Daftar Harga TBS Sawit 13 – 19 Mei 2015 Propinsi Riau

Harga buah sawit mengalami kenaikan rata-rata besar : Rp 39,03 / Kg

Info Daftar Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit periode 13-19 Mei 2015 berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Propinsi Riau :

Umur

Harga  TBS
(Rp/Kg)

3 Tahun

1.155,95

4 Tahun

1.290,92

5 Tahun

1.381,42

6 Tahun

1.421,98

7 Tahun

1.476,28

8 Tahun

1.522,30

9 Tahun

1.571,13

10 -20 Tahun

1.614,97

Sumber : Dinas Perkebunan Riau

Harga rata-rata CPO Riau               = Rp  Kg
Harga rata-rata Inti Sawit (kernel) = Rp  /Kg
Indeks “K”                                                =     %

Baca Info Harga Sawit & Aneka Berita Sawit di :

Baca Artikel Menarik Lain di :

Daftar Harga TBS Sawit 06 – 12 Mei 2015 Propinsi Riau

Harga buah sawit mengalami kenaikan tipis rata-rata besar : Rp 3 / Kg

Info Daftar Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit periode 06 – 12 Mei 2015 berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Propinsi Riau :

Umur

Harga  TBS
(Rp/Kg)

3 Tahun

1.128,01

4 Tahun

1.259,72

5 Tahun

1.348,03

6 Tahun

1.387,61

7 Tahun

1.440,59

8 Tahun

1.485,50

9 Tahun

1.533,15

10 -20 Tahun

1.575,94

Sumber : Dinas Perkebunan Riau

Harga rata-rata CPO Riau               = Rp  Kg
Harga rata-rata Inti Sawit (kernel) = Rp  /Kg
Indeks “K”                                                =     %

Baca Info Harga Sawit & Aneka Berita Sawit di :

Baca Artikel Menarik Lain di :

Metafuron 20 WP

METAFURON 20 WP merupakan herbisida pra dan purna tumbuh yang diformulasi dalam bentuk tepung halus yang mudah larut dalam air yang dapat mengendalikan gulma berdaun lebar, dan teki-tekian pada tanaman padi dan tanaman perkebunan. METAFURON 20 WP berspektrum luas dan termasuk herbisida yang bersifat selektif khususnya untuk gulma berdaun lebar.

KEUNGGULAN PRODUK :

  •  Herbisida berbahan metil metsulfuron yang paling cepat larut.
  • Memiliki spektrum penggunaan yang luas untuk mengendalikan gulma berdaun lebar, gulma berkayu dan pakis-pakisan seperti Nephrolepis bisserata dan Lunathyrium japonicum
  • Herbisida ini secara biologis aktif pada dosis rendah sehingga biaya penggunaan per hektar menjadi ekonomis.
  • Diformulasikan dalam bentuk tepung yang mudah larut dalam air dan tidak meninggalkan endapan.
  • Dapat dicampur dengan herbisida lain yang berbahan aktif glifosat dan paraquat untuk meningkatkan spektrum pengendalian pada gulma berdaun sempit.

Gulma di Perkebunan Kelapa Sawit

Gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang memiliki dampak negatif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Pengaruh gulma tidak terlihat secara langsung, dan umumnya berjalan lambat. Gulma perkebunan, termasuk perkebunan kelapa sawit, mampu menjadi kompetitor utama dalam memperebutkan unsur hara, air, ruang tumbuh dan cahaya matahari. Beberapa spesies gulma juga dapat memproduksi zat racun yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama, dikenal dengan ‘alelopati’.

Gulma umum pada perkebunan kelapa sawit dapat digolongkan menjadi :

 Gulma berdaun lebar (broad leaves):

  • Asystasia intrusa
  • Ageratum conyzoides (babadotan)
  • Borreria latifolia (kentangan)
  • Chromolaena odorata (krinyuh)
  • Clidemia hirta (harendong)
  • Colocasia sp. (keladi)
  • Crassocephalum crepidoides (sintrong)
  • Lantana camana (tembelekan)
  • Melastoma malabathricum (senduduk)
  • Mikania sp.
  • Mimosa invisa (kucingan)
  • Mimosa pigra
  • Mimosa pudica (putri malu)
  • Momordica charantia (pare hutan)
  • Stachytarpeta indica (ekor tikus)

