Buku-buku Kelapa Sawit

Bermacam-macam/aneka buku tentang kelapa sawit

Petunjuk Praktis Budi Daya & Pengolahan Kelapa Sawit

Petunjuk Praktis Budi Daya & Pengolahan Kelapa Sawit (Ir.Sunarko, M.Si)

Penulis : Ir.Sunarko, M.Si
Tebal : 60 bw + 16 FC
ISBN : 979-006-035-1
Harga : 19000
Penerbit : AgroMedia Pustaka

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu tanaman perkebunan di Indonesia yang memiliki “masa depan” cerah. Prospek pasar dunia untuk minyak sawit beserta produknya cukup bagus. Karena itu, perkebunan kelapa sawit diperluas secara besar-besaran dengan pola perkebunan besar, pola kebun inti, pola PIR, atau pola KKPA. Adanya pola perkebunan seperti itu tidak menutup kemungkinan masyarakat untuk mengembangkan usaha budi daya kelapa sawit.

Buku yang ditulis praktisi persawitan ini dapat dijadikan pedoman bagi siapa saja yang berminat membuka perkebunan kelapa sawit. Pembahasannya sangat lengkap dari persiapan lahan, pembibitan, teknik budi daya, pemanenan, penanganan pascapanen, hingga pengolahannya.

Panduan Lengkap Kelapa Sawit (Iyung Pahan)

panduan lengkap kelapa sawit manajemen agribisnis dari hulu hingga hilir

Synopsis

Buku ini dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan di bisnis minyak sawit, khususnya para pelaku perkebunan rakyat yang masih minim akses informasinya terhadap manajemen agribisnis kelapa sawit, sehingga meraka dapat menjalankan usahanya dengan lebih optimum dan memuaskan.

Table of Contents
Daftar Isi

Bab 1 : Kelapa Sawit Tanaman Multiguna……………………1
Bab 2 : Agribisnis Kelapa Sawit………………………………..17
Bab 3 : Aspek Legal Perkebunan Kelapa Sawit……………42
Bab 4 : Tinjauan Biologi Tanaman Kelapa Sawit………..68
Bab 5 : Pembibitan………………………………………………….84
Bab 6 : Pembukaan Lahan………………………………………107
Bab 7 : Penanaman………………………………………………..125
Bab 8 : Pengelalaan Tajuk……………………………………….140
Bab 9 : Pemupukan…………………………………………………146
Bab 10: Perlindungan Tanaman………………………………176
Bab 11: Produksi Dan Panen…………………………………….194

