Harga CPO

Terus Dijegal, Permintaan Minyak Sawit RI Kini Rontok

4 Juni 2014

Jakarta – Ekspor minyak sawit alias crude palm oil (CPO) turun 45,02 persen. CPO adalah komoditas andalan nomor satu RI. Rontoknya permintaan CPO berakibat anjloknya ekspor secara keseluruhan.

Ekspor CPO turun 45,02 persen, dari US$ 2,3 miliar pada Maret 2014 menjadi US$ 1,1 miliar pada April 2014. Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan, mengaku akan menyelidiki apa penyebab penurunan ekspor ini. More

Daya Saing Substitusi Kedelai Semakin Perlemah Harga CPO

12 Mei 2014

Harga CPO pada perdagangan pekan lalu terpantau terus mengalami pelemahan sepanjang pekan. Pelemahan harga CPO dipicu oleh tekanan harga kedelai yang dapat mensubstitusi kebutuhan global CPO untuk minyak goreng nabati.

Harga kedelai yang sedang berada dalam trend pelemahan sepanjang pekan lalu terus berdampak pada melemahnya harga CPO di Bursa Malaysia. Sentimen positif dari semakin dekatnya momen Idul Fitri serta El Nino tidak mampu mengangkat harga CPO. More

Bursa Malaysia Libur Waisak, CPO Diprediksi Menguat

Perdagangan CPO di Bursa Malaysia pada hari ini diliburkan untuk memperingati hari Waisak. Namun, analis Vibiz memprediksi harga CPO akan kembali menguat pada saat bursa kembali dibuka.

Harga CPO yang pada pekan lalu mengalami penurunan akibat harga kedelai diprediksi akan kembali menguat disaat Bursa Malaysia kembali dibuka. Hal tersebut dilandasi oleh penguatan harga kedelai di Amerika Serikat dan masih adanya sentimen positif dari siklus El Nino dan Idul Fitri. More

Minyak Sawit Berjangka Berada Dekat Tertinggi 17 Bulan Karena Perkiraan Stok Yang Lebih Rendah

Wednesday, 26 February 2014

Minyak sawit berada di dekat tertinggi 17 – bulan oleh spekulasi persediaan di Malaysia bisa menurun untuk bulan kedua setelah output berkurang di produsen terbesar setelah Indonesia.

Kontrak untuk pengiriman Mei ditutup turun 0,4 persen di 2.733 ringgit (US $ 835) per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatives dibandingkan dengan 2.741 ringgit penutupan kemarin di Kuala Lumpur. Futures naik sekitar 7 persen bulan ini .
More

Bisnis CPO Makin Cerah Kata DSN Group

Selasa, 28 Januari 2014
Oleh: Wiyanto

Jakarta – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group) memprediksi Crude Palm Oil (CPO) akan cerah pada 2014.

Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group), Djojo Boentoro pendukungnya adanya kebijakan penyerapan biodiesel. “Bagaimana prediksi, saya kasih jawaban kita lihat industrinya sawit akan berkembang apa yang terjadi kita lihat usia rata tanaman masih sangat muda. Kita pada 2013 umur rata-rata 7,4 tahun. Itupun artinya secara biologis masih ABG,” ujar Djojo dalam “Media Luncheon dalam rangka update kinerja perusahaan (DSN) Group di Jakarta, Selasa (28/1/2014). More

Patokan harga CPO Sawit Segera Gunakan Rupiah

Selasa, 21 Januari 2014
Pewarta: Evalisa Siregar

Medan (ANTARA News) – Pemerintah merencanakan mulai tahun ini memberlakukan patokan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dalam satuan mata uang rupiah, dan bukan lagi mengacu ke dolar Amerika Serikat (AS) atau Ringgit Malaysia (RM) seperti selama ini, kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

“Seperti produk timah yang sudah diperdagangkan dalam satuan Rupiah, maka CPO juga akan seperti itu pada tahun ini juga,” ujarnya di Medan, Selasa. More

Indonesia Acuan Harga CPO Sawit

Sabtu, 11 Januari 2014

JAKARTA, — Pemerintah terus berupaya menjadikan Indonesia sebagai acuan harga minyak kelapa sawit mentah di pasar global. Dari total harga acuan tarif bea keluar, 60 persen dibentuk dari harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil) domestik.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menjelaskan hal ini di Jakarta, Jumat (1/1). Adapun sisanya berasal dari harga CPO di Malaysia (20 persen) dan Rotterdam, Belanda (20 persen). More

Harga CPO diprediksi tembus Rp2.000/kg

Kamis, 2 Januari 2014 22:36 WIB
Pewarta: Frislidia

Pekanbaru (ANTARA News) – Harga tandan buah segar CPO Riau pada tahun 2014 diprediksi tembus sebesar Rp2.000 per kg dibanding akhir 2013 sebesar Rp1.963 per kg antara lain dampak instruksi Presiden SBY untuk menggunakan biodiesel dalam kebijakan energy nasional ke depan.

“Intruksi tersebut disampaikan Presiden SBY saat kegiatan Indonesian Palm Oil Confrence (IPOC) beberapa minggu lalu,” kata Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulher di Pekanbaru, Kamis.

Menurut Zulher, instruksi tersebut akan berdampak pada pembangunan investasi industri hilir kelapa sawit menjadi biodiesel yang akan mengkonsumsi bahan baku Crude Palm Oil (CPO) dalam negeri yang lebih banyak.

Prediksi harga CPO Riau makin membaik juga akibat kebijakan dan implementasi Brazil, Argentina, China, dan India untuk mengimpor CPO lebih banyak dari tahun sebelumnya dari Indonesia.

“Impor itu akan diyakini memicu pengembangan biodiesel disamping an memenuhi kebuuthan dalam negeri,” katanya.

Ia menyebutkan, bahwa Brazil akan menggunakan CPO untuk meningkatkan penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar energy (BBE) nasionalnya.

Kini, katanya lagi, Brazil telah menggunakan 10 persen BBE dari biodiesel itu dan ke depan Brazil akan meningkatkan penggunaan biodiesel sekaligus meningkatkan pasokan CPOnya dari Indonesia.

Di samping itu turut mendongkrak kenaikan harga CPO Riau adalah permintaan impor India yang juga mengalami peningkatan.

“India membutuhkan lebih banyak impor CPO karena permintaan minyak nabati di India diperkirakan juga meningkat pesat dari sekitar 7,7 juta ton menjadi 18 juta ton,” katanya dan meragukan India bisa saja memilih minyak nabati dari negara lain jika Indonesia dan Malaysia yang selama ini menjadi negara pemasok CPO mengenakan pajak ekspor.

Faktor lainnya yang akan turut memicu naiknya harga CPO Riau berdasarkan rilis harga dari Bursa Derivatif Malaysia, dimana harga CPO Malaysia untuk tahun 2014 diprediksi akan berada pada level RM2.600- RM2.900.

Oleh karena itu Zulher optimistis industri subsektor perkebunan dan industri hilir kelapa sawit Riau akan terus berkembang seiring dengan perkembangan permintaan ekspor tersebut.

“Kini saatnya untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas CPO dalam negeri sehingga petani kelapa sawit, pengusaha hingga pemerintah agar terus mengembangkan program agroindustri,” kata Zulher. (*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2014

Sumber : http://www.antaranews.com

-

Berita/Artikel Menarik Lain Yg Wajib Dibaca :