Berita Kelapa Sawit

Berita-berita dan artikel-artikel tentang kelapa sawit

Polisi Tanjung Jabung Timur Meninggal Disengat Kalajengking

Diposting oleh : fitriani ulinda

Aiptu Agusman, anggota Satnarkoba Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), meninggal dunia akibat disengat kalajengking saat hendak pakai sepatu untuk pergi berdinas, Rabu (28/5).

Kabubag Humas Polres Tanjabtim AKP Rodin Manalu saat dikonfirmasi, membenarkan meninggalnya Aiptu Agusman yang meninggal dunia di rumah sakit setelah sebelumnya dirawat akibat kakinya disengat kalajengking yang ada di sepatu dinasnya. More

Ultratrex Indonesia: Excavator Ampibi, Pilihan Utama di Lahan Basah

Perkebunan sawit yang berlahan basah akan membutuhkan excavator ampibi yang dapat mengapung dan tidak tenggelam. Salah satunya, Excavator Ultratrex yang menjadi solusi  tepat karena dirancang mampu bekerja  di tanah basah, rawa, dan sungai.

Di Indonesia, informasi mengenai excavator terapung atau dikenal excavator ampibi sangatlah minim di kalangan dunia industri khususnya perkebunan sawit. Padahal,  excavator ampibi mempunyai keunggulan seperti  mengapung di lahan basah dan sungai yang mendukung pekerjaan  pengerukan lumpur, pembuatan parit, dan kanal. More

Bungkil Inti Sawit Dimanfaatkan Hambat Bakteri Patogen

Sabtu, 31 Mei 2014 17:49 WIB
Pewarta: Laily Rahmawati

Bogor (ANTARA News) – Peneliti Institut Pertanian Bogor memanfaatkan bungkil inti sawit yang kaya akan kandungan karbohidrat mannan sebagai bahan aditif untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen dalam saluran pencernaan khususnya Salmonelladan E.colli.

“Ternyata serat kasar dari bungkil inti sawit mengandung karbohidrat mannan yang tinggi. Mannan dapat digunakan sebagai bahan aditif menghambat pertumbuhan bakteri patogen dalam saluran pencernaan,” kata Prof Dr Ir Nahrowi, M.Sc, salah satu peneliti produk samping sawit dari IPB di Bogor, Sabtu. More

Lukisan Limbah Sawit, Targetnya Muri Kedua

Jumat, 23 Mei 2014

Sukses mendapatkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri), lukisan terbesar berukuran 4×12 dengan berbahan baku bubuk teh tahun lalu, kini tujuh pelukis membuat gebrakan. Kali ini, memanfaatkan limbah kelapa sawit. Targetnya, dari lukisan kebun kelapa sawit yang masih dalam proses pengerjaan dengan ukuran yang sama, masuk Muri.
“Terget kita Muri kedua, setelah sukses dengan lukisan daun teh,” kata Syafri Ali salah satu anggota team pelukis dengan memanfaatkan limbah didampingi enam pelukis lainnya, masing-masing, Morris Alexander Siregar, Marah Rusli, Jono, Junaidi, Rudi dan Wawan, ketika ditemui di Gang Mantri, Medan, Kamis (22/5).

Ketujuh pelukis terlihat begitu serius mengerjakan lukisan yang menggunakan limbah kelapa sawit dengan memanfaatkan lidi, akar, pelepah sawit, tangkai kosong, pembungkus pelepah, daun sawit, hingga batangnya.

Syafri Ali mengakui dalam proses pembuatan lukisan ini ini tidak mudah. Apalagi dari dua bulan target proses pengerjaannya, hampir 70% waktunya, terserap untuk persiapan bahan baku. Sementara hanya 30 persen saja untuk tahapan finishing.
“Prosesnya kita mulai sejak 1 Mei. Mulai dari persiapkan pembuatan ramnya, pemesanan kanvas, penjemuran, lukisan kebun sawit di Pabatu, proses pengerjaaannya ditargetkan akan memakan waktu selama dua bulan,” ujarnya.

Namun sambungnya, jika bahan baku tidak ada kendala, dan kondisi cuaca memungkinkan, pembuatan lukisan kelapa sawit ini, yang disponsori PTPN IV ini, bisa rampung satu bulan setengah.

