Analisa Harga Jual Sawit

Cuplikan atau saduran mengenai berita yang berhubungan dengan harga jual beli kelapa sawit

Harga CPO Rendah, Pengusaha Sawit Mengeluh ke Jokowi

Sabtu, 29/11/2014

Bandung, CNN Indonesia — Industri kelapa sawit saat ini dalam kondisi sulit akibat anjloknya harga minyak sawit mentah dunia. Salah satu cara untuk dapat meningkatkan permintaan minyak sawit sehingga harga dapat kembali naik adalah meminta pemimpin negara-negara produsen minyak kelapa sawit untuk mewajibkan kebijakan biofuel. More

Petani Gembira, Harga Sawit di Riau Terus Merangkak Naik

PEKANBARU-Petani sawit sedikit mulai berharap dan gembira, karena memasuki periode 21 Oktober sampai 6 November, harga kelapa sawit di Riau terus merangkak naik. Bila trend kenaikan ini terus berlanjut, maka para petani sawit akan bisa bernafas lega.

Demikian disampaikan Ketua Tim Pelaksana Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Propinsi Riau, Ferry, kemarin. “Periode ini, kelapa sawit mulai memberikan harapan kepada petani dan pemilik perkebunan kelapa sawit, karena harganya mulai sedikit naik. Soal harga sawit, agar mahal bukan hanya didambakan para petani saja, tetapi pemerintah juga mengharapkan hal yang sama. Semakin mahal harga sawit, maka pendapatan petani juga akan semakin meningkat yang dengan sendirinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani,” ungkapnya.

Dikatakan, harga sawit periode ini lebih dari Rp1.000 perkilogramnya. Hanya saja, sawit yang berumur 3 tahun harganya masih di bawah Rp1.000 perkilogramnya, yakni Rp 933,05. “Harga sawit periode ini mulai memberikan cahaya kegembiraan bagi kita semua karena harganya sedikit naik dari periode sebelumnya,” tukasnya.

Menurutnya, harga sawit periode ini rata-rata lebih dari Rp1.000 perkilogramnya. Namun harga sawit tertinggi jika tanaman sawit umurnya lebih dari sepuluh tahun. “Harga sawit periode kali ini rata-rata lebih dari seribu, namun harga tertinggi jika sawit tersebut telah berumur sepuluh tahun atau lebih yakni Rp1.304,51 perkilogramnya,” paparrnya.

Ditambahkan, semoga harga sawit ke depan akan melebihi periode sebelumnya. “Semoga harga kelapa sawit selalu ada peningkatan, walaupun sedikit demi sedikit,” harapnya. (uji)

 Sumber :

http://www.fokusriau.com/berita-1470-petani-gembira-harga-sawit-di-riau-terus-merangkak-naik.html

Harga Tbs Kelapa Sawit Bulan Agustus sd Oktober 2012 Kalimantan Timur

Harga Tbs Kelapa Sawit Bulan Agustus sampai dengan Oktober 2012 untuk wilayah Kalimantan Timur

Wujud Produksi

Agustus

September

Oktober

CPO

7.316,37

7.114,07

7.001,10

Kernel

3.258,17

3.106,47

3.092,44

Indeks “K”

80,92

80,56

80,00

Umur

Agustus

September

Oktober

3 Tahun

1.022,36

987,76

966,39

4 Tahun

1.100,46

1.063,26

1.040,23

5 Tahun

1.180,93

1.141,04

1.116,31

6 Tahun

1.222,18

1.180,90

1.155,31

7 Tahun

1.264,16

1.221,44

1.194,98

8 Tahun

1.305,42

1.261,30

1.233,98

9 Tahun

1.347,40

1.301,84

1.273,65

10 – 25 Tahun

1.389,97

1.342,94

1.313,88

Sumber : http://perkebunan.kaltimprov.go.id

.
Untuk Pembanding  harga agar dapat digunakan sebagai perkiraan harga terkini (harga  hari ini), berikut adalah Daftar lengkap Tabel Informasi Harga TBS kelapa sawit di beberapa tempat di wilayah Indonesia :