Details
ISBN:    9789794899953
Author:    Iyung
Language:    INDONESIA
Type:    SOFT COVER
No. of Pages:    411
Dimensions (cm):    19 x 26
Specific Detail Info
BAB i. KELAPA SAWIT, TANAMAN MULTIGUNA 1 A. Keterkaitan Antarsubsistem Agribisnis Kelapa Sawit 4 B. Integrasi Vertikal Sistem Agribisnis Kelapa Sawit 9 C. Konsep Pengembangan Perkebunan 11 D. Prospek dan Daya Saing 14 B_-1B 2. AGRIBISNIS KELAPA SAWIT 17 A. Pohon Industri Agribisnis Kelapa Sawit 17 B. Penyebaran Kelapa Sawit 23 C. Skala Usaha Komersial Perkebunan Kelapa Sawit 26 D. Produksi TBS Perkebunan Kelapa Sawit dan Kapasitas Pengolahan 27 E. Penawaran dan Permintaan Produk Kelapa Sawit 29 F. Pola Perdagangan dan Mekanisme Harga 37 G. Prospek Pemasaran 40 B_AB 3. ASPEK LEGAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT 42 A. Sejarah Perkebunan di Indonesia 42 B. Peraturan-peraturan Pemerintah dalam Pembangunan Perkebunan 47 B_-1B 4. TINJAUAN BIOLOGI TANAMAN KELAPA SAWIT 68 A. Klasifikasidan Penyebaran 68 B. Morfologi dan Pertumbuhan Kelapa Sawit 69 C. Ekofisiologi Kelapa Sawit 8o B_AB 5. PEMBIBITAN 84 A. Investasi Perkebunan Komersial: Bahan Tanaman 84 B. Pertumbuhan Bibit 87 C. Persiapan Pembibitan 89 D. Pemeliharaan Bibit 98 BAB 6. PEMBUKAAN LAHAN 107 A. Perencanaan Tata-ruang dan Tata-letak Lahan 107 B. Pembukaan Lahan Hutan io8 C. Pembuatan Jaringan Jalan dan Saluran Air 115 D. Peremajaan (Replanting) 120 BAB 7. PENANAMAN 125 A. Penanaman Kacangan-kacangan Penutup Tanah 125 B. Penanaman Kelapa Sawit 131 BAB 8. PENGELOLAAN TAJUK 140 A. Pengelolaan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Tajuk 140 B. Tunas Pokok 142 C. Ablasi 145 BAB 9. PEMPUPUKAN 146 A. Manfaat Pemupukan 146 B. Diagnosis Kebutuhan Pupuk 152 C. Strategi Pemupukan Kelapa Sawit 156 D. RekomendasiPemupukan i6o E. Pelaksanaan Pemupukan 162 BAB io. PERLINDUNGAN TANAMAN 176 A. Pengendalian Gulma 176 B. Pengendalian Hama dan Penyakit 185 C. Pestisida dan Pengelolaannya i9o BAB ii. PRODUKSI DAN PANEN 194 A. Produksi B. Panen (Potong Buah) BAB 12. TRAKSI DAN TRANSPORTASI 210 A. Struktur, Wewenang, dan Kewajiban dalam Organisasi 210 B. Sistem Kerja 214 I C. Mekanisme Transpor dan Produksi 216 D. Organisasi Pengoperasian Alat-alat Transpor 217 .• E. Sistem Premi Transpor 218 F. Administrasi Transpor 219 BAB 13. PENGOLAHAN MINYAK DAN INTI SAWIT 221 A. Stasiun Utama 223 B. Stasiun Pendukung 234 C. Efisiensi Pengolahan PKS 239 D. Penanganan Produk Kelapa Sawit 242 E. Sistem Distribusi Produk 251 F. Penyulingan MKS Menjadi Minyak Goreng dan Mentega 25 B_AB 14- PRAKTIK-PRAKTIK AKUNTING DAN AUDITING 263 A. Praktik-praktik Akunting 263 B. Topik-topik Akunting dan Masalah-masalah Auditing 264 C. Laporan Keuangan 26 BAB 15- PENYUSUNAN ANGGARAN 277 A. Informasi Dasar 277 B. Perencanaan Efektif di Organisasi 2go C. Bagaimana Membuat Rencana Secara Efisien 286 D. Konsep Anggaran Secara Umum 289 E. Konsep Anggaran Perkebunan 297 BAB 16. ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT io.ooo HA 303 A. Asumsi Dasar 303 B. Biaya Investasi (Capital Expenditure) 303 C. Analisis Revenue V6 D. Proyeksi Biaya Operasional (Operating Expenditure) 307 E. Perencanaan Biaya Investasi dan Penyusutan 310 6. Analisis Keuangan 311 G. Neraca 311 H. Laporan Laba-Rugi 316 I. Laporan Arus Kas 318 J. Penilaian Perusahaan 321 B_AB 17. ETIKA DAN PERKEBUNAN 324 A. Budaya Perkebunan 327 B. Misi dan Strategi 329 C. Etika Perkebunan 333 D. Mengelola Atasan Anda 343 BAB i8. MEMBANGUN SISTEM AGRIBISNIS KELAPA SAWIT INDONESIA (SAKSI) YANG BERPENGETAHUAN A. Perilaku, Struktur, dan Proses B. The Knowing Organization C. Patok Duga D. Transformasi Organisasi E. KondisiSAKSI SaatIni F. Cara Membangun SAKSI yang Berpengetahuan

Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit

Buku :

Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit
ISBN 979-420-523-0
Penulis Soepadiyo Mangoensoekarjo
Penerbit GMUP
Tahun Terbit 2008
Cetakan Ke-3
Colation 605
Tahun Terbit 2008
Berat 600
Stok 10
Discount 0
Harga Rp. 110,000.00

Kelapa sawit adalah tanaman penghasil minyak nabati yang paling tinggi produktivitasnya. Di Indonesia perkebunan kelapa sawit pertama kali dibuka tahun 1911 di Sumatera Utara.