Saat ini sambungnya, setidaknya sudah ada satu mobil pick up bahan baku yang didatangkan. “Untuk bahan baku, mungkin kita akan membutuhkan dua setengah pick up. Bahan baku ini kita dapat dari Adolina IV,” ujarnya.

Kemudian, limbah tersebut dibentuk sesuai dengan kebutuhan, termasuk untuk mendapatkan serbuk kepala sawit. Jika selama ini, limbah sawit yang banyak dimanfaatkan masih sebatas cangkang sawit dan batangnya saja, kini hampir seluruhnya bisa menghasilkan produk bernilai seni tinggi.

Dalam proses pembuatan lukisan ini, Syafri Ali mengaku proses pembuatannya jauh lebih rumit dibandingkan dengan bubuk teh. “Ini lebih rumit dari bubuk teh, kalau dengan daun teh melukisnya dengan disiram. Tapi ini, dengan limbah sawit, dengan cara ditempel. Jadi hasilnya tiga dimensi,” ujarnya.

Dari cara yang mereka lakukan ini, Syafri Ali juga mengharapkan bisa memotiviasi generasi muda untuk berkreasi. Termasuk juga dengan para pelaku usaha yang bergerak di bidang fashion, dan ini bisa membuat keahlian di bidangnya masing-masing. ( ledi munthe)

Sumber : http://medanbisnisdaily.com/

Berita/Artikel Menarik Lain Yg Wajib Dibaca :

Limbah Kelapa Sawit Sebagai Pengganti Bahan Pakan Pada Sapi Pedaging

Permasalahan utama dalam pengembangan produksi ternak ruminansia seperti kerbau, sapi, kambing dan domba di Indonesia salah satunya adalah sulitnya memenuhi ketersediaan pakan secara berkesinambungan baik mutu maupun jumlahnya. Hal ini berakibat kurang berkembangnya produktifitas ternak ruminansia di Indonesia. (Hasnudi, 2006). Keberhasilan pengembangan peternakan sangat ditentukan oleh penyediaan pakan ternak (Djaenudin et al. 1996). More

Ratusan Hektare Sawit Ilegal di TN Tesso Nilo Dibongkar

18 Mey 2014

Pekanbaru, (Antarariau.com) – Tim gabungan membongkar ratusan hektare kebun kelapa sawit ilegal yang berada di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Minggu.

“Ini merupakan operasi terpadu yang melibatkan berbagai pihak, dan kami targetkan 200 hektare lahan sawit di dalam taman nasional ini dibabat,” kata Kepala Balai Taman Nasional (TN) Tesso Nilo, Tandya Tjahjana kepada Antara. More

Lawan Kampanye Hitam Kelapa Sawit di Eropa, Ini Langkah RI

Kamis, 15 Mei 2014
Desy Afrianti, Santi Dewi

“Tujuan akhirnya yakni RI dapat melindungi kepentingan Indonesia.”

Pemerintah RI tidak tinggal diam melihat gencarnya kampanye hitam yang dilancarkan oleh beberapa negara Uni Eropa terhadap produk kelapa sawit Indonesia. KBRI Brussel membuat sebuah video animasi berjudul “Protect Paradise for All: an Animation on Anti Palm Oil Dirty Secret” yang bertujuan untuk menangkis kampanye hitam tentang sawit produksi Indonesia. More

Hama Ulat Api Serang Tanaman Kelapa Sawit di Bengkulu Tengah

Hama Ulat Api Serang Tanaman Kelapa Sawit di Bengkulu Tengah

Hama Ulat Api Serang Tanaman Kelapa Sawit di Bengkulu Tengah

May 13, 2014

Hama ulat berjenis Pimelephia Ghesquierei dan Ulat Api diketahui mulai menyerang perkebunan sawit di Bengkulu Tengah. Hal ini dikemukakan oleh para petani kelapa sawit di beberapa daerah di wilayah ini.

Kabul (60), petani setempat menyebutkan ulat itu mulai berdatangan, lantaran  curah hujan yang makin meningkat akhir ini. Serangan hama ini menyebabkan adanya lubang atau ruangan pada daun muda bekas gerakan dari ulat hama ini. More