Tabel Informasi Harga Tandan Buah Segar (TBS) di daerah Kalimantan Timur (Kaltim) pada bulan Januari Hingga November 2012 :

Tabel Harga Bulan Januari 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Februari 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Maret 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan April 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Mei 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Juni 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Juli 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Agustus 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan September 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Oktober 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan November 2012 daerah Kaltim
Tabel Harga Bulan Desember 2012 daerah Kaltim

Daftar/Tabel Informasi Harga TBS kelapa sawit untuk wilayah Riau pada tahun 2012 :

Tabel harga 31 Oktober s/d 6 November 2012 wilayah Riau

Perhitungan Biaya Kebun Kelapa Sawit

(Asumsi dengan Perawatan dan Pemupukan yang Baik)

  1. Biaya-biaya yang harus dikeluarkan :
    • Biaya Pembelian Lahan per ha = Rp. 5.000.000
      Tergantung lahan sangat variatif tergantung lokasi
    • Pembersihan Lahan per ha sekitar = Rp. 500.000
  1. Harga Bibit :
    Bibit harus dibeli dari tempat yang jelas dan qualified, sangat riskan jika beli beli dari tempat yang nggak jelas walaupun harganya hanya ½ dari tempat penjual bibit resmi, karena resikonya bisa-2 sawit tidak berbuah sama sekali kalau toh tetap berbuah hasilnya akan buruk. Tempat-2 yang qualified yang memang terbiasa dalam menjual bibit antara lain, PT. Lonsum (London Sumatera), PT. Socfin Medan, PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit), dll.

Usia 6 bulan harga sekitar = Rp. 15.000 per pokok pohon

Usia bibit ini masih mungkin dimakan hama babi. Jadi dibutuhkan biaya tambahan untuk untuk membuat pagar supaya aman dari babi. Jika biaya pembuatan pagar per pokok pohon sekitar 5rb rupiah jatuh harga menjadi Rp. 20.000 per pokok pohon.

Usia 18 bulan harga sekitar = Rp. 30.000 per pokok pohon.

Bibit usia 18 bulanan sudah tidak dimakan babi karena sudah tumbuh duri. Jadi sudah tidak butuh biaya lagi untuk mengamankan dari gangguan hama babi.

Jumlah bibit Yang dibutuhkan per ha.

  • Perbibit butuh Jarak tanam sekitar : 9m x 9m = 81 m2
  • Untuk luas 1 ha (10.000 m2) = 10000 m2/81 m2 yaitu sekitar 130-an buah.
  • Biasanya Lahan 1 ha ditanami antara 130 buah sampai 140 buah.
  • Asumsi penanaman 1 ha = 130 buah.

Jadi biaya bibit =
Rp. 30.000 x 130 buah = Rp. 3.900.000 per ha.

 3. Pemupukan

  • Bulan pertama tanam (Urea) = 0,5 kg per pohon
    Jadi untuk 130 pokok pohon butuh = 65 kg per ha.
  • Bulan ke-2 tanam (Urea) = 0,75 kg per pohon
    Jadi untuk 130 pokok pohon butuh = 97,5 kg per ha.
  • Bulan ke-4 tanam (TSP) = 0,75 kg per pohon
    Jadi untuk 130 pokok pohon butuh = 97,5 kg per ha.
  • Bulan ke-8 tanam (Urea) = 0,75 kg per pohon
    Jadi untuk 130 pokok pohon butuh = 97,5 kg per ha.
  • Bulan ke-12 tanam (Urea) = 0,75 kg per pohon
    Jadi untuk 130 pokok pohon butuh = 97,5 kg per ha.
  • Bulan ke-16 tanam (TSP) = 0,75 kg per pohon
    Jadi untuk 130 pokok pohon butuh = 97,5 kg per ha.
  • Bulan ke-20 tanam (Urea) = 0,75 kg per pohon
    Jadi untuk 130 pokok pohon butuh = 97,5 kg per ha.
  • Bulan ke-24 tanam (Urea) = 0,75 kg per pohon
    Jadi untuk 130 pokok pohon butuh = 97,5 kg per ha.
  • Bulan ke-28 tanam (TSP) = 1 kg per pohon
    Jadi untuk 130 pokok pohon butuh = 130 kg per ha.
  • Bulan ke-32 tanam (Urea) = 1 kg per pohon
    Jadi untuk 130 pokok pohon butuh = 130 kg per ha.
  • Bulan ke-36 tanam (Urea) = 1 kg per pohon
    Jadi untuk 130 pokok pohon butuh = 130 kg per ha.
  • Bulan ke-40 tanam (TSP) = 1 kg per pohon
    Jadi untuk 130 pokok pohon butuh = 130 kg per ha.
  • Bulan ke-44 tanam (Urea) = 1 kg per pohon
    Jadi untuk 130 pokok pohon butuh = 130 kg per ha.
  • Bulan ke-48 tanam (Urea) = 1 kg per pohon
    Jadi untuk 130 pokok pohon butuh = 130 kg per ha.

