Budidaya Tomat

Kebutuhan benih
· 300-500 g/ha.
Cara membuat benih sendiri
· Pilih tomat yang sudah tua (berwarna merah), peram 3 hari dan tomat akan
menjadi lunak, kemudian keluarkan bijinya.
· Biji yang sudah berlendir selanjutnya difermentasikan selama 3 hari sehingga air dan lendir terpisah, kemudian cuci bersih.
· Biji yang telah dijemur sekitar 3 hari setelah kering disimpan atau siap ditanam.

Persiapan bibit dan pembibitan:
· Benih direndam dalam air hangat (50%) minimal 6 jam.
· Benih ditanam disemaikan di tempat pembibitan atau langsung ditanam dalam pot pisang dengan ukuran 5 cm dan diameter 4 cm yang telah diisi media campuran tanah dan pupuk kandang. Di atasnya ditaburkan Curater untuk mencegah hama tanah.
· Bibit siap dipindah ke lapangan sekitar 25 hari (telah berdaun 3-4  helai).

Penyiapan lahan
· Tanah diolah sempurna, buat bedengan lebar 100-120 m, tinggi minimal 20 cm. Jarak antarbedengan 50 cm.

Penanaman
· Jarak tanam 50-60 x 40-50 cm.
Untuk bibit dalam media pot pisang langsung ditanam tanpa dilepas daun pisangnya. Cara ini lebih cocok pada  musim kemarau karena tanaman tidak mengalami stres.

Pemupukan
· Takaran per hektar: 200 kg urea + 200  kg SP36 + 100 kg KCl
· Waktu pemberian: urea dan KCl sebelum atau saat tanam dengan takaran setengahnya. Pupuk susulan (urea dan KCl) umur 25-30 hari setelah tanam. Pupuk SP36 sekaligus  saat tanam.

Pemeliharaan
· Tanaman tomat mudah rebah sehingga perlu dipasang lanjaran dengan tinggi tanaman sejauh 5 dan 15 cm pada pemupukan susulan.
· Penyiangan dilakukan umur 2, 4 dan 6 minggu setelah tanam.
· Penyiraman dilakukan saat curah hujan sangat kurang.
· Untuk mengendalikan ulat buah tomat digunakan insektisida Ambush, Metador, dll. Sedangkan untuk penyakit  layu jamur digunakan Dithane, Antracol dll dan untuk layu bakteri  digunakan Agrept.

Sumber :  BPTP Jambi
Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BP2TP)