Areal kelapa sawit Indonesia terus meningkat, sehinga dewasa ini mencapai kurang lebih 3 juta ha. Perkebunan kelapa sawit sangat menarik bagi para investor, karena Indonesia mempunyai keunggulan komparatif ketimbang negara-negara penghasil lain. Lahan dengan iklim yang sesuai cukup tersedia. Demikian juga halnya dengan tenaga kerja.

Persaingan dengan negara penghasil lain, khususnya Malaysia dan Nigeria, cukup ketat. Oleh karena itu kita harus menerapkan sistem pengelolaan budidaya kelapa sawit dan pengolahannya dengan sebaik mungkin. Ini hanya dapat tercapai kalau kita mempunyai sumber daya manusia yang handal.

Dalam buku ini para penulis yang berpengalaman dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit menguraikan pengalamannya yang sangat berharga untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang menangani komoditas kelapa sawit. Buku ini membahas Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit secara lengkap yang meliputi subsistem prapanen, pascapanen, sumber daya manusia, keuangan, dan pemasaran.

Dengan demikian buku ini sangat berguna bagi mereka yang berkecimpung dalam Agribisnis Kelapa Sawit, antara lain pekebun, ivestor, penentu kebijakan, dan peneliti, juga untuk dunia perguruan tinggi.

