada tahun 2012 :

Tabel harga 31 Oktober s/d 6 November 2012 wilayah Riau

Harga TBS Sawit 31 Okt Hingga 6 November 2012 Riau

Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit periode 31 Oktober s/d 6 November berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Riau :

Harga TBS Kelapa Sawit 31 Oktober Hingga 6 November 2012 Riau

Berikut ini adalah Daftar lengkap Tabel Informasi Harga TBS kelapa sawit di beberapa tempat di wilayah Indonesia yang bisa digunakan untuk Pembanding  harga atau untuk informasi agar didapatkan prediksi harga terbaru/terkini atau harga bulan kedepan.

Produsen Penyedia Bibit Sawit

Salah satu kunci sukses perkebunan kelapa sawit adalah bibit/benih kelapa sawit. Di Indonesia ada beberapa produsen yang telah mendapatkan izin dari pemerintah untuk memproduksi dan menjual bibit/benih atau kecambah kelapa sawit. Setiap  produsen memiliki dan menyediakan beberapa jenis varietas unggul yang sudah teruji dan sudah banyak dipakai oleh para petani sawit. Jumlah varietas  unggul yang sudah dihasilkan oleh  produsen bersertifikat/resmi tersebut sudah mencapai 34 jenis varietas sawit unggul. Produsen yang menyediakan bibit/benih atau kecambah tersebut antara lain adalah :

  1. PT Bakti Tani Nusantara di Kepulauan Riau
  2. PT Bina Sawit Makmur di Suamatera Selatan
  3. PT Dami Mas di Riau
  4. Pusat Penelitian Kelapa Sawit di Sumatera Utara
  5. PT London Sumatera Indonesia di Sumatera Utara
  6. PT Sasaran Ehsan Mekarsari
  7. PT Tania Selatan di Sumatera Selatan
  8. PT Tunggal Yunus di Riau
  9. PT Socfin Indonesia di Sumatera Utara

Benih/bibit atau kecambah yang dihasilkan dan diperjual-belikan di luar para produsen tersebut kebanyakan kurang berkualitas atau hasil yang didapatkan kelak tidak mencapai nilai maksimum. Dan perlu diketahui bibit atau benih tersebut bisa dikategorikan sebagai bibit ilegal.

Perlu juga diketahui bahwa ada beberapa perusahaan, institusi atau koperasi yang ditunjuk sebagai mitra atau bekerjasama dengan para produsen tersebut.  Dalam hal ini petani harus hati-hati dan harus memastikan bahwa insitusi atau perusahaan tersebut memang bekerjasama dengan  produsen bibit  resmi tersebut.

Produsen bibit sawit tidak memiliki agen atau distributor penjualan, sehingga untuk pemesanan bibit langsung ditujukan ke produsen pembibit resmi tersebut. Sistem pembayaran bibit yang dipesan langsung di transfer atau ke rekening perusahaan. Jadi jika ada orang atau oknum yang menjual bibit dengan mengatakan bahwa dirinya memiliki benih dari salah satu produsen tersebut bisa jadi bibit tersebut adalah bibit yang tidak jelas asal-usulnya.

Saat ini memang ada institusi yang menyatakan sebagai jembatan atau perantara yang  bisa memesankan bibit tersebut ke produsen resmi. Namun dalam hal ini institusi tersebut hanya bertindak untuk membantu mengirimkan dokumen-dokumen permohonan pembelian bibit ke produsen resmi oleh para petani yang diisi sendiri oleh para petani. Institusi ini antara lain koperasi yang mencoba membantu para petani yang kurang memahami prosedur dan alamat produsen. Hal ini mungkin sah-sah saja, namun para petani harus tetap berhati-hati terhadap oknum yang bisa memanfaatkan peluang untuk mencari untung dengan melakukan hal-hal negatif. Misalnya menukar bibit asli dari produsen resmi yang telah sampai dengan bibit lain. Di sini diperlukan kepercayaan antara petani dan institusi tersebut.

(PiS, 28 Oktober 2012)

HARGA SAWIT: CPO Indonesia Berpeluang Lebih Kompetitif

JAKARTA– Harga minyak sawit mentah Indonesia masih berpeluang lebih kompetitif dibanding produk Malaysia meskipun pemerintah negeri jiran itu menurunkan pajak ekspor crude palm oil.

Wakil Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Derom Bangun mengatakan biaya produksi industri sawit di Indonesia rata-rata US$350 per ton atau lebih murah 15%-20% dibanding biaya produksi Malaysia.

