Harga CPO

Minyak Sawit Berjangka Berada Dekat Tertinggi 17 Bulan Karena Perkiraan Stok Yang Lebih Rendah

Wednesday, 26 February 2014

Minyak sawit berada di dekat tertinggi 17 – bulan oleh spekulasi persediaan di Malaysia bisa menurun untuk bulan kedua setelah output berkurang di produsen terbesar setelah Indonesia.

Kontrak untuk pengiriman Mei ditutup turun 0,4 persen di 2.733 ringgit (US $ 835) per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatives dibandingkan dengan 2.741 ringgit penutupan kemarin di Kuala Lumpur. Futures naik sekitar 7 persen bulan ini .
More

Bisnis CPO Makin Cerah Kata DSN Group

Selasa, 28 Januari 2014
Oleh: Wiyanto

Jakarta – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group) memprediksi Crude Palm Oil (CPO) akan cerah pada 2014.

Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group), Djojo Boentoro pendukungnya adanya kebijakan penyerapan biodiesel. “Bagaimana prediksi, saya kasih jawaban kita lihat industrinya sawit akan berkembang apa yang terjadi kita lihat usia rata tanaman masih sangat muda. Kita pada 2013 umur rata-rata 7,4 tahun. Itupun artinya secara biologis masih ABG,” ujar Djojo dalam “Media Luncheon dalam rangka update kinerja perusahaan (DSN) Group di Jakarta, Selasa (28/1/2014). More

Patokan harga CPO Sawit Segera Gunakan Rupiah

Selasa, 21 Januari 2014
Pewarta: Evalisa Siregar

Medan (ANTARA News) – Pemerintah merencanakan mulai tahun ini memberlakukan patokan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dalam satuan mata uang rupiah, dan bukan lagi mengacu ke dolar Amerika Serikat (AS) atau Ringgit Malaysia (RM) seperti selama ini, kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

“Seperti produk timah yang sudah diperdagangkan dalam satuan Rupiah, maka CPO juga akan seperti itu pada tahun ini juga,” ujarnya di Medan, Selasa. More

Indonesia Acuan Harga CPO Sawit

Sabtu, 11 Januari 2014

JAKARTA, — Pemerintah terus berupaya menjadikan Indonesia sebagai acuan harga minyak kelapa sawit mentah di pasar global. Dari total harga acuan tarif bea keluar, 60 persen dibentuk dari harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil) domestik.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menjelaskan hal ini di Jakarta, Jumat (1/1). Adapun sisanya berasal dari harga CPO di Malaysia (20 persen) dan Rotterdam, Belanda (20 persen). More

Harga CPO diprediksi tembus Rp2.000/kg

Kamis, 2 Januari 2014 22:36 WIB
Pewarta: Frislidia

Pekanbaru (ANTARA News) – Harga tandan buah segar CPO Riau pada tahun 2014 diprediksi tembus sebesar Rp2.000 per kg dibanding akhir 2013 sebesar Rp1.963 per kg antara lain dampak instruksi Presiden SBY untuk menggunakan biodiesel dalam kebijakan energy nasional ke depan.

“Intruksi tersebut disampaikan Presiden SBY saat kegiatan Indonesian Palm Oil Confrence (IPOC) beberapa minggu lalu,” kata Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulher di Pekanbaru, Kamis.

Menurut Zulher, instruksi tersebut akan berdampak pada pembangunan investasi industri hilir kelapa sawit menjadi biodiesel yang akan mengkonsumsi bahan baku Crude Palm Oil (CPO) dalam negeri yang lebih banyak.

Prediksi harga CPO Riau makin membaik juga akibat kebijakan dan implementasi Brazil, Argentina, China, dan India untuk mengimpor CPO lebih banyak dari tahun sebelumnya dari Indonesia.

“Impor itu akan diyakini memicu pengembangan biodiesel disamping an memenuhi kebuuthan dalam negeri,” katanya.

Ia menyebutkan, bahwa Brazil akan menggunakan CPO untuk meningkatkan penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar energy (BBE) nasionalnya.

Kini, katanya lagi, Brazil telah menggunakan 10 persen BBE dari biodiesel itu dan ke depan Brazil akan meningkatkan penggunaan biodiesel sekaligus meningkatkan pasokan CPOnya dari Indonesia.

Di samping itu turut mendongkrak kenaikan harga CPO Riau adalah permintaan impor India yang juga mengalami peningkatan.

“India membutuhkan lebih banyak impor CPO karena permintaan minyak nabati di India diperkirakan juga meningkat pesat dari sekitar 7,7 juta ton menjadi 18 juta ton,” katanya dan meragukan India bisa saja memilih minyak nabati dari negara lain jika Indonesia dan Malaysia yang selama ini menjadi negara pemasok CPO mengenakan pajak ekspor.

Faktor lainnya yang akan turut memicu naiknya harga CPO Riau berdasarkan rilis harga dari Bursa Derivatif Malaysia, dimana harga CPO Malaysia untuk tahun 2014 diprediksi akan berada pada level RM2.600- RM2.900.

Oleh karena itu Zulher optimistis industri subsektor perkebunan dan industri hilir kelapa sawit Riau akan terus berkembang seiring dengan perkembangan permintaan ekspor tersebut.