BAB 1. MANAJEMEN BUDIDAYA KELAPA SAWIT 1
1.1 PENGANTAR 1
1.2 SEJARAH PERKELAPASAWITAN 11
1.2.1 Daerah Asal Kelapa Sawit 11
1.2.2 Perdagangan Kelapa Sawit di Masa Lampau 14
(1) Upaya Pembudidayaan Kelapa Sawit 17
(a) Indonesia 17
(b) Malaysia 20
(c) Afrika 22
1.2.3 Perdagangan Kelapa Sawit sesudah Perang Dunia II 24
(1).Indonesia 25
(2) Malaysia 29
(3) Nigeria 30
(4) Congo (Kinshasa) 31
(5) Negara-negara Produsen lainnya di Afrika 32
(6) Amerika Tengah dan Amerika Selatan 33
1.3 PERKEBUNAN KELAPA SAWIT 35
1.3.1 Bentuk Perusahaan Perkebunan 35
(1) Perkebunan Rakyat 36
(2) Perkebunan Besar Swasta (PBS) 38
(3) Pekebunan Besar Negara (PN/PT Perkebunan). 40
Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit
.(4) Pola-pola Pengembangan Perkebunan Rakyat … 44
(a) Perkebunan Inti Rakyat (PIR) 46
(b) Pola Unit Pelaksana Proyek (UPP) 52
(c) Pola Pembinaan Parsial 52
(d) Pola Intensifikasi 52
(e) Pola Pengabdian Misi-30 53
(5) Usaha Budidaya Perkebunan dalam Tahun 1999 54
1.3.2 Keterkaitan Berbagai Instansi 56
(1) Keterkaitan dalam Lingkup Departemen Pertanian 56
dan Perkebunan
(2) Keterkaitan luar Lingkup Departemen Pertanian 58
dan Perkebunan ‘
1.3.3 Penelitian dan Pengembangan Kelapa Sawit 61
(1) Balai Penelitian Perkebunan Medan (BPPM) … 64
(2) Pusat Penelitian Marihat (PPM) 65
(3) Bangun Bandar Research Station (BBRS) 66
(4) Bah Lias Research Station (BLRS) 66
1.3.4 Jenis-Jenis Produk Kelapa Sawit 67
(1) Bahan Makanan 68
(2) Bahan Bukan Bahan Makanan (Oleochemical).. 69
(3) Bahan Kosmetika dan Farmasi 70
(4) Pemanfaatan Limbah 70
(5) Prospek Pemakaiar. Minyak Kelapa Sawit 72
1.4 MANAJEMEN TANAMAN 72
1.4.1 Persyaratan Tumbuh Tanaman Kelapa Sawit 73
(1)Iklim 73
(a) Curah Hujan dan Evapotranspirasi 75
(b) Intensitas Penyinaran 77
(c) Suhu 78
(2) Tanah 79
1.4.2 Botani 87
(1) Klasifikasi Tanamari Kelapa Sawit 87
(2) Pencirian Bagian Tanaman 90
(a) Akar 91
(b) Batang 91
(c) Daun 93
(d)Bunga 94
(e)Buah 97
(f)Biji 100
(3) Pemuliaan Tanaman 101
(4) Pengadaan Bahan Tanaman 105
(a) Perbanyakan Benih Secara Generatif dengan
Biji 106
(b) Perbanyakan Benih Secara Vegetatif dengan
Kultur Jaringan 109
1.4.3 Nutrisi (Unsur Hara) Kelapa Sawit 111
(1) Kebutuhan Unsur Hara 111
(a) Unsur-Unsur Makro 114
(b) Unsur-Unsur Mikro 116
(2) Jenis jenis Pupuk 116
(a) Pupuk Organik 118
(b) Pupuk Anorganik 120
(c) Pupuk Tunggal 121
(d) Pupuk Majemuk 126
1.4.4 Hama, Penyakit, dan Gulma 129
1.5 MANAJEMEN LAPANGAN 133
1.5.1 Pembukaan Lahan dan Pengolahan Tanah 134
(1) Pembukaan Lahan 135
(a) Lahan Bekas Hutan 136
(b) Lahan Bekas Pertanaman Karet 140
(c) Lahan Bekas Pertanaman Kelapa (Nyiur) … 141
(d) Lahan Bekas Pertanaman Kelapa Sawit …. 142
(e) Lahan Bekas Padang Alang-alang 145
(2) Pengolahan Tanah 149
(a) Pengawetan Tanah 151
(3) Rancangan Kebun 152
(a) Jaringan Jalan 153
(b) Jaringan Drainase 158
(c) Pencegahan Erosi : 162
1.5.2 Pembibitan 164
X ManajeMen Agrobisnis Kelapa Sawit
(1) Sistem Pembibitan Kelapa Sawit 164
(a) Pembibitan 165
(b) Tahapan Pembibitan Kelapa Sawit 167
(c) Penyiraman Bibit 169
(d)Pemupukan 170
(e) Pengendalian Gulma 171
(f) Pengendalian Hama 172
(g) Pengendalian Penyakit 173
(h) Administrasi dan Pembiayaan Pembibitan … 178
