Tomat

Manfaat Buah Tomat

Bermacam-macam manfaat buah Tomat dan biasanya sering kita jumpai dalam setiap masakan tomat bisa dibuat sambal dan pelengkap masakan lainya, selain dimanfaatkan didapur ternyata tomat juga bisa untuk kesehatan, yang paling sering kita ketahui adalah untuk meringankan sariawan. Vitamin yang terkandung dalam buah tomat seperti vitamin
A yang bermanfa’at untuk kesehatan mata , dan juga vitamin C yang komposisinya setiap 100 gram tomat itu terkandung sekitar 58 persen vitamin C.

Vitamin ini juga dapat membantu mencegah infeksi, meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh dan menjaga kesehatan jaringan ikat. Selian semuanya itu, kandungan vitamin C ini juga dapat menghaluskan kulit dan mengurangi stres .

Zat lycopene yang terkandung dalam buah tomat juga dapat mencegah kanker, lycopene merupakan phytonutrien yang diyakini memiliki manfaat dapat mencegah :

  • penyakit kanker prostat,
  • kanker payudara, kanker
  • paru-paru dan kanker
  • penkreas.
  • Tomat juga ampuh mencegah penyakit jatung.

Kandungan Buah Tomat

Menurut penelitian dalam Buah Tomat terdapat kandungan gizi ,vitamin dan berbagai senyawa yang dibutuhkan oleh tubuh. Berikut ini adalah beberapa
kandungan yang ada dalam per 100 gram buah tomat:

  • 20 kkal ( Kalori )
  • 1,0 Gram Protein
  • 5 Miligram Kalsium
  • 0,3 Gram Lemak
  • 40 Miligram Vitamin C
  • 1.500 SI Vitamin A

Selain baik untuk kesehatan ternyata tomat si merah yang mulus ini bisa kita manfaatkan untuk kecantikan wajah,diantaranya bisa digunakan untuk mengobati jerawat, komedo, dan mencerahkan wajah.

Jerawat menjadi problem wajah yang menjengkelkan dan kadang membuat kita minder, tapi kini ada solusi yang hemat untuk mengobati jerawat, caranya adalah hancurkan buah tomat lalu oleskan pada wajah dan biarkan beberapa menit lalu bilas dengan air dingin hingga bersih. Lakukan hal yang secara teratur 2 kali sehari pagi dan malam sebelum tidur untuk mendapatkan hasil
yang maksimal.

Selain jerawat masalah yang sering kita alami pada wajah adalah komedo dan seperti jerawat tomat juga bisa untuk mengobati komedo dan caranya adalah sbb:
“Haluskan buah tomat + madu dan oleskan pada bagian wajah yang berkomedo kemudian diamkan beberapa menit dan bilas dengan air dingin”.

Untuk mencerahkan wajah kita juga bisa menggunakan tomat dengan membuatnya sebagai masker dan biarkan hingga kering.

Sumber : http://www.optimasi.info/2013/05/manfaat-buah-tomat.html

Hama Serang Tanaman Tomat Petani Kabupaten Karo

Tanah Karo, 27/6 (Antarasumut) – Sejumlah lahan pertanian tanaman tomat di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, terserang hama sehingga mengakibatkan buah tomat membusuk menjelang dipanen.

Beberapa petani di Kabupaten Tanah Karo, Kamis, menyebutkan, serangan hama jenis “rhizoctonia” itu umumnya diawali dengan munculnya bercak berwarna coklat kehitaman pada permukaan kulit tomat dan kemudian melebar hingga membuat buah menjadi busuk.

Kondisi tanaman tomat yang sudah terserang hama busuk buah sulit berkembang secara normal, sehingga banyak petani memilih lebih awal memetik buah tomat untuk menghindari serangan hama menjadi lebih parah.

“Buah tomat yang terserang penyakit “rhizoctonia” umumnya mengalami retak dan kemudian membusuk,” ucap L. Purba, petani Desa Pancur Batu, Kabupaten Karo.

Menurut dia, hama tersebut umumnya muncul di tengah minimnya curah hujan yang mengguyur salah satu sentra produksi pertanian di wilayah itu.