 Gulma berdaun sempit (grasses):

  • Axonopus compressus (paitan)
  • Brachiaria mutica (sukat kelanjang)
  • Digitaria sp. (genjoran)
  • Echinochloa colona
  • Eleusine indica (jejagoan)
  • Imperata cylindrica (alang-alang)
  • Ottochloa nodosa (bambonan)
  • Panicum trigonium (parit-paritan)
  • Paspalum conjugatum

 Teki (sedges):

  • Cyperus rotundus
  • Cyperus kyllingia

 Pakis-pakisan (ferns) :

  •  Cyclosorus aridus (pakis kadal)
  • Dicranopteris linearis (pakis kawat)
  • Lygodium flexuosum
  • Nephrolepis biserrata (pakis harupat)
  • Stenochlaena palustris (pakis udang)

Epifit :

  • Ficus benjamina (beringin)
  • Ficus elastica
  • Tukulan sawit (Elaeis guineensis)

Sumber :

http://budiartodian.blogspot.com/2012/09/gulma-perkebunan-kelapa-sawit.html

Deskripsi Singkat Tentang Gulma

Berdasarkan daur hidupnya, gulma dibedakan menjadi :

 A. Gulma Semusim (Annual Weeds)

Gulma ini hanya berumur kurang dari satu tahun. Umumnya berkembang biak dengan biji, pertumbuhannya cepat, dengan kemampuan bereproduksi yang amat tinggi. Setelah biji masak, biasanya gulma akan mati.Biji yang dihasilkan pada tahun pertama umumnya akan mengalami dormansi, dan tumbuh kembali pada tahun berikutnya. Ada gulma daun lebar semusim, teki semusim, dan rumput semusim sebenarnya gulma ini secara ekonomis merupakan gulma penting pada tanaman padi. Eksistensinya karena melimpahkan produksi biji.

Dengan contoh :

- Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.),
- Ekor Tikus (Heliotripium indicum L.),
- Urang Aring (Eclipta prostrate L.),
- Babadotan (Ageratum conyzoides L.),
- Teki (Cyperus compressus L.),
- Jekeng atau Teki Rendul (Cyperus iria L.),
- Jampang Piit (Digitaria adscendens (H.B.K.) Hern.),
- Jajagoan Leutik (Echinochloa colonum (L) Link.), dan
- Rumput empirit (Era-grotis amabilis O.K.),
- Padi merah (Oryza sativa).

B. Gulma Dwi Musim (Biennial Weeds)

Gulma ini berumur antara 1 – 2 tahun. Pertama gulma tersebut tumbuh secara vegetatif dalam bentuk roset, lalu pada tahun berikutnya membentuk organ generatif dengan menghasilkan bunga, memproduksi biji lalu mati. Gulma dwi musim banyak dijumpai di daerah-daerah yang memiliki 4 musim.

Dengan contoh :
- Daun Sendok (Plantago sp.),
- Sunduk welut (Cyperus difformis L.),
- Putri Malu (Mimosa pudica L.),
- Wortel liar (Daucus carata),
- Dandelion (Taraxacum spp.),
- Bull thistle (Cirsium vulgare),
- Common mullein (Verbascum thapsus),
- Burdock (Arctium sp.),
- Black-berry ( Rubus sp.)

C. Gulma Tahunan (Perenial Weeds)

Gulma tahunan berumur lebih dari 2 tahun. Umumnya berkembang biak secara vegetatif, namun ada beberapa spesies yang berkembang biak secara vegetatif dan generatif. Organ perkembangbiakan vegetatif berupa akar , rimpang, umbi dan stolon. Pemotongan organ-organ tersebut biasanya terjadi pada saat pengolahan tanah.

Contoh gulma tahunan:
- Kremek (Alternanthera sessilis (L.) D.C.),
- Jukut ibun (Drymaria cordata Willd.),
- Teki (Cyperus rotundus L.),
- Si juru atau wlingi (Scirpus grossus L.),
- Papahitan (Axonopus compressus (Swatz) Beauv),
- Jajahean atau lampuyangan (Panicum repens L.),
- Kakawatan (Cyndon dactylon L. Pres),
- Alang-alang (Imperata cylindrical (L.) Beauv),
- Kolomento (Leersia hexandra Swartz), dan
- Tembelekan (Lantana camara L.).