Biasanya orang-2 memupuk sekitar 6 bulan sekali bahkan banyak yang hanya 1 kali setahun, tetapi menurut cerita di forum online dari orang yang punya kebun kelapa sawit direkomendasikan kalau mau hasil yang lebih bagus dipupuk 4 bulan sekali.

Setelah tanaman berumur 4 tahun biasanya sudah mulai menghasilkan walau tidak terlalu banyak antara 0,5 ton sampai sampai 1 ton per ha. Sangat tergantung kesuburan tanah, cara perawatan juga factor-2 lain. Harga TBS (Tandan Buah Segar) per kilo sekitar Rp. 1700-an ke pabrik dengan lahan plasma. Tetapi jika dijual sendiri ke Bengkulu sekitar Rp. 2000-an. Tiap pabrik juga memberikan harga yang berbeda-beda, dan cara penaksiran waste yang berbeda pula. Biasanya dipotong antara 5% sampai 10 % dari hasil produksi. Jadi seandainya hasil kebun sawit 5 ton, maka hanya akan dihitung 4,5 ton saja dikalikan harga per kilonya. Ini tergantung dari cara penaksiran jumlah buah panennya. Jika yang dipanen masih banyak buah yang mentah, potongannya akan semakin besar. Juga tiap petugas penaksir mempunyai selera masing-2 dalam cara memotongnya.

Untuk pemupukan dilakukan rotasi 2x urea 1x pupuk TSP tiap pemupukan.

Jadi jika dipupuk tiap 4 bulan jumlah pupuk yang dikeluarkan sekitar.

  1. Pupuk Urea sampai 4 th. = 1,072 ton sekitar 1100 kg
  2. Pupuk TSP sampai dengan 4 th = 0,455 ton sekitar 500 kg.

Biaya pupuk total sampai dengan umur 4 th.

  • Harga pupuk Urea sekitar Rp. 4000 s/d Rp. 5000 per kgnya.
  • Harga pupuk TSP sekitar Rp. 1600 s/d Rp. 2000 per kgnya.

Asumsi harga diambil tertinggi :

  • Urea => 1100 kg x Rp. 5000 = Rp. 5,5 jt.
  • TSP => 500 kg x Rp. 2000 = Rp. 1jt

Total Biaya Pupuk = 6,5 jt.

Biaya Penyemprotan

Penyemprotan disini adalah penyemprotan terhadap gulma, seperti alang-2 atau rumput-2 liar yang dikhawatirkan menganggu pertumbuhan tanamawan sawit. Penyemprotan dengan menggunakan herbisida. Ada berbagai macam merek, dengan harga bervariasi. Yang pernah saya tanyakan harganya 175 rb jadi masih dalam kisaran ratusan ribu rupiah.

Alat untuk menyemprot sekitar 150 rb rupiah.

Penyemprotan 1 =

  • Biaya tenaga kerja = Rp. 60.000 per ha.
  • Dosis per HA sekitar 1 lt ditambah campuran air sekitar 300-an liter.