Buah tomat yang terserang hama “rhizoctonia” umumnya sengaja dipetik dan dibuang petani dan dibakar di sekitar lahan tersebut karena kelak dianggap dapat menambah tingkat kesuburan tanah.

Purba menambahkan, sebagian besar wilayah Karo selama hampir satu bulan terakhir relatif minim diguyur hujan.

Diakuinya, serangan hama tersebut turut menjadi pemicu anjloknya harga jual tomat di tingkat petani menjadi turun tajam.

“Harga tomat di desa kami saat ini hanya sekitar Rp2.500 per kilo gram,” ujarnya.

Sementara, harga tomat semula diharapkan oleh kalangan petani di daerah itu bisa mencapai di atas Rp5.000 per kg, terkait dengan meningkatnya permintaan pasar menjelang bulan puasa Ramadhan.

Ia memperkirakan serangan hama “rhizoctonia” juga terjadi hampir merata di Kabupaten Karo.

“Kami tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi serangan “rhizoctonia”, kecuali secepatnya memetik buah tomat yang belum relatif parah terkena serangan hama,” ucap Purba.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Tanah Karo selama ini merupakan salah satu sentra produksi tomat terbesar di Sumatera Utara (Sumut).

Buah tomat yang dipanen petani di daerah itu umumnya dipasarkan ke sejumlah kabupaten/kota di Sumut.(TNA)

Sumber : http://www.karo.or.id/hama-serang-tanaman-tomat-petani-kabupaten-karo/

Pengendalian Hama Tanaman Tomat

Hama tanaman tomat merupakan salah satu faktor yang dapat mengurangi atau bahkan meniadakan hasil dari tanaman tomat. Hama tanaman tomat harus segera diatasi setelah diemukan gejala-gejala tanaman terserang hama. Berikut adalah pengendalian beberapa hama penting pada tanaman tomat:
1. Ulat Buah Tomat

(a) ngengat tertarik pada cahaya ultraviolet sehingga dengan sinar tersebut diadakan perangkap; (b) telur dan ulat dapat dikumpulkan dan dibakar atau dimatikan; (c) ditepi kebun ditanam jagung untuk mengurangi serangan pada tanaman tomat; (d) tanaman liar disekitar areal pertanaman tomat dibersihkan; (e) disemprot dengan insektisida, misalnya Diazinon dan Cymbush.

2. Kutu Daun Apish Hijau
(a) gulma di sekitar areal tanaman tomat harus dibersihkan karena dapat menjadi tempat berlindung kutu; (b) pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan cara dipijit sehingga kutu aphis tersebut mati; (c) pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida.

3. Lalat Putih (Kutu Kabut)
(a) digunakan musuh alami hama, misalnya beberapa jenis tabuhan yang merupakan parasit lalat putih dan beberapa jenis lembing guna memakan telur lalat putih; (b) gulma di sekitar tanaman tomat harus dibersihkan supaya tidak menjadi inang lalat putih; (c) tanaman tomat terserang virus harus segera dicabut dan dibakar; (d) pertanaman tomat dapat diberi mulsa jerami atau mulsa plastik; (e) disemprot dengan Diazinon, Malathion, Azinpos-methyl dan lain-lain.

4. Kutu Daun Trips
(a) tanaman yang kekurangan air lebih banyak diserang thrips. Untuk itu, tanaman tomat harus disiram dengan air yang cukup; (b) gulma di areal tanaman tomat harus dibersihkan agar tidak menjadi tempat berlindung thrips; (c) disemprot dengan insektisida, misalnya Diazinon, Malathion dan Monocrotophos.

5. Lalat Buah
(a) pada waktu mencangkul, tanah harus dibalik dan dibiarkan beberapa hari sampai beberapa minggu agar terkena sinar matahari sehingga pupa lalat mati; (b) ditangkap dengan menggunakan umpan yang dapat memikat lalat jantan; (c) buah yang terserang segera dipetik dan dibakar; (d) gulma di daerah pertanaman tomat harus selalu dibersihkan.