“Di Malaysia lebih besar. Mungkin kira-kira US$50 lebih mahal dari itu (biaya produksi rata-rata Indonesia),” katanya di Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Dalam perdagangan minyak goreng mentah atau olein misalnya, lebih murah dibandingkan dengan produk serupa dari Malaysia karena harga bahan baku di Indonesia yang lebih murah.

Menurut Derom, pemangkasan pajak ekspor CPO dari 23% menjadi 4,5%-8,5% memang memungkinkan eksportir Malaysia mematok harga lebih rendah dari sebelumnya atau memberi diskon.

“Misalnya sama-sama harga di Rotterdam US$900 per ton. Di sini misalnya ekspor kena bea keluar 12%, kena US$108. Di sana mungkin kalau hanya 6%, US$54. Mungkin ekspor di sana bisa kasih diskon US$20,” ujarnya.

Namun, biaya produksi yang relatif lebih tinggi di Malaysia juga menjadi komponen yang harus diperhitungkan.(msb)

http://www.bisnis.com/articles/harga-sawit-cpo-indonesia-berpeluang-lebih-kompetitif

Rally CPO Masih Berlanjut

JAKARTA: Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) kembali terangkat 0,9%, meneruskan kenaikan kemarin terdorong meningkatnya permintaan India menjelang hari raya Hindu Diwali, akhir Oktober.

Harga CPO naik 0,9% menjadi 2.818 ringgit per metrik ton di Bursa Malaysia. Produk berjangka untuk pengiriman December diperdagangkan di 2.803 ringgit per ton pukul 10:40 di Kuala Lumpur.

Kontrak CPO pengiriman Januari dibuka pada Rp8.195 per kilogram di Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia. Kontrak paling aktif itu kemudian melemah 15 poin ke Rp8.140 dari harga penutupan kemarin.

Kemarin harga minyak sawit naik karena ekspor dari Malaysia, produsen terbesar kedua, melompat sejalan meningkatnya permintaan menjelang festival di India, pembeli terbesar.

Kontrak CPO untuk pengiriman Desember naik 0,8% ke RM2.793 (US$894) per metrik ton kemarin. Produk berjangka itu sempat naik 1,7% menyentuh RM2.818 per ton, kenaikan terbesar sejak 7 September.

Surveyor Intertek mengatakan kemarin bahwa ekspor produk sawit Malaysia menanjak 31,8% menjadi 496.918 ton dalam 10 hari pertama Oktober dari periode yang sama pada September.

“Angka ekspor di atas ekspektasi. Kami mengharapkan ekspor akan berubah dari bulan lalu,” kata Ryan Long, wakil presiden futures dan options di OSK Holdings Bhd. (Taufikul Basari/Bsi)

from : http://en.bisnis.com/articles/rally-cpo-masih-berlanjut

Era Orang Kaya Baru (OKB) Tinggal Kenangan Manis

Sejarah Harga Sawit 2008

Berita cuplikan ini merupakan sebuah gambaran pengalaman masa lalu agar bisa diambil hikmahnya sehingga bisa mendapatkan gambaran antisipasi untuk masa datang.

Berita Suara Karya : Rabu, 5 Nopember 2008

Dahulu, bagi banyak orang di Riau, menjadi petani sawit merupakan pekerjaan yang sangat menggiurkan. Sebab, hanya dengan bermodalkan dua hektare kebun sawit saja, mereka sudah bisa menerima penghasilan bersih Rp 5 juta sampai Rp 6 juta sebulan, tanpa harus banyak bekerja. Apalagi, jika memiliki sampai 10 hektare atau bahkan 100 hektare, berapa banyak penghasilan mereka.

Karena sangat menggiurkannya usaha sawit, maka banyak warga yang mengubah lahan pertaniannya menjadi kebun kelapa sawit. Jika sebelumnya lahan mereka ditanami sawah, jagung, atau komoditas pertanian lainnya, kini lahan mereka telah diubah menjadi kebun sawit, dengan harapan lahan itu menjadi “mesin pencetak uang” bagi mereka.

Harapan itu memang bukan isapan jempol saja. Buktinya, banyak petani sawit berubah menjadi orang kaya baru (OKB) di Riau. Mereka bisa membangun rumah gedung, membeli mobil mewah, bahkan menunaikan ibadah haji berkali-kali ke Tanah Suci. Bahkan, kalau lagi panen, mereka bisa mengajak keluarganya melancong ke Jakarta atau malah ke Singapura.