(2) Pemilihan Bibit 178
(3) Pengawasan Pembibitan 180
1.5.3 Penanaman 180
(1) Pembuatan Larikan Tanaman 180
(a) Lahan Datar dan Lahan Bergelombang 181
(b) Lahan Berbukit 183
(2) Penanaman Tanaman Penutup Tanah Kacangan 185
(a) Jenis Penutup Tanah Kacangan 191
(b) Inokulasi Rhizobium 193
(c) Penanaman PTK 195
(d) Pemupukan Kacangan 196
(e) Pengendalian Gulma, Hama, dan Penyakit … 197
(3) Penanaman Kelapa Sawit 198
(4) Penanaman Tumpangsari atau Tanaman Sela … 207
(5) Pengawasan Penanaman 209
1.5.4 Pemupukan 210
(1) Pemupukan Kelapa Sawit 210
(a) Pelaksanaan Pemupukan 222
2) Organisasi Pemupukan 224
(3) Pengawasan Pemupukan : 225
1.5.5 Pengendalian Hama, Penyakit, dan Gulma 226
(1) Pengendalian Hama Terpadu 226
(2) Sistem Peringatan Dini 229
(3) Alat-alat Penyemprot 231
(4) Pengendalian Hama 233
(a) Hama Vertebrata 234
xi
(b) Hama Arthropoda 237
(c) Hama Siput (Mollusca) 244
(d) Hama Rayap (Isoptera) 244
(5) Pengendalian Penyakit 245
(6) Pengendalian Gulma 256
(7) Pengawasan 261
1.5.6 Pemeliharaan Tanaman 262
(1) Kastrasi atau Ablasi 262
(2) Penyerbukan Bantuan dan Serangga Penyerbuk
Kelapa Sawit 263
(a) Penyerbukan Bantuan 264
(b) Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit 266
(3) Konsolidasi dan Inventarisasi 270
(4) Pemangkasan dan Penjarangan Pohon 270
(a) Pemangkasan Pelepah Daun 270
(b) Penjarangan Pohon ‘.. 273
1.5.7 Produksi dan Peramalan Produksi 275
(1)Produksi 275
(2) Perhitungan Bunga untuk Peramalan Produksi .. 276
(3) Pengawasan Produksi : 278
1.5.8 Panen dan Pengangkutan Buah 279
(1) Persiapan Panen 279
(a) Kematangan Buah 279
(b) Kriterium Panen 283
(2) Frekuensi Panen atau Rotasi Panen 285
(3) Pelaksanaan Panen : 285
(4) Kapasitas Panen dan Sortasi Panen 288
(5) Pengawasan Panen 290
(6) Pengangkutan Tandan Buah ::… 291
(7) Koordinasi Pekerjaan Panen, ‘ Pengangkutan
Tandan Buah, dan Pabrik ‘ 294
1.5.9 Sarana Pemantauan Kegiatan di Lapangan 295
1.5.10 Faktor-faktor Teknik Budidafya Tanaman terhadap
Produksi : 298
1.5.11 DAFTAR PUSTAKA 302
xii Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit
BAB 2. MANAJEMEN PABRIK MINYAK SAWIT 319
2.1 PENGANTAR 319
2.2 TEKNOLOGI PENGOLAHAN 321
2.2.1 Pengenalan Bahan 321
(1) Minyaksawit 321
(2)IntiSawit 327
(3) Tandan Buah Segar (TBS) 330
(4) Pemanfaatan Hasil Kelapa Sawit 333
2.2.2 Pengolahan Tandan Buah Segar 334
(1) Bagan Alir 337
(2) Perlakuan Pendahuluan 339
(3) Pemisahan 345
(4) Pemurnian 357
(5) Pengemasan dan Penimbunan 359
2.2.3 Limbah Pabrik 360
(1) Teknologi Pengendalian Limbah Cair Sistem 366
Kolam
(2) Teknologi Pengendalian Limbah Cair Sistem 367
Reaktor
(3) Kombinasi Sistem Kolam dengan Reaktor 368
2.2.4 Sistem Energi 368
(1) Bahan Bakar 368
(2) Air Umpan 369
(3) Pembangkitan Uap dan Listrik 370
2.2.5 Pengiriman Hasil 372
2.3 PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PENGOlahan
2.3.1 Pengendalian Pengolahan 374
(1) Kondisi Proses 375
(2) Keandalan 377
(3) Kehilangan dalam Pengolahan 378
(4) Butir Periksa dan Butir Kendali 384
2.3.2 Pengendalian Mutu 386
(1) Mutu Panen 386
(2) Mutu Hasil Jadi 401
2.3.3 Pengujian Laboratorium 407
(1) Kehilangan Minyak dan Inti Sawit 408
(2) Mutu Minyak dan Inti Sawit 410
2.3.4 Pengendalian Biaya 412