Hubungan gulma dengan :

1. TANAMAN LAIN

Hubungan gulma dengan tanaman lain dapat berupa kompetisi yang dapat diartikan sebagai persaingan dua organisme atau lebih dalam meraih makanan dan tempat hidup yang sama, seperti unsur hara, air, cahaya, bahan ruang tumbuh, dan CO2. Persaingan akan terjadi apabila unsur penunjang pertumbuhan tersebut terbatas. Persaingan antara gulma dengan tanaman adalah persaingan inter spesifik (Inter specific competition).

Kemampuan tanaman bersaing dengan gulma tergantung pada spesies gulma, kepadatan gulma, saat dan lama persaingan, cara budidaya dan varietas yang ditanam, serta tingkat kesuburan tanah. Perbedaan spesies, akan menentukan kemampuan bersaing karena perbedaan system fotosintesis, kondisi perakaran dan keadaan morfologinya. Gulma yang muncul atau berkecambah lebih dulu atau bersamaan dengan tanaman yang dikelola, berakibat besar terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman. Persaingan gulma pada awall pertumbuhan akan mengurangi kuantitas hasil, sedangkan persaingan dan gangguan gulma menjelang panen berpengaruh besar terhadap kualitas hasil.

Persaingannya berupa :

a. Persaingan dalam memperoleh air

Air di serap dari dalam tanah kemudian sebagian besar diuapkan (transpirasi), hanya sekitar 1% saja yang dipakai untuk proses fotosintesis. Untuk setiap kilogram bahan organik, gulma membutuhkan 330-1900 liter air. Kebutuhan yang besar tersebut hampir dua kali kebutuhan tanaman.

b. Persaingan dalam memperoleh unsur hara

Gulma menyerap lebih banyak unsur hara dari pada tanaman. Pada bobot kering yang sama gulma mengandung kadar nitrogen dua kali lebih banyak dari jagung.

c. Persaingan dalam memperoleh cahaya

Dalam keaadaan air dan hara yang cukup untuk pertumbuhan tanaman, maka faktor pembatas berikutnya adalah cahaya matahari. Bila musim hujan, maka berbagai tanaman akan berebut untuk memperoleh cahaya matahari.

d. Pengeluaran senyawa beracun.

Tumbuhan juga dapat bersaing antara sesamanya dengan cara interaksi biokimia, yaitu salah satunya dengan mengeluarkan senyawa beracun, yang akan menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman lain. Interaksi biokimia antara gulma dan tanaman ini dapat menyebabkan gangguan perkecambahan biji, kecambah jadi abnormal. Persaingan yang timbul akibat hal ini adalah dikeluarkannya zat racun dari suatu tumbuhan yang disebut allelopathy.

2. FAKTOR ABIOTIK.

1. Klimatik (iklim)

Faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan, reproduksi dan distribusi gulma, yaitu cahaya, temperatur, air, angin, dan aspek-aspek musiman dari faktor-faktor tersebut. Seperti halnya dengan tumbuhan, gulma memerlukan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya, meskipun demikian kita dapat membatasi dan mengendalikan distribusinya dengan memodifikasi lingkungan tersebut.

2. Edapik

Faktor tanah yang sangat mempengaruhi distribusi gulma antara lain adalah kelembaban tanah, aerasi, pH tanah, unsur-unsur makanan dan hara dalam tanah dan lain-lain. Beberapa spesies gulma dapat tumbuh dengan sempurna pada tanah yang mempunyai kondisi tertentu. Kelembaban tanah mempengaruhi munculnya gulma di sawah-sawah.

3. FAKTOR BIOTIK

Tumbuhan dan hewan merupakan faktor biotik yang berpengaruh terhadap pertumbuhan gulma dan distribusinya. Tumbuhan dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi, dan hewan dari mikroorganisme sampai makroorganisme. Contohnya Lantana camara (saliara) dapat mengendalikan pertumbuhan gulma yang berada di bawah gulma tersebut.

Berdasarkan tempat tumbuhnya:

A. Gulma darat (Terrestrial weed)

Yaitu gulma yang tumbuhnya dipermukaan tanah atau lahan kering dan akan mati ketika tergenang air.