6. Nematoda Bengkak Akar

(a) tanah dicangkul dan dibiarkan beberapa waktu agar terkena sinar matahari; (b) tanah digenangi air yang cukup lama supaya nematoda mati; (c) menggunakan bahan kimia Nematisida, misalnya Furadan, Curater, Petrofur, Indofuran, dan Temik; (d) menanam varietas tomat yang resisten; (e) tanaman yang terserang harus segera dicabut dan dibakar; (f) gulma di areal tamanan tomat dibersihkan; (g) diberi pupuk organik (pupuk kandang atau kompos).

Sumber : http://www.anakagronomy.com

Informasi Mengenai Tips Menanam Tomat Di Polybag

Mempelajari tips menanam tomat di polybag dapat Anda jadikan acuan untuk memaksimalkan halaman belakang rumah Anda menjadi kebun sayur. Selain menjadi penghias halaman, menanam sayuran dalam pot atau polybag seperti tomat, bayam, selada, kangkung, oyong dan lain sebagainya  juga membantu Anda untuk hidup sehat karena dapat membantu mencukupi kebutuhan serat harian Anda dan keluarga yaitu dari sayur mayur yang Anda tanam, sekaligus membantu menghijaukan lingkungan sekitar.

Lalu, apa lagi yang tunggu? Dengan beberapa tips menanam tomat di Informasi-Mengenai-Tips-Menanam-Tomat-Di-Polybagpolybag yang akan diulas dalam artikel ini, diharapkan Anda dapat segera bertindak untuk memanfaatkan halaman rumah Anda untuk berkebun sayur. Perlu Anda ketahui bahwa menanam tomat terutama yang dilakukan dalam polybag cukup mudah dilakukan. Selamat mencoba!

Persiapan Alat dan Bahan

Berikut alat maupun bahan yang Anda perlukan untuk menanam tomat Anda dalam kantong polybag :

  • Bibit tomat sesuai kebutuhan Anda. Bibit ini bisa langsung Anda beli di toko pertanian atau Anda semai sendiri dari benih. Siapkan beberapa buah pot kecil yang sudah diisi dengan kompos, tanam pada masing-masing pot 2-3 benih tomat tutup dengan kompos. Tunggu hingga 5 hari ketika pohon tomat mulai tumbuh sebelum dipindahkan ke polybag.
  • Polybag besar yang sudah Anda isi dengan kompos
  • Gunting atau pisau
  • Sekop atau sudip kecil

Cara Menanam

  1. Letakkan pot-pot yang berisi tanaman tomat yang masih berumur beberapa hari di atas ke dalam air agar kompos di dalamnya tidak keras. Hal ini juga untuk menghindari kerusakan pada akar ketika tanaman akan dipindahkan ke polybag.
  2. Letakkan polybag yang sudah diisi dengan kompos di tempat yang terkena sinar matahari. Goyangkan polybag tersebut hingga berbentuk seperti bantal, juga agar kompos di dalamnya menjadi rata. Buat sobekan di bagian tengah atas dengan pisau atau gunting sebagai tempat untuk menanam
  3. Aduk-aduk kompos dalam polybag tersebut agar gembur. Pastikan Anda memadatkan bagian ujungnya agar bentuk seperti bantal tetap terjaga.
  4. Secara perlahan keluarkan tanaman tomat  muda Anda dari pot. Untuk kompos sejumlah 60 hingga 75 liter bisa digunakan untuk menanam 2-3 buah tanaman tomat.
  5. Buat lubang pada kompos yang ada di polybag Anda sebanyak 2 atau 3 lubang, kemudian tanam pohon tomat Anda di dalamnya. Pastikan Anda memasukkannya cukup dalam di polybag tersebut  agar akarnya bisa tumbuh maksimal sehingga nutrisi dan air yang diserap juga maksimal. Dengan demikian tanaman tomat Anda akan subur dan menghasilkan buah yang bagus.
  6. Pastikan bahwa tanaman tomat Anda cukup air. Jika mulai tumbuh tunas atau buah, Anda bisa memberikan pupuk agar pertumbuhannya maksimal.