2.3.5 Penaksiran Rendemen Minyak dan Inti Sawit 414
2.4 PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PEMELIHARAAN 417
2.4.1 Pemeliharaan Terencana 418
2.4.2 Pemeliharaan Berkala 419
2.4.3 Panduan Kerja dan Pengadaan Suku Cadang 423
2.5 PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PABRIK 424
2.5.1 Organisasi Pabrik 424
(1) Bentuk Organisasi Pabrik Minyak Sawit 425
(2) Bagan Organisasi dan Formasi Tenaga Kerja … 428
2.5.2 Perencanaan Pengolahan 432
2.6 PERANCANGAN PABRIK 435
2.6.1 Perencanaan Pembangunan 435
(1) Lokasi Pabrik 435
(2) Kapasitas Pabrik 436
2.6.2 Perencanaan Mesin 440
(1) Tata Letak Mesin 440
(2) Pemilihan Mesin 443
2.6.3 Pabrik Mini 453
(1) Pabrik Supermini 456
2.6.4 Pabrik Minyak Sawit “Drupalm 456
2.7 RANGKUMAN GARIS BESAR PENINGKATAN
KINERJA PABRIK MINYAK SAWIT 458
2.7.1 Kesalahan dan Kekeliruan dalam Praktek 468
2.8 KLASTER INDUSTRI MINYAK SAWIT (INDUSTRIAL CLUSTER) 479
BAB 3. MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA, KE-
UANGAN DAN PEMASARAN 487
3.1 PENGANTAR 487
xiv Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit
3.2 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA 488
3.2.1 Pendahuluan 488
3.2.2 Pengembangan Sumber Daya Manusia 490
(1) Pandangan tentang Manusia 490
(2) Cara Pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia 491
(3) Pengembangan Sumber Daya Manusia 492
3.2.3 Kebutuhan Sumber Daya Manusia dalam Perusahaan 499
3.2.4 Kualitas Sumber Daya Manusia 500
3.2.5 Imbalan terhadap Prestasi Kerja 504
(1) Gaji dan Upah 505
(2) Santunan Sosial 506
(3) Perangsang 507
3.2.6 Akunting Sumber Daya Manusia 509
3.2.7 Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
3.2.8 Organisasi Wanita dan Pemuda 512
3.2.9 Budaya Perusahaan (Corporate Culture) 513
(1) Perubahan (Change) Budaya Perusahaan 515
3.2.10 Pendidikan, Pelatihan, clan Penyuluhan 516
(1) Pendidikan clan Pelatihan 517
(2) Penyuluhan 519
3.2.11 Bentuk Organisasi Perkebunan Kelapa Sawit di Masa Mendatang
3.3 MANAJEMEN KEUANGAN 522
3.3.1 Pendahuluan 522
3.3.2 Kebutuhan Dana, Sumber Uang, clan Modal 524
3.3.3 Sumber Uang dan Modal 526
3.3.4 Pengendalian Kesesuaian Kebutuhan dan Sumber uang 527
3.3.5 Pertimbangan Penggunaan Dana 530
3.3.6 Penggunaan Dana dalam Perusahaan 531
3.3.7 Perencanaan dan Pengendalian Biaya 534
3.3.8 Dampak Kelapa Sawit terhadap Manajemen Keu-
angan dan Upaya Penanggulangannya 536
3.3.9 Penyusunan Anggaran 537
(1) Fungsi Manajemen 537
(2) Pengertian Anggaran dan Fungsinya 538
(3) Jenis Rencana Kegiatan 539
(4) Penyusunan Anggaran 541
(5) Fase dalam Penyusunan Anggaran 543
(6) Bagian yang Menyusun Anggaran -545
3.3.10 Pengawasan Pembiayaan 545
(1) Pengertian Pengawasan 545
(2) Jenis dan Alat Pengawasan 546
(3) Pihak yang Terlibat dalam Pengawasan 547
(4) Bagaimana Caranya Mengawasi 548`
3.3.11 Asas Umum dalam Penyusunan Anggaran dan 549
Pelaporan
3.4 MANAJEMEN PEMASARAN 550
3.4.1 Pendahuluan 550
3.4.2 Produksi dan Mata Dagangan Kelapa Sawit 551
3.4.3 Daerah Pemasaran Minyak Kelapa Sawit 559
3.4.4 Saluran Pemasaran Minyak Kelapa Sawit 561
3.4.5 Penentuan Harga Minyak Kelapa Sawit 565
3.4.6 Promosi Minyak Kelapa Sawit 575
DAFTAR PUSTAKA 577
INDEKS 581