Dengan contoh :

- Alang-alang (Imperata cylindrica L. Beauv.),
- Rumput pahit (Axonopus compressus),
- Paspalum conjugatum,
- Teki (Cyperus rotundus L.),
- Putri malu (Mimosa pudica),
- Jukut gagajihan (Tridax procumbens),
- Cacalincingan (Oxalis carniculata),
- Kirinyuh (Eupatorium odoratum),
- Antanan (Centella asiatica),
- Antanan leutik (Hydrocotyle asiatica).

B. Gulma semi akuatik (semi aquatic weed)

Yaitu gulma yang dapat hidup di darat/tempat kering dan di air, dengan daya adaptasi yang tinggi.

Dengan Contoh :

- Lampuyangan ( Panicum repens),
- Kakawatan (Cynodon dactylon),
- Scirpus spp.,
- Fimbristilis spp.

C. Gulma akuatik/gulma air (aquatic weed)

Yaitu gulma yang hidupnya di air atau gulma yang sebagian atau seluruh hidupnya berada di air.

Dengan contoh :

- Kayambang (Saluinia molesta),
- Genjer (Limnocharis plava),
- Eceng gondok (Eichhornia crassipes),
- Panon munding (Fimbristylis liottoralis),
- Ki apu/kayu apu (Piistia stratiotes),
- Hidrilla (Hydrilla verticillata),
- Wewehan (Monochoria vaginalis),
- Cacabean (Ludwigia octovalis),
- Ganggeng (Cerotophyllum demersum),
- Marsilea crenata.

D. Gulma aerial (aerial weed)

Yaitu gulma yang hidupnya tidak di tanah ataupun di air dan kebanyakan bersifat parasit.

Dengan contoh:

- Rumput setan (Striga asiatica) yang hidupnya parasit pada tanaman jagung dan padi,
- Rumput pahit (Axonopus compressus), dan sebagainya.

Berdasarkan nilai gangguannya :

1. Gulma ganas primer (primary naxionsweed/naxious weed)

Yaitu gulma yang penyebarannya luas dan telah menetap di suatu daerah, sangat agresif dan sulit untuk dikendalikan.

Dengan contoh :

- Alang-alang (Imperata cylindrica L. Beauv.),
- Kakawatan (Cynodon dactylon),
- Teki (Cyperus rotundus L.),
- Rottboelia exaltata,
- Eceng gondok (Eichhornia crassipes),
- Salvinia molesta.
- Wewehan (Monochoria vaginalis).

 2. Gulma ganas sekunder (secondary noxious weed)

Yaitu gulma yang penyebarannya luas, dan telah menetap di suatu daerah dan agresif, tetapi secara relatif mudah dikendalikan, atau gulma yang agresif dan sulit dikendalikan, tetapi mungkin belum menetap di suatu daerah.

Dengan contoh :

- Jajagoan (Echinochloa crus-galli),
- E. colopa,
- Papahitan (Paspalum conjugatum),
- Carulang (Eleusine indica),
- Cyperus brevifolius,
- Babadotan (Ageratsum conyzoides),
- Eclipta prostrata,
- Kirinyuh (Euphorbia hirta),
- Gelang (Portulaca oleracea).
- Jotang kuda (Synedrella nodiflora).

3. Gulma biasa (common weed)

Yaitu gulma yang walaupun penyebarannya baik tetapi tidak agresif dan mudah dikendalikan.

Dengan contoh :

- Jukut ibun (Drymaria villosa),
- D. cordata,
- Jonge (Emilia soncifolia),
- Rumput gagajahan (Tridax procumbens).

Berdasarkan cara merugikan :

1. Golongan kompetitif fakultatif

Gulma golongan ini merugikan terutama dalam hal kebutuhan air, unsur hara makanan atau mineral, cahaya matahari dan lain-lain, yang pada dasarnya dapat dikompensasi oleh tindakan-tindakan manusia seperti dengan pengairan, pemupukan, dan sebagainya.

Contohnya yaitu rumput pahit (Axonopus compressus) tidak akan merugikan apabila dikompensasi dengan pemupukan.