Kini, Anda tinggal menunggu hasil panen tomat Anda dalam waktu kurang lebih 30-40 hari. Nah, semoga tips menanam tomat di polybag di atas bermanfaat bagi Anda.

http://mariberkebun.com/2013/04/informasi-mengenai-tips-menanam-tomat-di-polybag/

Cara Budidaya Tomat Dalam Pot

Tomat adalah komoditas hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat, mengingat keterbatasan lahan pertanian atau kondisi tanah yang tidak subur, menanam tomat pun dapat dilakukan dengan menggunakan polybag/pot.

Budidaya tomat dalam pot/polybag mempunyai keuntungan yaitu dapat dilakukan oleh siapapun yang tidak mempunyai pekarangan luas, perkembangan tanamanpun mudah dikontrol, penyebaran /penularan hama dan penyakit sangat kecil dan dapat diatasi lebih mudah serta penggunaan pupuk lebih sedikit.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk budidaya tomat dalam Pot/Polybag adalah :

1. Tempat dan Media Tanam
Budidaya dalam pot dapat memanfaatkan kaleng bekas, ember plastik, polybag,dll. Media tanam yang digunakan berupa tanah, pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1.

2. Pesemaian
Biji tomat disemai terlebih dahulu didalam kotak pesemaian(tray), media persemaian adalah campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Benih ditanamkan kedalam kotak persemaian, dan diletakkan ditempat yang teduh sehingga curahan hujan tidak merusak benih yang masih lemah.

Penyiraman sebaiknya dilakukan dengan penyemprotan. Bibit lalu dipindahkan kedalam polybag kecil setelah bibit mempunyai 5 helai daun. Bibit yang telah berumur kurang lebih 1 bulan tampak besar dan kuat dengan panjang tanaman kurang lebih 10cm dapat dipindahkan kedalam Pot.

3. Penanaman
Media tanam perlu disiram terlebih dahulu sebelum tanaman dipindahkan. Pindahkan tanaman dari persemaian ke media tanam dengan hati-hati jangan sampai merusak akar tanaman. Pemindahan sebaiknya dikakuakan pada sore hari.

4. Perawatan
Perawatan tanaman tomat dalam pot lebih mudah karena kondisi tanaman lebih terkontrol dan penularan penyakit lewat akar dapat dihindari.
Perawatan rutin yang perlu dilakukan :
a. Periksa tanaman setiap hari dari hama dan penyakit. Jika ada hama, ambil dan matikan dengan cara dijepit. Bila ada tanaman yang layu maka segeralah cabut dan buang medianya agar tidak tertular ketanaman lain.

b. Bila ada tanaman yang kurang subur segeralah tambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang.

c. Bila tanaman sudah tumbuh besar beri turus/pasak untuk membantu tanaman tomat dapat tegak dengan kokoh.

d. Siramlah tanaman secara rutin, minimal 2 kali sehari yaitu pagi dan sore serta perhatikan pula kadar air pada media tanam jangan sampai terlalu basah.

e. Lakukan pemangkasan yang berguna untuk merangsang pertumbuhan buah, meningkatkan penerimaan cahaya matahari, menurunkan tingkat kelembaban disekitar tanaman, meningkatkan kualitas buah serta mengurangi resiko penularan hama dan penyakit tanaman. Pemangkasan dilakukan terhadap tunas muda,  pucuk batang utama, daun dan buah.
makin banyak buah maka makin kecil ukuran dan pemasakan buah makin lama. Pemangkasan terhadap pucuk batang utama dilakukan setelah tangkai bunga yang ke 5. Pemangkasan sebaiknya dilakukan setelah tanaman berumur 4-6 minggu sehingga buah tidak kerdil dan pematangan buah tidak lambat.

5. Panen

  • Panen pertama buah tomat umumnya pada umur 90hari setelah semai.
  • b. Panen berikutnya dapat dilakukan setelah 4-5 hari kemudian sampai buahnya habis.
  • Petik buah tomat saat berwarna masih kekuningan jingga, karen akan masak sendiri diluar batang.
  • Panen buah pada saat pagi dan sore hari.

Sumber : http://www.sumberajaran.com

Cara Budidaya Tomat

Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani
PT. Natural Nusantara berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3), agar petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas. More