Meraup Untung Dari Bisnis Waralaba Bibit Kelapa Sawit

Meraup Untung Dari Bisnis Waralaba Bibit Kelapa Sawit

Synopsis 1 :
Franchise atau waralaba, beberapa tahun ini semakin marak meramaikan kancah bisnis di Indonesia. Saat ini , jenis waralaba yang diminati masyarakat tidak hanya waralaba dibidang kuliner dan toko swalayan. Ada satu jenis waralaba di bidang perkebunan yang cukup prospektif, yaitu waralaba bibit kelapa sawit.

Berdasarkan pengalaman para waralaba kelapa sawit, bisnis ini bisa memberikan keuntungan hingga 65% dengan pendapatan rata-rata per bulan sekitar 13 juta rupiah. Anda tertarik untuk memulai bisnis waralaba ini? Temukan semua informasi tentang waralaba bibit kelapa sawit dalam buku ini.

Dari sekian banyak bidang bisnis franchise, barangkali Anda masih merasa asing bila mendengar salah satu model bisnis franchise ini, yakni, “waralaba bibit kelapa sawit”. Semakin mencengangkan bila Anda tahu bahwa waralaba kelapa sawit ternyata telah memberikan 60% keuntungan bagi para pewaralabannya.

Sinopsis 2 :
Ada apa dengan bibit kelapa sawit? Barangkali membaca buku “meraup Untung dari bisnis waralaba bibit kelapa sawit” yang ditulis oleh Ir. Masra Chairani Dalimunthe, Ir. Alfred Sipayung, & Hendra H. Sipayung, SP., MM adalah salah satu solusinya.

Buku ini memperkenalkan lebih jauh tentang model waralaba ini dengan memilah-milahnya menjadi tiga jenis waralaba, yakni waralaba varietas,waralaba benih, dan waralaba bibit. Ketiga jenis waralaba tersebut mempunyai keunggulannya masing-masing.

Waralaba varietas adalah hasil program pemuliaan dan bentuk kecambah induk dura dan pisifera sehingga akan memberikan keuntungan secara secara rutin dan terus menerus selama tanaman masih menghasilkan benih.

Sedangkan jenis waralaba benih lebih kepada sumber benih berasal dari persilangan Dura dan Pisifera yang sudah teruji kualitasnya dan dijual secara luas kepada pelaku bisnis franchise ini. Kelebihan bentuk waralaba ini, penerima waralaba dapat memasarkan benih tanpa membangun kebun induk

Sementara waralaba bibit mengharuskan sumber benih untuk menyerahkan kecambah dengan tujuan dibibitkan oleh penerima waralaba mengikuti persyaratannya. Misalnya, memiliki modal, lahan, dan pengalaman di bidang pembibitan kelapa sawit. Bentuk waralaba ini ini sangat cocok dan mudah dilakukan oleh perorangan dan swasta sebagai penerima waralaba. Kelebihannya, modal dan areal yang digunakan relatif kecil.

Dibalik kesuksesan meraup untung dari waralaba bibit sawit ini, ternyata berawal dari sebuah ide kecil melihat rendahnya kualitas bibit kelapa sawit yang tersedia di lokasi sentra pengembangan komoditasnya disamping karena banyaknya oknum-oknum yang menjual kualitas rendah sehingga bibit unggul tidak terserap petani.

Untuk itu, dengan system waralaba ini, bibit yang dihasilkan dan diperoleh oleh petani benar-benar berkualitas unggul karena pemilik varietas memberi izin dan memberikan bimbingan teknis kepada penerima waralaba. Lebih jauh, penerima waralaba akan memberikan keuntungan berupa royalti sehingga peneliti memiliki modal untuk menciptakan varietas unggul. Selain itu, juga adanya sistem pengawasan ketat, seleksi, dan supervisi secara berkala.

Belum lagi potensi besar dari negara ini yang merupakan negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia, menjadikan waralaba bibit kelapa sawit cukup diminati dan memiliki prospek bisnis yang cerah. Jumlah pesanan pesanan terus meningkat. dari 224 juta butir (th. 2007) menjadi 240 juta (th. 2008).