Setelah penyemprotan pertama biasanya rumpur liar (gulma) akan menjadi kering berikutnya sekitar 6 bulan kemudian kembali disemprot lagi untuk mematikan akar di gulma tersebut. 6 bulan kemudian untuk memastikan seluruh akar mati kembali disemprot sekali lagi.

Perkiraan saya 3x penyemprotan dengan kebutuhan 1 lt herbisida, biaya tenaga kerja dan investasi alat + kerugian umur alat penyemprot sekitar 1 jt.

Setelah 3 x penyemprotan biasanya akar rumput sudah habis dan akar-2 juga sudah mati, gula akan tumbuh lagi sekitar 3 s/d 4 th lagi. Saat itu akan dilakukan penyemprotan lagi jika gulma sudah mulai mengganas.

Jadi biaya yang dibutuhkan sampai umur sekitar 4 th untuk penyemprotan sekitar 1jt-an.

Biaya Pemangkasan Daun.

Dimaksudkan supaya tanaman sawit bisa tumbuh secara efektif dilakukan pemangkasan daun. Di Sumatera perlakuan ini disebut Muruning.

Ada 3 jenis Pemangkasan yaitu :

  1. Pemangkasan Pasir
    Membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16 – 20 bulan.
  1. Pemangkasan Produksi
    Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk, untuk persiapan panen dilakukan saat umur 20 – 28 bulan.
  1. Pemangkasan Pemeliharaan
    Membuang daun-daun yang tumbuh saling menumpuk secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sekitar 28 – 54 helai daun.

Biaya yang dibutuhkan per hektar sekitar 80rb-an per Ha-nya (persisnya saya kurang jelas) karena ada beberapa orang yang saya Tanya memberikan harga berbeda-beda. Untuk bagian Pemangkasan Pemeliharaan dilakukan sekitar 1 th sekali.

Jika dalam waktu 4 th kita lakukan 5 kali perlakuan pembersihan (pemangkasan daun) maka dibutuhkan biaya sekitar 400 rb diasumsikan 500 rb.

Jadi Total Biaya yang dibutuhkan sampai tanaman usia 4 th PER HA kurang lebih :

  1. Biaya pembelian lahan. = Rp. 5 jt.
  2. Harga Bibit = 3,9 jt.
  3. Biaya Pemupukan = 6,5 jt.
  4. Biaya Penyemprotan terhadap Gulma = 1 jt.
  5. Biaya pemangkasan daun = 500 rb.

Total 16,9 jt => 17 jt-an.

Setelah 4 th biasanya tanaman sawit sudah mulai bisa dipanen.

BIAYA SETELAH MASA TANAMAN BISA DIPANEN

Umur 4 th (asumsi 0,5 ton/HA per bulan)

Biaya Panen :

  1. Biaya untuk ongkos tukang panen per janjang Rp. 600
    1 jt umur 4 th sekitar 3-5 kg => 150 janjang = 90.000rb.
  2. Biaya transportasi Rp. 100 rp per kg.
    500 kg x 100 = 50.000 rb.

Total Biaya Produksi panen sekitar Rp. 140.000/HA per bulan.

Asumsi Hasil Panen umur 4 th (0,5 ton perbulan). Per kilo 1700 rp.

  • 0,5 ton (500 kg) x 1700 = 850 rb.

Hasil akan naik seiring dengan umur tanaman :
Perkiraan sebagai berikut :

Tahun ke 6 – 10 => 1,2 ton – 1,5 ton per HA tiap bulan
Tahun ke 11 – 15 => 1,6 ton – 2,5 ton per HA tiap bulan

Jadi pada tahun ke 4 bisa mendapatkan hasil panen per HA per bulan sekitar 700 rb per bulan. Jika dihitung secara sederhana 700 rb x 36 bulan = 25 jt-an.

Modal yang dikeluarkan sekitar 17 jt per HA sampai umur 4 th. Ada selisih 8 jt-an yang bisa dipakai untuk ongkos produksi selama 3 th tersebut (dari umur 4 th – 7 th).

JADI ESTIMASI saya pada umur 7 th atau setelah sawit menghasilkan yaitu umur 4 th, dimana ini berarti ada masa 3 tahun yang dibutuhkan supaya BEP setelah panen.