Itu dulu ketika harga buah sawit masih di atas Rp 1.500 per kilogram. Tapi, sekarang suasananya sudah berubah drastis. Saat ini para petani sawit yang ada di Riau umumnya sudah jatuh telentang akibat makin anjloknya harga sawit. Harga sawit sejak beberapa bulan terakhir ini jatuh di bawah Rp 250 per kilogram. Era OKB pun kini mungkin berubah menjadi orang miskin baru (OMB).

Dengan harga sawit yang sangat rendah itu, para petani di Riau tidak lagi bisa mengandalkan usaha ini untuk memenuhi kebutuhannya. Jangankan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan buah sawitnya, untuk membiayai upah mendodos sawit dan membersihkan kebun saja sudah tidak mencukupi. Belum lagi untuk membeli pupuk yang akhir-akhir ini harganya naik.

Meski panen sawit tahun ini meningkat, itu sama sekali tidak ada artinya. Hasil penjualan sawit itu tetap tidak bisa memberikan keuntungan bagi mereka. Uang yang diperoleh dari menjual buah sawit hanya bisa untuk membayar upah mendodos buah sawit dan membersihkan kebun. Makin banyak buah yang dipanen akan makin banyak pula biaya yang dikeluarkan.

Kondisi itu bertambah buruk lagi karena akhir-akhir ini banyak pabrik kelapa sawit (PKS) tidak menerima buah sawit mereka. Alasannya, produksi CPO sudah sangat besar, sedangkan permintaan dari luar negeri makin menurun. Sejumlah PKS di Riau saat ini telah menghentikan kegiatannya.

Mendadak Gila

Sejak harga sawit anjlok, kehidupan para petani di Riau mendadak berubah drastis. Harga buah sawit yang anjlok tajam itu membuat sebagian besar mereka jatuh miskin. Ironisnya, kondisi itu sempat membuat beberapa petani mendadak gila bahkan ada yang berusaha bunuh diri.

Marwanto, salah seorang petani sawit dari Desa Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, belum lama ini mengungkapkan, anjloknya harga sawit yang terus berlangsung hingga saat ini membuat petani sawit di desanya menjadi stres. “Ada di antara kami yang mendadak gila dan ada pula yang berusaha bunuh diri,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi harga sawit sekarang ini benar-benar menimbulkan penderitaan bagi para petani yang menggantungkan hidupnya hanya semata-mata pada hasil sawitnya. Jadi, begitu harga sawit anjlok tajam, mereka langsung kehilangan pendapatan sehingga kontan jatuh miskin.

“Makanya, kini banyak petani sawit terkena stres berat. Bahkan, yang lebih parah lagi, ada yang sampai berusaha bunuh diri. Mereka merasa tidak sanggup lagi memikul beban hidup yang makin berat,” katanya. Untung saja warga lain dapat menggagalkan upaya bunuh diri itu.

Dia menyebutkan, warga yang mencoba bunuh diri itu karena dililit banyak utang yang tidak sanggup dibayarnya. Biasanya, cicilan utang itu bisa dibayarnya dari hasil panen sawit. Namun, karena harga sawit anjlok, dia tidak sanggup lagi membayar cicilan.

Hal itu diakui Setiyono, pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Riau, di Pekanbaru. Dia mengatakan, sejak harga sawit anjlok, pendapatan para petani sawit di Riau turun secara drastis. Mereka jadi tidak sanggup lagi membayar utang-utangnya, termasuk cicilan rumah dan kendaraannya.

Disebutkannya, ketika harga buah sawit melambung, para petani sawit di Riau memang merasa mendapatkan durian runtuh dengan pendapatan yang cukup besar. Karena itu, di kalangan petani sawit itu muncul sifat konsumtif yang sangat tinggi.

Sifat konsumtif yang tinggi itu dibuktikan dengan banyaknya petani sawit membeli barang-barang mewah seperti sepeda motor, mobil, dan rumah. Sebagian barang-barang itu mereka dapatkan dengan cara kredit karena mereka merasa yakin akan mampu membayar cicilannya.

“Karena itu, begitu harga buah sawit anjlok, pendapatan mereka menurun drastis. Kini mereka tidak sanggup lagi membayar cicilan. Bahkan, jangankan membayar cicilan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah tidak sanggup lagi,” kata Setiyono.

Karena itu, saat ini banyak di antara petani sawit itu mengembalikan lagi rumah atau kendaraan yang telah mereka beli secara cicilan itu. Sebagian lagi ada yang menjual murah rumah dan kendaraan yang mereka kredit itu dengan sistem pengalihan kredit.