Buku ini juga membahas tentang waralaba secara umum, bentuk, pelaku, dan potensi waralaba kelapa sawit, persiapan waralaba kelapa sawit seperti modal, persiapan lahan, pengajuan permohonan, dan pembayaran, pembibitan, sampai kepada sistem pemasaran, baik melalui tender, promosi, maupun internet. Tak berhenti sampai di situ, buku ini juga memberikan analisis usaha agar Anda bisa membuat asumsi analisa biaya, pendapatan, dan keuntungan. (Alan)

Sumber :

http://www.yes24.co.id/Display/ProductDetailBook.aspx?ProductNo=39583&cid=twitter

Table of Contents
Bab 1: Mengenal Waralaba – 1
Bab 2: Waralaba Kelapa Sawit – 9
Bab 3: Persiapan Waralaba Bibit Kelapa Sawit – 21
Bab 4: Pembibitan Kelapa Sawit – 27
Bab 5: Pemasaran – 42
Bab 6: Analisis Usaha – 46
Bab 7: Kisah Sukses Pewaralaba – 50
Bab 8: Pusat Penelitian Kelapa Sawit – 54

Details
ISBN:    9789790062436
Author:    Ir. Masra Chairani Dalimunthe, Ir. Alfred Sipayung, & Hendra H. Sipayung, SP., MM
Language:    INDONESIA
Date Published:    2009
No. of Pages:    74
Dimensions (cm):    15 x 23

Pembangunan Perkebunan Sawit Di Perbatasan Indonesia

Synopsis :

Pemerintah Indonesia merencanakan pembangunan perkebunan kelapa sawit di perbatasan Indonesia-Malaysia di

Pembangunan Perkebunan Sawit di Perbatasan Indonesia-Malaysia: Diskriminasi Rasial terhadap Masyarakat Adat

Kalimantan sepanjang 850 km. Menurut pemerintah, pembangunan perkebunan sawit ini akan menyerap tenaga kerja lebih dari setengah juta jiwa dan akan meningkatkan produksi tandan buah segar (tbs) tiap tahunnya sampai dengan 2,7 juta ton. Proyek ini akan menurunkan tingkat kesenjangan ekonomi di wilayah perbatasan di mana telah terjadi kegiatan ekonomi illegal.

Situasi ini harus dicermati secara menyeluruh mengingat praktik pembangunan perkebunan kelapa sawit skala besar selalu menggusur dan merusak ekosistem hutan-hutan masyarakat adat. Hal ini disebabkan, karena sebagian besar pembangunan perkebunan skala besar yang selama ini dilaksanakan di Indonesia tidak pernah mengakui dan menghargai hak-hak masyarakat adat. Jadi, secara umum diskriminasi terhadap masyarakat adat sangat jamak terjadi dalam pengelolaan sumber daya hutan dan lahan hutan di Indonesia. Hutan lindung, hutan konservasi dan kawasan tambang ditetapkan oleh pemerintah tanpa melibatkan komunitas masyarakat adat.

Terlebih lagi, peraturan perundang-undangan di Indonesia masih secara terbatas mengakui keberadaan dan hak-hak masyarakat adat. Peraturan perundang-undangan Indonesia memang mengakui keberadaan masyarakat adat, dan dalam hal tertentu memberikan wewenang kepada masyarakat untuk mengelola hutan yang dikelompokkan sebagai hutan Negara. Namun, negara masih mempertahankan sepenuhnya kontrol atas tanah dengan segala implikasinya bagi masyarakat adat.

Penyusun: Tim Advokasi Sawit Perbatasan (TASP)
Editor: Nurhanudin Ahmad, Wahyu Wagiman, Tandiono Bawor
Kolasi: x, 82 halaman
Impresum: Jakarta: Tim Advokasi Sawit Perbatasan (TASP), 2009
ISBN: -
Harga: Rp
Catatan: TASP terdiri dari Elsam, Sawit Watch, HuMa, AMAN, Walhi, Forest People Programme (FPP), Lembaga Gemawan, Yayasan Padi Indonesia, LBBT, Institute Dayakologi, AMAN Kalbar