“Kini saatnya untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas CPO dalam negeri sehingga petani kelapa sawit, pengusaha hingga pemerintah agar terus mengembangkan program agroindustri,” kata Zulher. (*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2014

Sumber : http://www.antaranews.com

-

Berita/Artikel Menarik Lain Yg Wajib Dibaca :

Prediksi Pengusaha Soal Harga CPO Hingga Akhir Tahun

18 Desember 2013

SPC, Jakarta Tak hanya ekspor CPO saja yang naik sepanjang November. Harga CPO di bulan November juga menguat dari dikisaran US$ 900 – US$ 945 per metrik ton. Harga rata-rata sepanjang November ada di posisi US$ 919 per metrik ton atau naik 7% dibandingkan harga rata-rata bulan lalu US$ 859 per metrik ton. Sampai akhir tahun, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memproyeksikan, harga CPO global akan naik karena kondisi cuaca Indonesia dan Malaysia diperkirakan mengalami curah hujan tinggi. Akibat cuaca itu, panen akan terganggu dan produksi diperkirakan berkurang. More

Awal 2014 Harga CPO di Prediksi Meningkat

20 November 2013
Penulis: Poponk

margind.com-Medan. Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) memprediksi harga ekspor minyak sawit mentah (CPO) akan terus meningkat menyusul melonjaknya permintaan untuk persediaan menjelang akhir tahun 2013 dan memasuki awal 2014.

“Harga ekspor CPO diperkiraan bisa menembus 950 dolar AS per metrik ton, naik dari harga CPO pekan ini yang bergerak pada kisaran 917,5 dolar AS per metrik ton,” kata Ketua Umum DMSI, Derom Bangun di Medan, seperti dilansir Antara, Rabu (20/11).

Menurut Derom, perkiraan kenaikan harga komoditi tersebut dipicu antaralain penurunan produksi CPO akibat anomali cuaca.

Produksi CPO yang biasanya mencapai 2,5 juta metrik ton per bulan, diperkirakan bisa merosot hingga hanya sekitar 2,2 juta ton.

Meski begitu ia menjelaskan, di sisi lain harga CPO juga bisa semakin menguat jika penggunaan biodiesel di dalam negeri semakin banyak seperti yang direncanakan pemerintah.

Peningkatan penggunaan biodiesel di Indonesia sudah diberlakukan mulai September 2013.

Meningkatkan harga ekspor juga mendorong naiknya harga tandan buah segar (TBS) di pabrikan berkisar Rp1.267 per kg-Rp1.777 per kg.

Untuk mendukung agar petani tetap berminat bertanam sawit, harusnya pengusaha pabrikan memberikan harga ideal atau sesuai dengan harga ekspor.

Sekretaris Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsjad menyebutkan harga TBS memang sedang memasuki tren naik.
“Sudah hampir satu bulan harga TBS naik dan itu menyenangkan petani,”katanya.

Asmar mengakui, harga jual di petani memang sering terlambat mengikuti harga jual di pasar dengan berbagai alasan seperti mutu buah yang kurang bagus.

“Makanya Apkasindo terus berupaya meningkatkan mutu TBS petani agar harga jualnya mahal,” katanya. redaksi@margind.com

Sumber : http://margind.com

-

Berita/Artikel Menarik Lain Yg Wajib Dibaca :

Harga Membaik, Produsen CPO Ekspansi

Selasa, 05 November 2013

SURABAYA – Kebutuhan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menunjukkan tren meningkat. hal ini seiring membaiknya ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat. Dampaknya, harga CPO terus membaik baik dan tahun depan diprediksi makin meningkat.

Wakil Presiden Direktur PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) Kreisna Dewantara Gozali menyatakan, tahun lalu saat masa panen pada semester kedua, harga CPO anjlok menjadi Rp 6.000 per kg. Padahal, pada enam bulan sebelumnya bisa mencapai Rp 7.000 per kg. “Saat ini kondisi membaik. Pada semester pertama harga Rp 7.200, sekarang saat panen berkisar Rp 8.000 per kg. Tahun ini beda dengan sebelum-sebelumnya,” kata Kreisna.

Menurut dia, demand CPO yang tinggi membuat harga terus membaik. Karena itu, pihaknya berani melakukan ekspansi. Tak hanya memperluas lahan kebun sawit, tapi juga membangun pabrik baru. “Kami menambah pabrik baru CPO dengan kapasitas 45 ton per jam,” ujarnya. Sebelumnya, Gozco sudah memiliki dua pabrik yang berkapasitas total 135 ton per jam.

Dengan tambahan ini, perseroan yang memiliki lahan 40 ribu hektare kelapa sawit itu bakal memproduksi 180 ton per jam. “Operasi pabrik baru pada triwulan III 2014. Nilai investasinya Rp 155 miliar,” jelasnya. Sampai akhir September, area tanaman menghasilkan (TM) milik emiten dengan kode perdagangan GZCO itu mencapai 25.250 hektare. Sedangkan 15.138 hektare berupa tanaman belum menghasilkan (TBM). Volume produksi hingga September mencapai 33 ribu ton atau 51 persen dari target 63.250 ton.

Sementara itu, PT BW Plantation Tbk (BWPT) menargetkan perluasan pabrik CPO di Kalteng akan meningkatkan kapasitas produksi dari 45 ton per jam menjadi 60 ton per jam. Perseroan berinvestasi USD 2 juta untuk perluasan pabrik tersebut. “Beroperasinya perluasan pabrik untuk mengantisipasi panen pada November,” ujar Direktur BW Plantation Kelik Irwantono.

BWPT juga memperluas lahan untuk penanaman baru sawit mencapai 6 ribu hektare. Dengan begitu, total lahan tertanam menjadi seluas 67.161 hektare termasuk lahan plasma 6.726 hektare. Saat ini perseroan memiliki 110 ribu hektare lahan, termasuk yang telah diakuisisi seluas 2 ribu hektare. (dio/oki)

Sumber :

http://www.jpnn.com/read/2013/11/05/199231/Harga-Membaik,-Produsen-CPO-Ekspansi-#