Masa BEP yang sebenarnya sendiri saat umur 7 th. Setelah umur 7 tahun dimana hasil yang didapat untuk tiap HA juga naik sedang biaya produksi untuk pupuk, pemangkasan daun, penyemprotan relative sama dengan sebelum 4 th. Biaya yang naik adalah biaya ongkos panen dan ongkos transportasi (biaya untuk mengangkut hasil panen) sampai pabrik.

Sumber : 4Shared.com

Harga Sawit dan Karet Minggu Ini Turun

harga-jual-beli-tbs-kelapa-sawit

Berdasarkan Rapat Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Dinas Perkebunan Provinsi Riau mengenai harga komoditi perkebunan untuk sepekan ke depan, khusus harga TBS kelapa sawit 29 Agustus-4 September 2012, tim menetapkan turun sebesar Rp 36,24 per kg. Sementara itu, harga karet lagi-lagi turun dari Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per kg menjadi Rp 19.000 hingga Rp 20.000 per kg.

“Khusus harga TBS kelapa sawit di Riau, minggu ini mengalami penurunan hampir dua bulan,” terang Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Riau, Ir Ferry HC MSi, kepadariaubisnis.com, Selasa (28/8/2012) di kantornya.

Untuk harga TBS kelapa sawit usia 3 tahun dihargai Rp 1.102,06 per kg dan pada minggu lalu 1.127,93 per kg. Usia 4 tahun dihargai Rp 1.231,70 per kg kalau minggu lalu Rp 1.260,70 per kg. Sementara itu, untuk umur 5 tahun dihargai Rp 1.318,45 per kg sedangkan minggu lalu Rp 1.349,51 per kg. Untuk usia 6 tahun tim menetapkan Rp 1.356,28 per kg kalau pekan lalu Rp 1.368,18 per kg.

Untuk harga TBS sawit usia 7 tahun dipatok harga Rp 1.408,33 per kg sementara pada pekan lalu Rp 1.441,47 per kg. Sedangkan umur 8 tahun dihargai Rp 1.452,17 per kg kalau minggu lalu Rp 1.486,34 per kg.

Kemudian, untuk umur 9 tahun sekarang dipatok Rp 1.498,21 per kg kalau minggu lalu Rp 1.533,42 per kg. Dan umur 10 tahun, pekan ini dihargai Rp 1.540,48 per kg sedangkan minggu lalu dipatok Rp 1.576,72 per kg.

Sementara itu, harga bahan olahan karet (bokar) pada periode 27 Agustus-1 September 2012, di pabrik-pabrik karet di Riau ditetapkan harga Rp 19.000 hingga Rp 20.000 per kg sebelumnya dari Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per kg.

Khusus di pabrik karet PT Tirta Sari Surya dan PT Andalas Agrolestari ditapkan harga Rp 19.000 per kg. Lalu, PT Rickry Pekanbaru menetapkan harga Rp 19.500 per kg. Sedangkan PT P & P Bangkinang tetap dengan harga Rp 20.000 per kg.

Tim juga menetapkan harga kelapa butiran dan kopra untuk periode 28 Agustus 2012, harga kelapa bulat licin Rp 816,66 per kg kalau minggu lalu Rp 600 per kg. Lalu, harga kopra mutu kering (100 persen) Rp 4.200 per kg dan pekan lalu Rp 4.000 per kg. Khusus kopra mutu basah (80 persen) sekarang Rp 2.150 per kg sebelumnya tetap Rp 2.150 per kg. Dan kopra mutu basah (60 persen) dihargai tetap dengan minggu lalu, yakni Rp 2.000 per kg.

Lalu, harga crude palm oil (CPO) untuk sepekan ke depan harganya Rp 7.207,90 per kg, kalau minggu lalu Rp 7.409,18 per kg. Sedangkan harga kemel ditetapkan Rp 3.575,27 per kg sementara pada minggu lalu Rp 3.592,19 per kg.(*)

Parlindungan | Edited by Rbc
Sumber : http://riaubisnis.com