Setiyono mengatakan, saat ini petani sawit yang tergabung dalam Aspekpir Riau mencapai 64 ribu kepala keluarga dengan luas lahan masing-masing dua hektare. Para anggota Aspekpir ini tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Kondisi buruk itu tidak dibantah Kepala Dinas Perkebunan Riau, Soesilo. Kepada wartawan di Pekanbaru dia menyebutkan, anjloknya harga sawit akhir-akhir ini tidak pelak lagi membuat banyak petani sawit di Riau jatuh miskin. Hal ini berdampak pada naiknya angka kemiskinan di Riau. Kalau sebelumnya hanya tercatat 11 persen, kini menjadi 32 persen.

Dia menyebutkan, untuk saat ini saja jumlah petani sawit di Riau sudah mencapai 941 ribu kepala keluarga (KK). Jumlah ini belum termasuk yang bekerja sebagai pendodos buah sawit dan pembersih pohon sawit.

“Jadi, kalau anjloknya harga sawit ini berlangsung berbulan-bulan, dapat dipastikan orang-orang yang berkecimpung di usaha sawit akan jatuh miskin,” ujarnya. Kendati selama ini mereka memiliki simpanan uang, tapi kalau anjloknya harga sawit berlangsung dalam waktu lama, uang tersebut pasti akan terpakai juga. (Adrizas)

Sumber : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=213155

Gro Flo dari U-chong Sdn BHD. Malaysia

Minggu : 14 Oktober 2012

Sebuah undangan datang dari Koperasi Tangguh Berjaya (KOPTAJA) Duri-Riau. Koperasi ini menyatakan diri sebagai perwakilan “U-Chong Sdn BHD. Malaysia” untuk marketing Gro Flo di wilayah Duri-Riau. Dalam kesempatan ini, koperasi mendatangkan bapak Mr. Chen (Managing Director dari U-Chong Palm Fertilizer Malaysia sekaligus juga mendatangkan perwakilan PT. Bhakti Tani Nusantara yang akan membahas atau menjelaskan tentang Bibit Unggul Kelapa Sawit. Adapun yang dibahas dalam pertemuan yang diselenggarakan  di Chitra Hotel Duri-Riau (Simpang Garoga) adalah berbagi pengalaman atau pengetahuan tentang kelapa sawit, yaitu :

  1. Berkebun kelapa sawit yang semestinya.
  2. Mengaplikasikan pupuk yang tepat guna.
  3. Penemuan-penemuan U-chong Marketing Sdn Bhd untuk mengoptimalkan pemupukan yang kita lakukan.
  4. Penemuan bibit unggul yang sangat menjamin keuntungan bagi pemilik kebun sawit dalam jangka 30-35 tahun.

Point-point penting yang di dapat dari  hasil pertemuan di hotel Chitra Duri-Riau tentang Gro Flo :

  • Dengan menggunakan produk Gro Flo maka PH tanah meningkat. Bahkan disebutkan bahwa jika sudah memakai Gro Flo maka untuk daerah/lahan gambut tidak perlu lagi menggunakan dolomit.
  • Populasi mikro organisme dan cacing tanah yang lebih banyak. Dengan produk ini dalam beberapa waktu akan terlihat bahwa tanah menjadi lebih subur, ditandai pula dengan  banyaknya cacing tanah. Hal ini bisa terlihat dari kotoran cacing di daerah tempat Fertilizer gro flo ditaburkan. Jika terdapat babi hutan, maka mereka biasanya berkeliaran di daerah tersebut untuk mencari cacing sebagai makanannya.
  • Dengan Fertilizer Super Soil Conditioner Gro Flo, maka akan terlihat bahwa ukuran buah menjadi lebih besar, janjang buah menjadi lebih besar dan hasil buah sawit yang didapat juga meningkat menjadi lebih banyak dibanding tidak memakainya.
  • Ada dua jenis Gro Flo yang diperkenalkan :
    1. Gro Flo (No. 1) – digunakan di tanah mineral.
    2. Gro Flo LPH (No. 102)- untuk digunakan di tanah gambut.
  • Jumlah penggunaan yang dianjurkan agar mendapatkan hasil yang terbaik adalah setiap 6 (enam) bulan sekali.

Di bawah ini adalah daftar jenis-jenis pupuk yang dihasilkan oleh pabrik pupuk U-Chong Sdn BHD. Malaysia, yaitu :

(By : PiS, 15 Oktober 2012 Duri-Riau)