2. Golongan kompetitif obligat

Gulma golongan ini merugikan secara mutlak, artinya di samping berkompetisi dalam hal air, unsur hara dalam makanan, sinar matahari dan lain-lain, juga merugikan karena adanya masalah allelopati, dan keadaan ini tidak dapat dikompensasi oleh faktor-faktor/tindakan yang dibuat oleh manusia.

Contohnya yaitu alang-alang (Imperata cylindria) dalam suatu percobaan kompetisi dengan tanaman jagung tapi menimbulkan kerugian sampai 20% berat basah jagung (= 8% berat kering jagung). Hal ini akan tetap demikian walaupun diberi pupuk. Keadaan ini selain disebabkan oleh kompetisi dalam hal tersebut di atas, juga karena alang-alang ini dapat melepaskan zat allelopati (berupa derivat fenol).

3. Golongan parasit

Gulma golongan ini dapat menimbulkan kompetisi yang tidak terbatas, dan menjurus kepada pembinasaan.

Contohnya yaitu rumput setan (Striga asiatica) yang merupakan gulma parasitik akar dan semi parasitik (daun-daunnya masih dapat melakukan proses fotosintesis, walaupun suplai mineral, air dan mungkin beberapa karbohidrat diperoleh dari tanaman inangnya).Di India diketemukan sebagai parasit pada tanaman-tanaman jagung, sorghum, dan tebu gula, dan Amerika pada tanaman-tanaman jagung dan sorghum.

Gulma air berdasarkan cara tumbuhnya :

1. Mengapung

Mengapung bebas (free floating)

Biasanya mudah terbawa arus dan berpindah dari suatu media air ke media lainnya.

Dengan contoh :

- Kayambang (Saluinia molesta),
- Eceng gondok (Eichhornia crassipes), dan
- Ki apu/kayu apu (Piistia stratiotes).
Mengapung berakar (rooted floating)
Golongan teratai (Nymphoides indica)

2. Timbul

Di atas air (emerged)

Dengan contoh :

- Wewehan (Monochoria vaginalis), dan
- Genjer (Limnocharis plava).

Di tepian (marginal)

Dengan contoh :

- Wewehan (Monochoria vaginalis),
- Genjer (Limnocharis plava), dan
- Lampuyangan (Panicum repens),

 3. Melayang.

Dengan contoh :

- Hidrilla (Hydrilla verticillata),
- Paris (Myriophyllum brasiliensis), dan
- Ganggeng (Najas malesiana).

 Berdasarkan tingkat evolusinya :

 1. Permulaan (tingkatan rendah)

Gulma jenis ini biasanya terdapat di perairan dan pada umumnya merupakan gulma air, sehingga mudah berubah/atau berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnaya dengan bantuan air.

Dengan contoh :

- Kayambang (Saluinia molesta),
- Genjer (Limnocharis plava),
- Eceng gondok (Eichhornia crassipes),
- Panon munding (Fimbristylis liottoralis),
- Ki apu/kayu apu (Piistia stratiotes),
- Hidrilla (Hydrilla verticillata),
- Wewehan (Monochoria vaginalis),
- Cacabean (Ludwigia octovalis),
- Ganggeng (Cerotophyllum demersum),
- Marsilea crenata.

2. Pertengahan (tingkat peralihan)

Gulma semi aquatik, hidup di tempat yang lembab, tebing sungai dan tebing danau.

Dengan contoh :

- Lampuyangan ( Panicum repens),
- Kakawatan (Cynodon dactylon),
- Scirpus spp.,
- Fimbristilis spp.

 3. Lanjutan (tingkatan evolusi daratan)

Gulma ini biasanya adalah gulma yang darat, dan biasanya hidup ditempat yang kering.

Dengan contoh :

- Alang-alang (Imperata cylindrica L. Beauv.),
- Rumput pahit (Axonopus compressus),
- Paspalum conjugatum,
- Teki (Cyperus rotundus L.),
- Putri malu (Mimosa pudica),
- Jukut gagajihan (Tridax procumbens),
- Cacalincingan (Oxalis carniculata),
- Kirinyuh (Eupatorium odoratum),
- Antanan (Centella asiatica),
- Antanan leutik (Hydrocotyle asiatica).

SUMBER :

http://hpters03.blogspot.com/2024/12/deskripsi-gulma.html